Tim Kerja Dana Kompensasi KIP Terbentuk


Tim Kerja Dana Kompensasi KIP Terbentuk

SUNGAILIAT - Tim kerja penerima dana kompensasi kapal isap produksi (KIP) IUP PT Timah untuk masyarakat pesisir di wilayah Kota Sungailiat Kabupaten Bangka telah dibentuk dengan kepengurusan yang baru. Pembentukan tim itu sendiri digelar di ruang Camat Sungailiat pada Sabtu (25/8) siang setelah berulang kali sebelumnya menggelar rapat pertemuan dan sejumlah pembahasan.

Usai rapat pembentukan tim, Camat Sungailiat Suhardi diwakili sekertaris camat (Sekcam) Al Imron menegaskan rapat yang telah digelar tersebut mudah-mudahan sudah final menindaklanjuti pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya dan membentuk pengurus baru. Hasil rapat tadi, Kepala Lingkungan (Kaling) Paritpekir Darwanto terpilih sebagai ketu tim dengan beranggotakan 10 Kaling wilayah pesisir Sungailiat. 

"Mudah-mudahan ini rapat yang terakhir lah ya. Namun intinya pembahasan kita bukan masalah digelapkan dana sekitar Rp 1,3 sekian oleh panitia kip yang lama, sebab itu sudah larinya ke ranah hukum, aparat untuk menyelesaikannya dan kemarin masyarakat juga telah melaporkan dana (penggelapan) itu ke Mapolres Bangka. SK yang panita lama bukan SK dari Camat, itu hanya berita acara hasil musyawarah para Kaling, begitu mandat dicabut Kaling, otomatis gugur, jadi bubar secara tidak langsung," sebut Al Imron kepada harian ini.

Bukan fokus diatas rapat pembentukan tim yang digelar itu dikatakan Al Imron melainkan untuk membahas bongkar muat teknis untuk menerina dana kompensasi kedepannya. Apalagi pihak KIP jika tidak melakukan bongkar muat akan merugi sehingga harus beroperasi dan inilah menjadi tugas tim kerja pengurus baru.

"Ketika panitia lama tidak dapat dipercaya otomatis dibentuk tim baru, namanya bukan lagi yang sekarang panitia kip, sudah dihapuskan dan berganti menjadi
tim kerja. Mengenai tugas pokok fungsi tim kerja ini berhubung baru dibentuk, nanti ada rapat lanjutan untuk mematangkan yang akan diarahkan teknisnha oleh tim pengawas baik itu pemerintah (kecamatan), kepolisian dan TNI," sambung dia. 

Al Imron menyebutkan besaran dana kompensasi yang diterima masyarakat pesisir dari KIP IUP PT Timah Tbk 1.500 kilogram perorangnya untuk 4.500 orang di 4 kelurahan dan 10 lingkungan Kota Sungailiat. Pencairan biasanya dilakukan per 6 bulan sekali dan dalam setahun artinya ada 2 periode. 

Antisipasi yang dilakukan pihaknya agar kedepan tidak kembali terjadi penyelewengan dengan membuat rekening bersama dan transparan. Mekanisme pencairan sudah banyak kamar yang harus dilalui baik di pemerintahan, kepolisian dan TNI serta harus mendapat rekomendasi dari Camat. Tim kerja juga harus selalu melaporkan ke tim pengawas terkait apa saja yang berhubungan dengan dana kompensasi temasuk dana yang masuk hak nelayan 1500 perkilogram.

"Rekening bersama untuk penyaluran dana kompensasi dibuat agar tidak disalahgunakan, gak bisa yang ngambil perseorangan yang bisa terjadi penggelapan, itu rekenjng tunggal yang disalahgunakan dan pencairan pakai izin rekomendasi camat. Artinya berjenjang kita adopsi mekanisme keuangan daerah, backup supaya hak sampai ke masyarakat dan tepat sasaran. Mudah-mudahan tim kerja yang baru ini semuanya amanah," harapnya.(dev)




Banner

Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
Tahun Ini, Masjid Arrokiin Parit Pekir Potong 3 Sapi
Tahun Ini, Masjid Arrokiin Parit Pekir Potong 3 Sapi
Senin, 03 Agustus 2020 16:03 WIB
SUNGAILIAT – Setelah melaksanakan Sholat Idul Adha 1441, Masjid Arrokiin, tepatnya berlokasi di Parit Pekir, Kecamatan Sungailat, Kabupaten Bangka pemotongan
Berawal Dari Youtube, Gubernur Erzaldi dan Ibu Melati Cicipi Kembang Tahu Budi
Berawal Dari Youtube, Gubernur Erzaldi dan Ibu Melati Cicipi Kembang Tahu Budi
Minggu, 26 Juli 2020 14:58 WIB
SUNGAILIAT - Di tengah-tengah agenda yang padat, Gubernur Erzaldi menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan salah satu pelaku UMKM di Sungailiat
Ponpes Mahad Islam Jamalullail Miliki Potensi Tambak Udang Vaname
Ponpes Mahad Islam Jamalullail Miliki Potensi Tambak Udang Vaname
Minggu, 26 Juli 2020 14:56 WIB
BELINYU - Gubernur Erzaldi mengunjungi kawasan Pondok Pesantren Mahad Islam Jamalullail yang dipimpin oleh Fitriawan. Pendidikan pondok pesantren ini tersedia
Ibu Melati Yakin Produk UMKM Belinyu Dapat Dipasarkan di Nasional Hingga Internasional
Ibu Melati Yakin Produk UMKM Belinyu Dapat Dipasarkan di Nasional Hingga Internasional
Sabtu, 25 Juli 2020 20:40 WIB
BELINYU - Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi meninjau pelaku usaha kecil yang bergerak di bidang makanan