Silvi Divonis 7 Tahun Penjara


Silvi Divonis 7 Tahun Penjara

PANGKALPINANG - Sungguh miris apa yang menimpa Silviana Prihartini alias Silvi, PNS di instansi DPPKAD Kabupaten Bangka. Akibat perbuatan korupsi penyimpangan dana bantuan sosial (bansos) kematian tahun anggaran 2015, gadis cantik ini dijatuhi vonis hukuman kurungan penjara selama 7 tahun, Kamis (11/1).

Tak cuma itu, Silvi juga dikenakan denda sebesar Rp 400 juta. Jika denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan sangsi hukuman pidana kurungan penjara selama 6 bulan terhadap terdakwa Silvi.

"Menghukum terdakwa Silvi pula untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1.151.500.000 dengan masa waktu paling lama 1 bulan setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap namun apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup untuk menutupi uang pengganti tersebut maka akan diganti hukuman kurungan penjara selama tiga tahun," kata Surono SH MH selaku ketua majelis hakim saat membacakan amar putusan perkara tipikor tersebut di sela-sela sidang berlangsung di ruang sidang utama gedung Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang.

Putusan majelis hakim PN Pangkalpinang tersebut lebih ringan dibanding tuntutan dari pihak jaksa penuntut umum (JPU) asal Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka sebelumnya yakni ancaman hukuman pidana kurungan penjara selama 10 tahun terhadap Silvi.

Saat majelis hakim usai membacakan amar putusan perkara tipikor dan mengetuk palu, Silvi terlihat hanya menundukan kepala di hadapan majelis hakim meski saat sidang putusan itu terdakwa terlihat didampingi penasihat hukumnya, Jailani SH.
Sekedar diketahui, dalam perkara tipikor bansos kematian tahun anggaran 2015 tersebut pihak Kejari Bangka hanya menetapkan satu orang tersangka yakni Silviana Prihatini alias Silvi meski sebelumnya pula sejumlah saksi lainnya sempat diperiksa oleh Pidsus Kejari Bangka dan dihadirkan dalam persidangan.

Silvi diketahui pula tak lain merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan selaku bendahara DPPKAD (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kabupaten Bangka awalnya diduga telah melakukan tindakan penyelewengan uang negara mencapai angka sekitar Rp.1,9 M setelah batas waktu yang ditentukan oleh Perwakilan BPK Bangka Belitung selama 60 hari. (don)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
 LZ, Otak Sekaligus Tersangka Penyelundupan 2,508 Ton Timah Balok Ilegal Masih Buron
LZ, Otak Sekaligus Tersangka Penyelundupan 2,508 Ton Timah Balok Ilegal Masih Buron
Kamis, 13 Desember 2018 00:18 WIB
PANGKALPINANG - Polisi Daerah (Polda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menetapkan LZ, tak lain pemilik sekaligus otak penyelundupan 207 balok
KPU Babel Tetapkan Rekapitulasi DPTHP-2
KPU Babel Tetapkan Rekapitulasi DPTHP-2
Selasa, 11 Desember 2018 21:01 WIB
PANGKALANBARU - KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di
Ini Penjelasan Gustavo Terkait Hasil Gugatan Yang Akan Diterima Oleh Keluarga Korban Lion Air JT 610
Ini Penjelasan Gustavo Terkait Hasil Gugatan Yang Akan Diterima Oleh Keluarga Korban Lion Air JT 610
Selasa, 11 Desember 2018 19:38 WIB
PANGKALANBARU - LAW Office Niru Anita Sinaga (Nas) bersama Pengacara Internasional dari Aliansi Hukum Aviasi Internasional, Miami, Florida, USA, Gustavo
LAW OFFICE NAS Bersama Pengacara Internasional Gustavo Siap Beri Bantuan Hukum Keluarga Lion Air JT 610
LAW OFFICE NAS Bersama Pengacara Internasional Gustavo Siap Beri Bantuan Hukum Keluarga Lion Air JT 610
Selasa, 11 Desember 2018 19:35 WIB
PANGKALANBARU - LAW Office Niru Anita Sinaga (NAS) bersama Aliansi Hukum Aviasi Internasional, Miami, Florida, USA siap memberikan bantuan pendampingan