Agar Masyarakat Tahu Panglima TNI dan Kapolri Kompak


Agar Masyarakat Tahu Panglima TNI dan Kapolri Kompak

Kemesraan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian semakin hari kian terlihat jelas. Beberapa foto yang beredar di masyarakat menunjukkan kekompakan keduanya.

Yudha, Jakarta

MENURUT pengamat militer dan kepolisian, Karel Susetyo, kekompakan yang diperlihatkan oleh kedua pimpinan institusi tersebut mengandung hal yang wajar. Apalagi keduanya sama-sama merupakan sosok pejabat yang mempunyai tanggung jawab soal keamanan dan pertahanan negara.

"Mereka ini kan alat negara, kalau mereka pecah siapa yang menjaga negara," ujarnya saat dihubungi INDOPOS (grup Radar Bangka), Kamis (5/7).

Dia menduga sejumlah foto kekompakkan panglima TNI dan kapolri memang sengaja diperlihatkan ke masyarakat. Pesannya ini semata-mata untuk meyakinkan masyarakat bahwa TNI dan Polri kompak.

"Kalau TNI dan Polri kompak, kan tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal keamanan masyarakat, baik pascapilkada maupun menjelang pileg dan pilpres. Makanya foto-foto ini diperlihatkan kembali, bahkan lebih akrab lagi," ujarnya.

Selain itu foto-foto keakraban keduanya yang beredar di masyarakat juga ditujukan untuk internal kedua institusi tersebut. Tujuannya agar para prajurit TNI dan personel Polri tahu bahwa pimpinan mereka kompak.

"Kekompakan kan ini harus dimulai dari pimpinan atau komandan mereka. Karena sebagai lembaga yang taat komando, sikap atau perintah atasan menjadi barang penting yang harus ditiru atau dilaksanakan," ujarnya.

Kekompakan ini bahkan juga tidak hanya diperlihatkan sekadar foto melainkan terealisasi dalam bentuk regulasi. Salah satunya melalui Surat Keputusan (SKEP) Panglima TNI yang mengharuskan agar setiap prajurit TNI taat terhadap razia yang digelar polisi.

"Kemudian, SKEP ini juga diikuti dengan perintah Kapolri, bahwa petugas polisi yang merazia anggota TNI, harus meminta diperlihatkan KTA mereka," ujarnya.

Meski terlihat kompak, disayangkan Karel, aksi bentrok antara anggota polisi dan TNI masih terjadi. Salah satu contoh terjadi di tempat Billiard Al Diablo, Cimanggis, Depok, Kamis (7/6) lalu. Selain bentrok, sikap arogansi juga ditunjukkan oleh Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto yang menyinggung organ di TNI.

"Tapi harus diakui, sejak era Kapolri Jenderal Timor Pradopo, persoalan antara TNI dan Polri semakin berkurang. Bahkan hingga saat ini," imbuhnya Untuk itu, ia mengimbau agar kekompakan kedua pimpinan lembaga itu terus dijaga sampai kapan pun. Tanpa terkecuali, meski pimpinan kedua lembaga itu sudah berganti kepada orang lain. (ydh)







Berikan Komentar

Features Lainnya
Pilkada 2020 Adalah Tentang Pertaruhan Masa Depan Bangka Selatan
Pilkada 2020 Adalah Tentang Pertaruhan Masa Depan Bangka Selatan
Sabtu, 05 Desember 2020 14:24 WIB
Sopian AP : Pengalaman disclaimer telah mengajarkan kita untuk cerdas dalam memilih
Adit-Damiri Catat Sejarah Menggelar Kampanye Virtual
Adit-Damiri Catat Sejarah Menggelar Kampanye Virtual
Kamis, 26 November 2020 18:37 WIB
INI jadi catatan sejarah untuk Pilkada Bangka Selatan. Ketika jadwal tinggal 18 hari menjelang hari pencoblosan, Pasangan Calon Bupati dan
Ir Ahmad Damiri, Bapak Petani Negeri Junjung Besaoh
Ir Ahmad Damiri, Bapak Petani Negeri Junjung Besaoh
Kamis, 15 Oktober 2020 13:50 WIB
Meniti Karir dari Penyuluh Hingga Kepala Dinas Pertanian Bangka Selatan
MEMAHAMI KONTRAK SEPIHAK DALAM KREDIT PERBANKAN
MEMAHAMI KONTRAK SEPIHAK DALAM KREDIT PERBANKAN
Jum'at, 19 Oktober 2018 11:29 WIB
Pada umumnya bentuk perjanjian kredit dalam dunia perbankan berbentuk perjanjian standardd, yang mana dalam perjanjian standard syarat-syaranya sudah ditentukan secara