Layani Liburan Tahun Baru, BCA Siapkan Rp 15 Triliun


Layani Liburan Tahun Baru, BCA Siapkan Rp 15 Triliun

PT Bank Central Asia (BCA) menyatakan kesiapannya untuk hadir melayani kebutuhan nasabah selama libur Tahun Baru 2017.

Selama long weekend, BCA telah menyiapkan uang tunai mencapai Rp 15 triliun untuk mengantisipasi melonjaknya transaksi nasabah.

“Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, BCA telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 15 Triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai masyarakat dan akan memberikan layanan terbaiknya hingga libur Tahun Baru," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

Selain penyediaan uang tunai, BCA juga melakukan persiapan di seluruh mesin ATM BCA.

Nasabah tetap bisa menggunakan layanan electronic channel seperti ATM BCA, internet banking (KlikBCA), mobile banking (m-BCA) dan SMS Banking, selama liburan Natal & Tahun Baru.

Untuk setoran tunai, nasabah bisa menggunakan ATM Setoran Tunai dan ATM STAR (Setor Tarik) BCA yang selalu siap 24 jam.

“Jadi ATM BCA selalu siaga melayani masyarakat yang ingin bertransaksi,” kata Jahja.(chi/jpnn)







Berikan Komentar

Probis Lainnya
Harga Cabai Rawit Turun Rp 20 Ribu
Harga Cabai Rawit Turun Rp 20 Ribu
Selasa, 17 Januari 2017 13:09 WIB
PANGKALPINANG - Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kini Rp100.000 atau turun Rp20.000 per
Siapkan 33.372 Kursi Tambahan
Siapkan 33.372 Kursi Tambahan
Selasa, 17 Januari 2017 13:07 WIB
JAKARTGA - Sriwijaya Air Group menyediakan sebanyak 33.372 kursi tambahan untuk rute Jakarta – Pangkalpinang, Jakarta–Pontianak dan Palembang–Pangkalpinang.
Seleksi Alam E-Commerce Bakal Terjadi
Seleksi Alam E-Commerce Bakal Terjadi
Selasa, 17 Januari 2017 13:01 WIB
AKARTA - Booming situs e-commerce masih terjadi di negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia.
Akhir dari Yahoo, Bakal Ganti Nama jadi Altaba
Akhir dari Yahoo, Bakal Ganti Nama jadi Altaba
Selasa, 10 Januari 2017 16:51 WIB
Perusahaan internet besar di dunia, Yahoo mengonfirmasi kepala eksekutif mereka, Marissa Mayer telah berhenti dari dewan perusahaan, setelah Yahoo merger