Weekend
Klinik Bersalin Jadi Rumah Sakit
Sabtu, 15 Oktober 2011 09:39 WIB | Dibaca 977 kali
Klinik Bersalin Jadi Rumah Sakit
PANGKALPINANG - Beberapa klinik bersalin di Kota Pangkalpinang dalam waktu dekat akan segera ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit bersalin, karena mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 Tentang Klinik.
   
Hal tersebut dikatakan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Pangkalpinang, drg. Diah Catursini A. MM.Kes kepada Kamis (13/10). Menurut dia, dalam Permenkes, klinik terbagi dua kategori antara lain klinik utama dan pratama. Klinik utama dipimpin oleh dokter spesialis kandungan atau obgyn yang melayani operasi dan sebagainya yang nantinya akan diarahkan menjadi rumah sakit bersalin. Sedangkan untuk klinik pratama melaksanakan pelayanan medik dasar, dengan dokter umum sebagai penanggunjawabnya. "Sedangkan klinik bersalin aturan yang telah dikeluarkan tersebut kedepannya harus ditingkatkan menjadi rumah sakit bersalin. Jadi tidak lagi bisa mengajukan perpanjangan izin, tapi harus mengajukan peningkatan menjadi rumah sakit khusus atau rumah sakit bersalin," kata dia seraya menambahkan, dengan syarat menjadi rumah sakit bersalin ini diantaranya, memiliki kamar operasi, ruang bersalin, ruang perawatan, memiliki ambulance, kelengkapan peralatan medis, petugas medis dan sebagainya, untuk itu klinik utama yang ada diminta untuk segera mempersiapkan hal tersebut.
   
"kita sudah sosialisasikan, dan mereka bertahap memenuhi persyaratan yang diajukan. Kita tidak memaksa harus selesai dalam setahun, tetapi secara bertahap karena memang untuk menjadi rumah sakit bersalin itu banyak hal yang harus dilengkapi," terang Diah sembari menjelaskan pihaknya telah mensosialiasikan hal tersebut kepada total 16 klinik yang ada di Pangkalpinang tentang kategori klinik yang sesuai dengan aturan.  “Yang namanya klinik itu ada dokternya, ada stafnya yang bekerja sebagai perawat, jadi tidak bisa dia hanya tamat SMA membantu minimal dua orang perawat untuk membantu", tegasnya.
  
Untuk di Pangkalpinang yang masuk dalam kategori klinik utama ada empat yakni klinik Brizain, Klinik Aidil, Klinik Ridho, dan Klinik Lani telah mulai menerapkan itu secara perlahan untuk merubah menuju rumah sakit khusus.  “Ini sedang proses, dokter Brizain dan Rihdo sedang mempersiapkan peralatan. Dan rumah sakit bersalin seperti dokter Lani sedang mempersiapkan administrasinya. Bukan rumah sakit mungkin dia mau memberi contoh kali ke semua klinik bersalin mau ditingkatkan jadi rumah sakit. Jadi namanya bukan rumah sakit bersalin. Klinik pratama utama tadi. Spesialis namanya klinik utama," tutur Diah.
   
Dan Keempat tersebut, lanjut Diah, telah mulai melakukan persiapan untuk menuju perubahan tersebut. “Memang tidak mudah menuju kearah rumah sakit bersalin, rata-rata mereka terkendala amdal,karena memang sulit mendapatkan dan juga mahal biayanya, namun mau tidak mau mereka harus melaksanakannya,” imbuhnya.(ian)


comments powered by Disqus


EPaper Facebook twitter RSS
2015, Intel Keluarkan Smartphone Rp 1 Jutaan
2015, Intel Keluarkan Smartphone Rp 1 Jutaan
JAKARTA-Intel Indonesia mengungkap tren teknologi yang bakal muncul tahun depan. Selain menjelaskan mengenai Internet of Things, perusahaan juga mengungkap kemunculan produk smartphone baru berbasis `Intel Sofia`. Perusahaan mendukung kemunculan produk smartphone terbaru yang dibanderol dengan harga Rp1 jutaan.
Madrid Lolos Final Piala Dunia Antarklub
Madrid Lolos Final Piala Dunia Antarklub
MARRAKESH - Real Madrid berhasil melaju ke babak final Piala Dunia Antarklub 2014. Tiket itu diraih setelah Madrid sukses menekuk Cruz Azul dengan skor 4-0 (2-0) di Stade de Marrakech, Rabu (17/12) dini hari WIB.
Sekolah Bisa Ajukan Keberatan K-13 ke Dinas Pendidikan
Sekolah Bisa Ajukan Keberatan K-13 ke Dinas Pendidikan
PANGKALPINANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pangkalpinang membebaskan seluruh sekolah untuk menerapkan kurikulum, baik Kurikulum 2013 (K-13) maupun Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan/KTSP) pasca dihentikan sementara K-13 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Mitra Radar