Weekend
Klinik Bersalin Jadi Rumah Sakit
Sabtu, 15 Oktober 2011 09:39 WIB | Dibaca 904 kali
Klinik Bersalin Jadi Rumah Sakit
PANGKALPINANG - Beberapa klinik bersalin di Kota Pangkalpinang dalam waktu dekat akan segera ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit bersalin, karena mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 Tentang Klinik.
   
Hal tersebut dikatakan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Pangkalpinang, drg. Diah Catursini A. MM.Kes kepada Kamis (13/10). Menurut dia, dalam Permenkes, klinik terbagi dua kategori antara lain klinik utama dan pratama. Klinik utama dipimpin oleh dokter spesialis kandungan atau obgyn yang melayani operasi dan sebagainya yang nantinya akan diarahkan menjadi rumah sakit bersalin. Sedangkan untuk klinik pratama melaksanakan pelayanan medik dasar, dengan dokter umum sebagai penanggunjawabnya. "Sedangkan klinik bersalin aturan yang telah dikeluarkan tersebut kedepannya harus ditingkatkan menjadi rumah sakit bersalin. Jadi tidak lagi bisa mengajukan perpanjangan izin, tapi harus mengajukan peningkatan menjadi rumah sakit khusus atau rumah sakit bersalin," kata dia seraya menambahkan, dengan syarat menjadi rumah sakit bersalin ini diantaranya, memiliki kamar operasi, ruang bersalin, ruang perawatan, memiliki ambulance, kelengkapan peralatan medis, petugas medis dan sebagainya, untuk itu klinik utama yang ada diminta untuk segera mempersiapkan hal tersebut.
   
"kita sudah sosialisasikan, dan mereka bertahap memenuhi persyaratan yang diajukan. Kita tidak memaksa harus selesai dalam setahun, tetapi secara bertahap karena memang untuk menjadi rumah sakit bersalin itu banyak hal yang harus dilengkapi," terang Diah sembari menjelaskan pihaknya telah mensosialiasikan hal tersebut kepada total 16 klinik yang ada di Pangkalpinang tentang kategori klinik yang sesuai dengan aturan.  “Yang namanya klinik itu ada dokternya, ada stafnya yang bekerja sebagai perawat, jadi tidak bisa dia hanya tamat SMA membantu minimal dua orang perawat untuk membantu", tegasnya.
  
Untuk di Pangkalpinang yang masuk dalam kategori klinik utama ada empat yakni klinik Brizain, Klinik Aidil, Klinik Ridho, dan Klinik Lani telah mulai menerapkan itu secara perlahan untuk merubah menuju rumah sakit khusus.  “Ini sedang proses, dokter Brizain dan Rihdo sedang mempersiapkan peralatan. Dan rumah sakit bersalin seperti dokter Lani sedang mempersiapkan administrasinya. Bukan rumah sakit mungkin dia mau memberi contoh kali ke semua klinik bersalin mau ditingkatkan jadi rumah sakit. Jadi namanya bukan rumah sakit bersalin. Klinik pratama utama tadi. Spesialis namanya klinik utama," tutur Diah.
   
Dan Keempat tersebut, lanjut Diah, telah mulai melakukan persiapan untuk menuju perubahan tersebut. “Memang tidak mudah menuju kearah rumah sakit bersalin, rata-rata mereka terkendala amdal,karena memang sulit mendapatkan dan juga mahal biayanya, namun mau tidak mau mereka harus melaksanakannya,” imbuhnya.(ian)


comments powered by Disqus


EPaper Facebook twitter RSS
Samsung Pangkas Harga Ponsel
Samsung Pangkas Harga Ponsel
Lembaga riset IDC mencatat pangsa pasar Samsung pada kuartal kedua 2014 telah mengalami penurunan hingga 7 persen dari kuartal kedua 2013. Tercatat pangsa pasar Samsung mencapai 24,9 persen pada kuartal dua 2014, dari perolehan 32,2 persen pada kuartal dua 2013.
Juara Piala AFF Harga Mati
Juara Piala AFF Harga Mati
OPTIMISME mulai ditebarkan Alfred Riedl. Kepada media Vietnam, pelatih Indonesia asal Austria tersebut menegaskan kalau sekaranglah waktunya Garuda-julukan tim nasional (timnas) Indonesia, meraih gelar Piala AFF setelah hanya menjadi runner-up di empat kesempatan lolos ke final.
Kemenristek Dikti Bakal Hapus Kopertis
Kemenristek Dikti Bakal Hapus Kopertis
JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bakal menghapus keberadaan koordinasi perguruan tinggi swasta (kopertis). Saat ini terdapat 12 wilayah kopertis yang bertugas memberi pelayanan kepada kampus swasta seluruh wilayah Indonesia.
Mitra Radar