Kolaborasi Gambus Usni-Akil Bujang Pukau Penonton


Kolaborasi Gambus Usni-Akil Bujang Pukau Penonton

    TANJUNGPANDAN - Kolaborasi Seniman Gambus Belitong Usni Mariosha dan Akil Bujang bersama 13 anak-anak dari Sanggar Mayang Pinang, berhasil mencuri perhatian masyarakat dalam Festival Negri Laskar Pelangi (FNLP) 2016. Usni Mariosha dan kawan-kawan, nampak sukses menyihir ratusan mata, agar tetap menyaksikan FNLP di sekitar Boulevard Satam Tanjungpandan, Sabtu (22/10) malam. 

    “Kolaborasi ini salah satu upaya untuk regenerasi ke depan. Kita akan tetap memberikan motivasi terutama kepada anak-anak kita agar seni budaya kita tetap terjaga. Baik sekarang maupun di waktu yang akan datang,” kata Usni, saat ditemui Belitong Ekspres (Group RB).

    Diungkapkan Usni, kolaborasi ini  agar tradisi tersebut tetap terjaga dan regenerasi tersebut sesuai harapan. Namun, dibutuhkan peran serta orang tua dalam menggerakkan anak dalam mengenal seni budaya daerah yang dimiliki.

    ”Secara pribadi terus terang saja, penampilan yang disajikan bukan untuk pamer, tetapi lebih mendorong anak-anak kita untuk berkesenian. Sebagai orang tua, baik saya maupun Akil Bujang akan menularkan ilmu yang dimiliki untuk melestarikan seni budaya,” jelasnya.

    Menurut Usni, pembinaan anak-anak usia dini dalam menanamkan jiwa seni budaya sangat diperlukan. Sebab, sangat berdampak untuk ke dapan, terutama kesiapan mental disaat tampil di hadapan ratusan penonton. 

    “Kalau dari Sanggar Mayang Pinang yang dikelola saudara Suhami, mulai Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD). Kenapa lebih prioitas anak TK, jadi ketika sudah tumbuh dewasa nantinya sudah matang,” jelasnya.

    Usni berharap, baik sekarang maupun yang akan datang orang tua mensuport anak-anaknya untuk mencintai seni budaya yang dimiliki daerah. Khawatir, jika tidak ditanamkan sejak dini, hal yang tidak diinginkan terjadi. Sebab, anak-anak diharapan bisa dijadikan generasi masa depan.

    “Minimal orang tua mengajak anak-anaknya menyaksikan pentas seni budaya. Berawal dari situ dulu, mencintai ke daerah yang sudah ada sejak dulu. Apalagi ke depan Belitung dijadikan daerah pariwisata, jadi apa yang ditinggalkan orang tua dulu harus ditarikan,” pesannya.(mg2)







Berikan Komentar

Budaya Lainnya
Pesta Budaya Pop Terbesar Dibuka Hari Ini
Pesta Budaya Pop Terbesar Dibuka Hari Ini
Sabtu, 22 Juli 2017 17:14 WIB
PERGELARAN budaya pop terbesar Amerika Serikat, San Diego Comic-Con (SDCC), bakal berlangsung mulai Kamis waktu setempat (20/7) atau hari ini,
16 Permainan Tradisional Indonesia Ditampilkan di Inggris
16 Permainan Tradisional Indonesia Ditampilkan di Inggris
Kamis, 20 Juli 2017 19:22 WIB
LONDON - Sebanyak 16 permainan tradisional diperkenalkan pada event Indonesian Weekend di London, 22-23 Juli 2017.
Situs Budaya Hindu Berusia 1 Abad Digondol Maling
Situs Budaya Hindu Berusia 1 Abad Digondol Maling
Senin, 17 Juli 2017 13:19 WIB
SAMPIT - Patung Sapundu di Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan, Kalimantan Tengah digondol maling, Senin (10/7) sekitar pukul 02:00
Kesenian Dambus
Kesenian Dambus
Kamis, 13 Juli 2017 20:43 WIB
BANGKA BELITUNG sebagai salah satu daerah rumpun melayu di Indonesia memiliki kesenian dan kebudayaan yang masih kental dengan adat melayu