Tahun Baru; Kombinasi Refleksi dan Resolusi


Tahun Baru; Kombinasi Refleksi dan Resolusi

Oleh : Shofiya Laila Alghofariyah*

    BULAN Desember telah melewati masa penghujungnya, mengisyaratkan bahwa tahun lama digantikan oleh tahun baru. Seperti hari-hari besar lainnya, tahun baru pun tidak lepas dari acara perayaan. Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai Kaisar Roma. Ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mengganti sistem penanggalan tersebut, Ia dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Mesir. 

    Agenda istimewa yang dinanti-nantikan banyak orang dalam menyambut tahun baru adalah malam tahun baru. Malam tahun baru adalah petang hingga malam hari tanggal 31 Desember yang merupakan hari terakhir dalam tahun kalender gregorian, sehari sebelum tahun baru. Dalam kebudayaan Barat, malam tahun baru dirayakan dengan pesta dan berkumpul bersama kerabat. Di sejumlah kota besar dunia, malam tahun baru dirayakan dengan pesta bersama di lapangan terbuka untuk menanti detik-detik pergantian tahun. 

    Termasuk di Indonesia, masyarakat sangat antusias dalam menyambut malam pergantian tahun baru. Pemerintah biasanya memberikan fasilitas berupa panggung hiburan yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Setiap orang pun larut dalam kebahagiaan malam tahun baru, dibalik riuh gemuruh petasan dan terompet. Dibawah naungan kembang api yang menghujani langit kota. Selain pemerintah, berbagai channel televisi pun berlomba-lomba untuk menyuguhkan acara semeriah mungkin. Mereka berusaha mendatangkan selebritis sebanyak-banyaknya.
madharat dibalik manfaat

    Beberapa pihak merasa ada keberkahan tersendiri dengan adanya perayaan tahun baru. Seperti pedagang terompet dan kembang api dadakan yang bisa mendapatkan penghasilan lebih dari hari-hari biasanya. Event organizer yang kebanjiran job untuk merancang konsep pesta malam tahun baru, hingga para selebritis yang mendapat undangan untuk meramaikan panggung hiburan. Rakyat pun juga bersuka cita atas adanya panggung hiburan tersebut.

    Selain menguntungkan beberapa pihak, ternyata perayaan malam tahun baru juga menimbulkan beberapa madharat. Biasanya malam tahun baru diwarnai dengan kemacetan di jalan raya. Lalu lintas akan lebih padat dari hari-hari biasanya karena dipenuhi oleh kendaraan yang ingin menuju tempat-tempat perayaan malam tahun baru. Tidak dapat dipungkiri, keadaan tersebut dapat menyebabkan rawan kecelakaan. Serta setiap orang biasanya membeli terompet, petasan, serta kembang api. Tujuannya hanya untuk bersenang-senang dalam satu malam. Bahkan banyak muda-mudi berlalu-lalang berboncengan dengan lawan jenis untuk berhura-hura di pusat kota.
 
    Perayaan malam tahun baru juga termasuk Israaf atau berlebihan karena terkesan menghambur-hamburkan harta tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah menggelontorkan dana cukup fantastis untuk menyewa panggung hiburan. Dengan dalih untuk menarik wisatawan, tetapi faktanya keuntungan tidak sebanding dengan dana yang digelontorkan. Bahkan tak jarang pemerintah harus kembali mengeluarkan dana untuk memperbaiki taman-taman yang rusak karena diinjak-injak oleh pengunjung.
Merubah habit


    Kebiasaan turun-temurun masyarakat untuk berhura-hura pada malam tahun baru sepertinya sudah mendarah daging. Malam tahun baru terlewatkan begitu saja tanpa ada kesan mendalam yang dapat mengoreksi kehidupan pada tahun lalu dan resolusi pada tahun yang baru. Maka sebagai generasi muda perlu membuat terobosan baru dalam memaknai malam pergantian tahun. Seperti yang dikatakan oleh Socrates, bahwa hidup yang tidak direfleksikan maka tidak pantas untuk dihidupi. Maka sebagai bangsa yang beradab, alangkah lebih baiknya jika lebih bijak dalam melewatkan malam tahun baru. Salah satunya adalah merefleksi kekurangan-kekurangan di tahun lalu. Karena Indonesia adalah negara berkembang yang mempunyai banyak kekurangan yang harus segera diselesaikan. 

    Konflik SARA adalah permasalahan besar yang melanda Indonesia di tahun 2016. Maka alangkah lebih baiknya jika pemerintah mengadakan perayaan yang dapat menyadarkan semua umat beragama untuk saling menghargai satu sama lain. Karena sangat miris jika kasus penistaan agama dan pengeboman tempat ibadah akan terulang kembali. Maka pihak televisi pun seharusnya menyuguhkan acara yang berkualitas. Tidak hanya sekadar hura-hura. Jika masih sulit untuk melepaskan kebiasaan berhura-hura dengan panggung hiburan, maka sebaiknya di panggung hiburan tersebut juga diselipkan kegiatan amal yang dapat membantu masyarakat yang kurang beruntung. Seperti para penyandang tuna raga dan tuna wisma.

    Ada refleksi, maka ada pula resolusi.  Hidup manusia akan lebih terarah dan mempunyai rencana yang terukur jika mempunyai daftar prioritas. Prioritas atau target yang ingin dicapai itulah yang disebut dengan resolusi. Resolusi untuk satu tahun ke depan sangat penting. Manusia yang mempunyai target akan berbeda dengan yang tanpa target. Ia akan lebih semangat dan memiliki strategi dalam menjalani kegiatan supaya tergetnya tercapai. Sedangkan yang tidak mempunyai target maka akan berjalan seadanya dan semampunya. Maka sebagai generasi muda, marilah memaknai malam tahun baru dengan penuh hikmah. Wallahu a’lamu bi al showab.(**)

*Peneliti Muda Monash Institute Semarang dan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang







Berikan Komentar

Perspektif Lainnya
Toleransi Di Malam Takbiran
Toleransi Di Malam Takbiran
Kamis, 22 Juni 2017 00:29 WIB
"...dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang telah Allah berikan kepadamu..." (QS. al-Baqarah:185).
Pujian Menjelang Salat Fardhu
Pujian Menjelang Salat Fardhu
Minggu, 28 Mei 2017 11:22 WIB
ALLAHUMMA barik lana fi rajaba. Speaker masjid al-Taqwa yang berjarak satu kilometer dari rumahku melantunkan ‘pujian’ menjelang salat Isya’. Masyarakat
Polisi Bongkar Sindikat Peredaran Sabu
Polisi Bongkar Sindikat Peredaran Sabu
Rabu, 05 April 2017 09:53 WIB
MUNTOK - Sat Reskrim Narkoba Polres Bangka Barat (Babar) berhasil mengungkapkan sindikat peredaran sabu. Hal tersebut dibuktikan dengan diamankannya tujuh
Polres Basel Giatkan Patroli Malam
Polres Basel Giatkan Patroli Malam
Rabu, 05 April 2017 09:53 WIB
TOBOALI - Polres Bangka Selatan (Basel) dan jajarannya kembali melaksanakan operasi kepolisian di beberapa titik yang berbeda pada waktu bersamaan.