Polisi Bongkar Sindikat Peredaran Sabu


Polisi Bongkar Sindikat Peredaran Sabu

2 IRT Terlibat Jadi Pengedar

    MUNTOK - Sat Reskrim Narkoba Polres Bangka Barat (Babar) berhasil mengungkapkan sindikat peredaran sabu. Hal tersebut dibuktikan dengan diamankannya tujuh orang tersangka yang diduga kuat sebagai kurir, pengedar dan pemakai barang haram tersebut pada Sabtu (25/3).

    Jumpa pers Senin (3/4) kemarin, Kapolres Babar AKBP Hendro Kusmayadi menjelaskan penangkapan ketujuh pelaku tersebut bermula adanya informasi masyarakat yang mengatakan bahwa rumah kontrakan milik tersangka SN seringkali dijadikan tempat pesta narkoba.

    Atas dasar informasi tersebut, malam harinya  polisi melakukan penggerebekan. Didapati dua orang laki-laki yang sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Saat ini kedua orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan dititipkan ke Rutan Muntok Babat dengan inisial Sn dan Ak.

    "Dari tersangka Sn dan Ak ini kami menemukan beberapa barang bukti satu alat hisap sabu (bong-red), satu bungkus plastik bening berisi butiran kristal sejenis sabu dan beberapa alat bukti lain yang diamankan dari kontrakan tersangka SN yang beralamat di Kampung Sawah Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok," ujar Hendro didampingi Kasat Reskrim Narkoba Polres Babar AKP Andri Eko Setiawan.

    Masih dijelaskan Hendro, dari hasil pengembangan terhadap dua tersangka tersebut, Sat Resnarkoba Polres Babar mengamankan lima tersangka lain. Yakni, Np dan Yn yang diketahui berprofesi sehari-hari selaku Ibu Rumah Tangga (IRT), serta pada hari yang sama polisi juga mengamankan Wn. 

    "Ketiga orang ini diduga kuat sebagai pengedar. Karena dari tangan tersangka ditemukan beberapa barang bukti yang memperkuat mereka adalah pengedar. Puluhan bungkus plastik bening ditemukan di rumah tersangka, dimana barang bukti tersebut diletakkan pelaku di kamar mandi," terang Hendro.

    Selain itu, polisi juga mengamankan tersangka Er alias Wn di Kampung Jawa Lama Kelurahan Sungai Daeng. Tersangka Er diamankan hasil pengembangan dari tersangka Yn dan Nf. Pengungkapan dan pengembangan kasus tersebut terus saja berlanjut. Bahkan saja, polisi ikut meringkus pengguna dan kurir narkoba yang masih dalam satu jaringan yang sama. 

    "Kami terus melakukan pengembangan dan akhirnya kami mengamankan tersangka Fr yang diduga sebagai pemakai. Selain FR, kami juga mengamankan Ro alias Eo yang diduga sebagai pengedar, karena dari tangan tersangka didapatkan barang bukti sebanya 8 paket sabu dimana 7 diantaranya sudah terjual. Barang tersebut pun didapatkan Ro dari tersangka Nf," jelasnya lagi.

    Lebih jauh dijelaskan Hendro, total keselurahan narkoba yang berhasil diungkapkan pihaknya pada 7 orang tersangka tersebut sebanyak 58,22 gram. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lain seperti kertas slip tranfers uang yang diduga hasil dari penjualan barang tersebut dan beberapa alat bukti lainnya. "Ini merupakan jaringan pengedaran sabu di Babar. Dimana barang tersebut dipasok dari wilayah Palembang, dan yang diamankan ini rentetannya ada yang bertindak sebagai kurir, pengedar dan pemakai," terangnya.

    Dirinya menegaskan, kasus tersebut masih dalam tahap pengembagan dan penyelidikan lebih lanjut. Bahkan diakuinya polisi telah mengantong nama pemasok barang haram tersebut dan ditetapkan sebagai target operasi (TO) Polres Babar. "Jadi kasus ini tidak berhenti pada 7 tersangka ini, kami akan terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Bahkan, kami sudah menetapkan satu orang TO yang hingga kini masih dalam tahap pengejaran," pungkasnya.

    Sementara itu, Kasat Res Narkoba Polres Babar AKP Andri Eko Setiawan mengatakan ketujuh tersangka telah diamakan di Mapolres Babar berikut barang bukti. Dua diantara tersangka tersebut yakni Sn dan Ak dititipkan di Rutan Muntok mengingat kondisi sel tahanan Mapolres sudah penuh dengan tahanan lainnya. Andri menerangkan ketujuh tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan penjara minimal lima tahun maksimal 20 tahun.(ray)







Berikan Komentar

Perspektif Lainnya
ICDX, Diantara Pro dan Kontra
ICDX, Diantara Pro dan Kontra
Senin, 21 Agustus 2017 07:27 WIB
Meski sudah ada sejak 2013, keberadaan Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (Indonesia Commodity and Derivatives Exchange/ ICDX) ternyata masih menuai
Potret 72 Tahun Indonesia Merdeka
Potret 72 Tahun Indonesia Merdeka
Senin, 21 Agustus 2017 04:18 WIB
BEBERAPA bulan terakhir, Indonesia ditimpa oleh berbagai masalah krusial, yang membuat pemerintah belum dapat mengantarkan negara ini ke arah yang
Tiga Tantangan Dasawarsa Kelima
Tiga Tantangan Dasawarsa Kelima
Jum'at, 11 Agustus 2017 01:53 WIB
TIGA perkembangan mengemuka seiring dengan perjalanan ASEAN memasuki dasawarsa kelima. Selain mengemukakan konfigurasi aktual, ketiganya mengetengahkan tantangan yang tidak mudah.
Negara Maritim, tapi Garam Langka
Negara Maritim, tapi Garam Langka
Kamis, 03 Agustus 2017 03:26 WIB
BEBERAPA pekan ini kita dibuat kebingungan dengan adanya pemberitaan garam yang langka dan harga melonjak. Kondisi tersebut terjadi di semua