Noviendi Makalam, Si Penjaga Wonderful Indonesia. Malaysia Habis-Habisan, Thailand Gila-Gilaan
Oleh INDOPOS / RADAR BANGKASenin, 16 Mei 2011 15:28 WIB | Dibaca 278 kali
Noviendi Makalam, Si Penjaga Wonderful Indonesia. Malaysia Habis-Habisan, Thailand Gila-Gilaan
DESIGN : ALLY MUHAMMAD

PRIA berbadan subur ini paling susah jika ditanya; “Aslinya mana?” Si pemilik nama Noviendi Makalam ini pun merasa tak enak hati menyebut dirinya berasal dari Jambi. Karena penggemar grup musik legendaris Queen ini juga punya darah Ambon. Kawan-kawan kuliahnya di Bournemouth, Dorset, sebuah kota kecil di Inggris sana menyebutnya, Si Jambon! Peranakan Jambi dan Ambon.

TAPI Noviendi tak marah kalaupun disapa oleh kawan-kawan dekatnya seperti itu. Suami Ratu Dina N. Makalam ini selama di Arabian Travel Maret, 2-5 Mei 2011 lalu di Dubai, Uni Emirat Arab, dikenal sebagai penjaga pos “Wonderful Indonesia. ”Persisnya di Exhibition Hall 8, Booth No. AS710. Dari jam 10.00 tet sampai lewat jam 17.00 waktu sana, dia selalu stand by di lokasi.

”Hampir setiap hari, stand Merah Putih didatangi media, baik cetak maupun elektronika. Mereka menginterview soal Indonesia, dan itu adalah sarana promosi kami yang harus dilayani dengan baik dan benar,” kata Noviendi Makalam, Direktur Pemasaran Luar Negeri, Ditjen Pemasaran, Kemenbudpar RI, kepada INDOPOS (RB Group). 

Pria berambut ikal dan berkacamata ini dua hari mendampingi Sapta Nirwandar, Dirjen Pemasaran Kemenbudpar RI yang setiap hari terus diburu reporter-reporter media di sana. Dua hari selanjutnya, dilanjutkan oleh Noviendi. Terkadang, dalam satu waktu, ada dua penginterview, sehingga dua pejabat itu sama-sama diwawancara.

”Kami senang, karena mereka juga menginformasikan wonderful Indonesia di media UEA,” jelas Novie yang akhirnya dibilang sebagai “si penunggu” Wonderful Indonesia itu. Salah satu rilis yang ditulis di media center berjudul “Indonesia Tourism Incorporated is again staged on at ATM Dubai” cukup menantang orang untuk melihat Indonesia. Di situ dijelaskan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan 17.500 pulau lebih. Ada ratusan kebudayaan, pantai yang indah, bangunan heritage yang masuk kategori UNESCO World Sites, seperti candi Borobudur dan Prambanan, tempat belanja super murah di Jakarta dan Bandung. Ada banyak padang golf berstandar internasional, spa dangan tradisional treatments, pemandangan yang khas seperti hijau pepadian, di sana-sini hijau daun dan pohon. 

”Ya, itulah angel yang kami tonjolkan saat ditanya oleh media di EUA. Kami sudah pelajari, karakter pasar di Timur Tengah. Yang mereka tidak punya, sementara di Indonesia tersedia begitu melimpah. Itulah yang kami jual,” ungkap Noviendi yang juga pecinta karya-karya Eric Clapton itu. 

Novie juga memamerkan kopi khas Indonesia, yang susah dicari padanannya, yakni kopi luwak. Di salah satu sudut di booth Indonesia yang didesain dengan menonjolkan batik dan warna gelap itu juga diperkenalkan kopi yang langsung diproses dari biji kopi kering. Tiap hari orang antre mencicipi kopi khas Indonesia tersebut. Kebetulan, booth Indonesia berada di dekat panggung kecil untuk performance masing-masing kesenian khas peserta. 

”Kami juga tampil dengan tarian kreasi yang berbasis pada kesenian daerah, seperti Giring-Giring Kalimantan, Jaipong Sunda, Rampak Kendang Banjarnegara, dan beberapa daerah lain,” jelasnya. 

Penampilan Indonesia boleh dibilang maksimal, meskipun ada satu dua hal kecil yang harus diperbaiki. Negara tetangga sebelah, Malaysia dan Thailand lebih “habis-habisan” dan terasa “ngotot” menggarap tempat pamerannya yang berimpitan dengan RI.

Malaysia yang bangga sebagai “Truly Asia” itu menonjolkan desain rumah panggung, membuat arena pentas sendiri di depan, dengan penari-penari melayu, dan tidak mau kalah dengan RI. Begitu tahu RI membagikan kopi khas, mereka pun hari kedua langsung mempromosikan dan membagikan teh tariknya. Teh pakai susu, yang sebetulnya minuman khas Medan dan Aceh itu. Thailand dengan semboyan “Amazing”- nya lebih gila-gilaan lagi. Mereka menambah struktur electric-nya, dengan ribuan watt lighting tambahan. Stand-nya menjadi putih, terang, jernih, dan menenggelamkan tempat lain karena cahaya. Yang lebih banyak dijual adalah pantai putih, hijau pepohonan dan bungabunga. ”Kita memang bersaing dengan mereka, dalam menjual paket pariwisata. Dan kami akan terus serius menggarapnya. Mudah-mudahan target kami segera terlampaui,” harap pria yang karya fotografinya sering dipajang di arena pameran itu. (don)


comments powered by Disqus


EPaper Facebook twitter RSS
Lia Furniture Elektronik, Bisa Cash & Kredit
Lia Furniture Elektronik, Bisa Cash & Kredit
PANGKALPINANG - Sukses mengembangkan usahanya sejak 6 tahun silam, Marliani, pemilik galeri Lia Furniture & Elektronik kini melengkapi usahanya dengan beragam produk handpohone bermerk dan berkualitas. Beragam produk handphone ini dapat Anda miliki dengan pembayaran cash dan credit sesuai kemampuan Anda. Bahkan untuk kredit juga suku bunga sangat terjangkau dan tenor minimal 10 bulan.
Romario : Penjarakan PSSI Brazil!
Romario : Penjarakan PSSI Brazil!
BRASILIA-Legenda sepakbola Brasil Romario geram dengan hasil memalukan yang dituai tim nasional Brasil dalam Piala Dunia 2014. Pria yang kini berprofesi sebagai pengacara itu meminta para petinggi federasi sepakbola Brasil (CBF) dipenjara.
Dicari 100 Ribu Peserta Pelatihan Indonesia Digital Learning
Dicari 100 Ribu Peserta Pelatihan Indonesia Digital Learning
JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk meluncurkan program “Indonesia Digital Learning”. Program ini merupakan pelatihan dengan sertifikasi internasional meningkatkan pemahaman penggunaan internet.
Mitra Radar