Ini Kronologi Pengerebekan Hendra Apollo di Jakarta


Ini Kronologi Pengerebekan Hendra Apollo di Jakarta

PANGKALPINANG-Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung Hendra Apollo Rabu (27/12) mengatakan peristiwa penggerebekan yang dilakukan oleh anggota Dit Narkoba Metro Jaya saat dirinya menemui koleganya disalah satu tempat karaoke di Jakarta pada tanggal 18 Desember 2017 malam.

Kronologinya adalah sebagai berikut menurut Hendra Apollo :

"Saya diundang oleh kolega saya karaoke di kawasan Lokasari Jakarta, jam 21.00 WIB 18 Desember 2017. 
    
Sekitar pukul 00.00 WIB dinihari 5 anggota Dit Narkoba Metro Jaya mendatangi room tempat pertemuan dipimpin Kompol Arman yang menjabat Kanit di Dit Narkoba Polda Metro Jaya.
    
Pada saat mendatangi ruangan tersebut Kompol Arman menanyakan langsung siapa anggota DPRD Bangka Belitung bernama Hendra Apollo.
    
Karena saya yg ditanya maka silahkan mereka memeriksa tas dan baju saya namun hasil penggeladahan tidak ada barang buktinya termasuk pemeriksaan didalam room tersebut.
    
Sekitar pukul 02.30 WIB singkatnya saya dibawa oleh Kompol Arman ke Polda Metro Jaya, disana saya diinformasikan bahwa penggerebekan saya atas perintah dari Ditnarkoba Polda Babel dan menjadi TO Polda Babel Mengingat tidak ada permasalahan terkait Narkoba pukul 7.00 WIB tanggal 19 Desember 2017 saya baru diizinkan pulang dari Ditnarkoba Polda Metro Jaya.
    
Seperti itulah kronologisnya jadi memang saya nilai banyak kejanggalan dalam penggerebekan tersebut seperti sudah ada yang merencanakan," kata Hendra Apollo.

Tetap Kritis Tolak Kapal Isap
    
Wakil Ketua I DPRD Babel, Hendra Apollo ST MSi hampir saja berurusan dengan aparat hukum terkait kasus narkoba saat sedang bersama koleganya di Jakarta.
    
Kepada sejumlah wartawan saat jumpa pers, Rabu (27/12/2017) Hendra menduga kejadian tersebut terkait dengan penolakannya terhadap penambangan kapal isap.
    
Bahkan, beberapa waktu lalu Hendra pun menuding ada aparat yang melindungi aktivitas penambangan.
    
“Mungkin karena berita itu saya jadi target. Ini sudah kriminalisasi terhadap saya selaku anggota DPRD Babel. Saya akan lawan dan tetap menolak kapal isap,” ujar Hendra Apollo.
    
Dia menegaskan akan tetap mengkritis dalam hal penolakan tambang. Pasalnya, aktivitas nelayan sudah sangat terganggu. Kemudian, aktivitas penambangan KIP tersebut tidak banyak membantu pemasukan bagi daerah. Justru masuk ke PT Timah dan ke pemerintah pusat.
    
“Nelayan juga sudah diancam kalau menolak kapal isap. Saya sudah sampaikan ke mereka bahwa saya akan berjuang membela nelayan,” tegas Hendra.

Ini Termasuk Kriminalisasi

PANGKALPINANG- Kekecewaan nampak di raut wajah Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Bangka Belitung, Hendra Apollo ST MSi, seusai menceritakan kejadian yang tak menyenangkan yang dialami ketika di Jakarta (19/12) lalu, kepada Kapolda Babel Brigjen Pol Syaiful Zachri, Rabu (27/12) kemarin.
    
Pasalnya, tanpa bukti yang jelas Hendra yang ketika itu berada di Jakarta menemui koleganya disalah satu tempat karaoke. Tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan sejumlah anggota Dit Narkoba Polda Metro Jaya dengan membawa surat perintah yang berdasarkan info dari Dit Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung yang menjadikannya sebagai TO (Target Operasi) pengguna narkoba.
    
" Waktu itu ada sekitar 5 orang yang dipimpin Kompol Arman, langsung mendatangi room kami dan langsung mencari orang atas nama Hendra Apollo anggota DPRD Bangka Belitung yang di TO oleh Dit Narkoba Polda Babel sebagai pengguna Narkoba," jelas Hendra Apollo usai mendatangi ke Polda Babel, Rabu (27/12) kemarin.
    
Setelah menunjukkan diri, Ia mempersilahkan anggota Dit Narkoba Polda Metro Jaya untuk langsung melakukan pemeriksaan.
    
"Periksa aja asal kan sesuai SOP ( Standard Operasional Prosedur), mereka memeriksa tas dan baju saya , namun hasil penggeladahan tidak ada barang bukti apapun," ujarnya.
    
Selanjutnya Hendra dibawa kepolda Metro Jaya dan sempat dilakukan pemeriksaan urine.
    
"Saya sempat melakukan pemeriksaan Urine hanya ketika pukul 07.00 paginya saya di suruh pulang, tanpa dikasih tau hasil tes urine tersebut," bebernya.
    
Terbesit dalam pikiran Hendra, bahwa penggerebekan ini sebagai upaya untuk menjatuhkan dirinya atau bahkan membungkamnya,  mengingat sebelum kejadian Ia sangat keras mengkritik persoalan Kapal Isap Produksi (KIP) yang dianggap tidak banyak berkontribusi untuk Bangka Belitung.
    
Lebih lanjut, Ia sangat menyayangkan jika dugaan tersebut benar adanya, pasalnya ia menegaskan vokal dan lantang yang disuarakannya itu murni demi kepentingan masyarakat yang mana telah menjadi tugas seorang anggota DPRD.
    
"Anggota DPRD sebagai perpanjangan tangan masyarakat telah tugasnya membela kepentingan masyarakat, menurut say ini sudah termasuk kriminalisasi Anggota DPRD, tentunya mencoret nama baik Institusi terkait,"  imbuhnya.
    
Hendra juga menjelaskan bahwa kunjungan ke polda tak bermaksud untuk membuat laporan terkait kejadian yang menimpanya. Namun Ia berharap kepada kapolda agar dapat mengecek ke jajaran Dit Narkoba  atas dasar apa status dirinya dijadikan TO pengguna narkoba," tandasnya.  (dik/don)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
BI Launching Aplikasi QRIS,  Apa Saja  Keunggulannya?
BI Launching Aplikasi QRIS, Apa Saja Keunggulannya?
Senin, 19 Agustus 2019 12:13 WIB
PANGKALPINANG - Bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI Ke 74, Bank Indonesia (BI) meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran
Tim Reformasi Birokrasi Kejagung RI Lakukan Penilaian WBK dan WBBM di Kejati Babel
Tim Reformasi Birokrasi Kejagung RI Lakukan Penilaian WBK dan WBBM di Kejati Babel
Senin, 19 Agustus 2019 10:41 WIB
PANGKALPINANG - Tim Reformasi Birokrasi Kejaksaan Agung RI melakukan penilaian zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih
Ribuan Peserta Ikut Jalan Sehat HUT PT Timah ke-43
Ribuan Peserta Ikut Jalan Sehat HUT PT Timah ke-43
Senin, 19 Agustus 2019 07:40 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak ribuan masyarakat Kota Pangkalpinang dan sekitarnya mengikuti jalan sehat yang diselenggarkan oleh PT Timah Tbk dalam rangka
Wali Kota Pangkalpinang akan Laksanakan Tugas Sesuai Amanat Presiden
Wali Kota Pangkalpinang akan Laksanakan Tugas Sesuai Amanat Presiden
Senin, 19 Agustus 2019 06:50 WIB
PANGKALPINANG - Wali Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maulan Aklil (Molen) akan berusaha melaksanakan tugas sesuai dengan amanat yang