Manufacturing Hope 106 Kekalahan Kebaikan oleh Fitnah


Saya punya kebiasaan yang mungkin bisa membahayakan diri saya sendiri, yaitu selalu meneruskan (forward) SMS, BBM atau e-mail kepada direksi-direksi BUMN yang terkait. SMS, BBM atau e-mail itu datang dari mana-mana, baik perorangan atau lembaga.

Banyak sekali SMS, BBM atau e-mail yang saya terima setiap harinya. Ada yang menghujat, ada yang memuji, ada juga yang memberi saran. Misalnya saya baru saja mengemukakan sebuah ide, tidak lama kemudian masuklah berbagai tanggapan, masukan dan kritik atas ide tersebut.

Ide membeli peternakan di Australia, misalnya, termasuk yang banyak mendapat tanggapan. Bahkan banyak juga e-mail yang menawarkan kerjasama. E-mail seperti itu langsung saya forward ke direksi yang terkait. Ada yang saya beri komentar, ada juga yang tidak. Akan diapakan masukan-masukan itu terserah direksi yang bersangkutan.

Demikian juga ketika saya minta Pertamina meningkatkan produksi minyak. Sebagai Menteri BUMN, saya malu kalau produksi minyak Pertamina tidak bisa meningkat. Bukan hanya malu. Tapi juga prihatin. Impor minyak kita terlalu besar.

Salah satu yang saya dorong adalah ditingkatkannya produksi minyak dari sumur-sumur tua milik Pertamina. Lantas masuklah ide dari berbagai kalangan. Semua saya forward ke direksi Pertamina, atau saya print untuk diserahlan ke direksi Pertamina.
Selanjutnya sepenuhnya terserah direksi. Apakah masukan itu akan diperhatikan, ditanggapi atau diabaikan.
Direksi bumn memiliki aturannya sendiri. Rupanya dalam hal ini ada yang ditanggapi oleh direksi Pertamina.
Lalu Pertamina melakukan proses tertentu yang sesuai dengan prosedur mereka. Yang seperti ini bisa membahayakan saya. Bisa saja pesan forward dari saya tadi dianggap memo atau rekomendasi atau disposisi yang dianggap bagian dari KKN.
Saya sendiri tidak akan pernah merasa begitu. Saya percaya direksi Pertamina memiliki aturan dan disiplin sendiri unruk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.

Usaha meningkatkan produksi sumur tua itu mulai memberi hasil. Sudah ada sumur tua yang dulunya hanya menghasilkan minyak 80 barel perhari sudah bisa menjadi 400 barel perhari. Padahal Pertamina memiliki sekitar 5.000 sumur tua. Tentu tidak semua bisa direvitalisasi. Tapi kalau bisa separonya saja, sangat berarti bagi negara yang masih besar impor minyaknya.

Apakah dengan sorotan dari majalah TEMPO terbaru itu saya akan menghentikan kebiasaan meneruskan e-mail, SMS dan BBM dari masyarakat ke para direksi BUMN? Sama sekali tidak! Saya tidak takut sama sekali. Kebiasaan itu tetap akan saya teruskan, dengan segala resikonya. Semua SMS, BBM dan e-mail dari siapa pun tetap akan saya kirim (forward) ke direksi terkait.

Mungkin memang ada di antara masukan itu yang kemudian diperhatikan direksi dan lantas menjadi bisnis. Saya tidak keberatan. Asal diproses dengan benar. Apakah yang di Pertamina itu sudah di proses dengan benar? Salah satu e-mail itu memang datang dari orang yang sudah saya kenal baik. Isinya sebuah ide jitu untuk merevitalisasi sumur tua. Rupanya ide itu dipakai oleh Pertamina.

Ketika selentingan “Disposisi Dahlan” itu mulai dipersoalkan sebagian serikat pekerja, saya perlu menelepon direksi Pertamina. Saya tanyakan: “Apakah sudah diproses secara benar?” Jawabnya tegas: “SUDAH”. “Apakah itu karena disposisi saya?” Jawabnya tegas: “TIDAK”.

Masukan itu, untuk bisa sampai diterapkan di lapangan, ternyata sudah diuji dengan benar. Bahkan kasus keberhasilan merevitalisasi sumur tua itu jadi bahasan utama dalam konferensi insinyur perminyakan se-Dunia di Dubai tahun ini.

Tentu menarik juga kalau dalam proses itu ditemukan kasus korupsinya.
Bongkar saja! Siapa menerima apa. Tunai maupun fasilitas.
Bongkar!!! Kenapa tidak?!
Tapi kalau ternyata tidak ada korupsinya, tidak ada aliran uangnya, tidak ada gratifikasinya, pemanfaatkan teknologi untuk merevitalisasi sumur tua itu harus dipuji!

Kita memang sulit melakukan terobosan di negeri ini. Tapi tidak boleh niat baik kalah oleh fitnah.



Berikan Komentar

dahlaniskan Lainnya
Patriotisme BRIsat di Orbit Luar Angkasa
Patriotisme BRIsat di Orbit Luar Angkasa
Senin, 05 Mei 2014 14:17 WIB
Dari Tual terbang ke Bali. Dulu jual sekarang beli. Itulah pantun yang tiba-tiba diucapkan seorang tokoh saat berada di dalam lift kantor pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI). Hari itu Direktur Utama BRI, Sofyan Basyir,
Dahlan Iskan Siap Ikut Konvensi Demokrat, Dari Wartawan Menuju Istana
Dahlan Iskan Siap Ikut Konvensi Demokrat, Dari Wartawan Menuju Istana
Kamis, 22 Agustus 2013 12:07 WIB
DITUNGGU banyak kalangan, akhirnya Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan jawaban. Mantan CEO Jawa Pos ini memastikan akan ikut dalam konvensi Demokrat untuk bersaing menjadi calon presiden RI 2014 mendatang.
Manufacturing Hope 88 Agar Digendong Binladin ke Mana-mana
Manufacturing Hope 88 Agar Digendong Binladin ke Mana-mana
Minggu, 04 Agustus 2013 23:14 WIB
Dua tahun lalu perusahaan ini masih sakit. Masih tergolek di ruang perawatan ICU. Tahun lalu tiba-tiba sehat. Dan kini bisa lari kencang. Larinya sampai ke luar negeri pula: PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Tidak Harus Tunggu James dan Sakhira Menua
Tidak Harus Tunggu James dan Sakhira Menua
Kamis, 22 Oktober 2015 19:00 WIB
MEMANG Colombia melahirkan penyanyi waka-waka Sakhira dan bintang Real Madrid James Rodriguez, tapi dua alasan berikut inilah yang membuat Colombia