Lima Truk Bermuatan Kayu Belasan Meter Macetkan Lalulintas, Ini Penjelasan Dishut Babel


Lima Truk Bermuatan Kayu Belasan Meter Macetkan Lalulintas, Ini Penjelasan Dishut Babel

SUNGAILIAT - Lima unit truk bermuatan kayu diduga jenis Seruk dengan panjang diatas 10 meteran sempat membuat macet arus lalu lintas di ruas jalan Desa Kimak pada Minggu (10/3) malam.

Menurut keterangan informan masyarakat di lokasi yang ingin dirahasiakan identitasnya kepada Radar Bangka, bahwa kayu-kayu seruk dengan panjang sekira 12 meteran itu keluar dari arah Desa Dalil kemudian diangkut menuju pantai Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka disebut-sebut dipergunakan untuk bagan.

"Aktivitas ini sempat membuat macet arus lalulintas di ruas jalan Desa Kimak pak, walaupun ada anggota Polsek Merawang mengawalnya dengan mobil dinas Polsek," katanya.

Kemudian, dari keterangan anggota didapatkan informasi jika kayu-kayu itu disebut-sebut milik Bidu. "Keterangan dari pak polisi katanya kayu-kayu itu milik Bidu, ini ada rekaman videonya silahkan dikonfirmasikan ke pihak terkait pak karena kami masyarakat ini tidak tahu sejauhmana ijin atau legalitasnya kayu-kayu belasan meter ini," katanya.

Lanjutnya, setidaknya dalam sepekan ini sudah dua kali pengangkutan itu dilakukan yakni pada Rabu sekitar pukul 01.00 WIB dan Minggu hari ini selepas magrib. 

"Bahkan, menurut keterangan salah satu supir truk pengangkut kayu tadi, sudah tiga hari ini kayu tak bisa keluar dari lokasi karena banyak air. Kami juga agak bingung, penjelasan dari Pak Polisi tadi kayu disebut-sebut milik Bidu ini berasal dari Desa Jurung sementara keterangan pak sopir berasal dari Desa Dalil," tanyanya.

Sementara itu, Mulyadi, Polhut KPHP Sigambir Kotawaringin saat dikonfirmasi, jika aktivitas pengangkutan kayu itu memang dilakukan pada malam hari dengan dikawal Patwal. "Memang malam keluar kayunya, mereka dikawal Patwal dan mereka ada ijinnya, namun kalau mau konfirmasi ke Dinas Propinsi saja," sarannya.

Sedangkan menurut Ibnu Hajar, Kasi Pengembangan Hasil Hutas Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung mengatakan, untuk sementara kalau kayu-kayu milik Bidu asalnya dari hutan hak milik masyarakat di Desa Dalil yang ada ijin dari Dinas. 

Lanjutnya, memang sekarang ini tengah musim angkut bahkan hampir dipastikn dalam sepekan ini setiap malam pengangkutan dilakukan karena dikejar waktu. "Kendati demikian, untuk kebenarannya harus dicek dokumen dan cek lapangan," kata Ibnu kepada Radar Bangka, Minggu malam.

Saat ditanyakan apakah secara kontinyu dilakukan survey atau cek lokasi wilayah ijin penebangan para pemohon. Karena persoalannya sekarang ini sudah cukup susah untuk menemukan kayu besar dengan panjang mencapai belasan meter yang masih ada di hutan masyarakat dalam jumlah banyak.

Maka, Ibnu pun menjelaskan, semua pemohon melampirkan atas hak dan setiap pemohon izin pasti dicek lokasinya oleh tim dari Dinas Kehutanan dan KPH.

Kemudian, saat dikonfirmasi kembali apakah bisa dipastikan jika aktivitas penebangan kayu milik Bidu saat ini semuanya legal?. Lantas, Ibnu menegaskan, untuk jelasnya dirinya perlu cek dokumen terlebih dahulu. (and)





Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
PJU Solar Cell Tidak Berstandar SNI? Cek Spesifikasi, Kajari Minta PJU Diturunkan
PJU Solar Cell Tidak Berstandar SNI? Cek Spesifikasi, Kajari Minta PJU Diturunkan
Jum'at, 22 Maret 2019 11:18 WIB
SUNGAILIAT - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, Jeffry Huawe didampinggi Kasi Inte Andi turun langsung kelokasi, untuk melihat
Horming Warga Kace Hibahkan Tanah 1,5 Hektar Untuk Pembangunan Sekolah
Horming Warga Kace Hibahkan Tanah 1,5 Hektar Untuk Pembangunan Sekolah
Rabu, 20 Maret 2019 15:56 WIB
SUNGAILIAT - Horming, Tokoh Masyarakat ( Tomas) Desa Kace Kecamatan Mendo Barat, Bangka rela menghibahkan tanah seluas 1,5 hektar
Kepala UPLB PT Timah Belinyu : Izin KIP di Perairan Remondong Legal, Nelayan Tetap Tolak Aktifitas KIP
Kepala UPLB PT Timah Belinyu : Izin KIP di Perairan Remondong Legal, Nelayan Tetap Tolak Aktifitas KIP
Senin, 18 Maret 2019 19:44 WIB
SUNGAILIAT - Kepala UPLB PT Timah Tbk Belinyu, Ali Samsuri menegaskan jika Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan PT Timah
Ratusan Massa Gruduk Kantor UPLB PT Timah Tbk Belinyu
Ratusan Massa Gruduk Kantor UPLB PT Timah Tbk Belinyu
Senin, 18 Maret 2019 13:12 WIB
BELINYU - Ratusan massa tergabung dalam nelayan Bangka, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengelar unjukrasa di kantor Unit