Harga Karet Anjlok Rp3.500, Mana Perda Penyanggah Harga Karet?


Harga Karet Anjlok Rp3.500, Mana Perda Penyanggah Harga Karet?

    PANGKALPINANG - Harga karet petani kembali memprihatinkan. Bahkan anjloknya harga salah satu komoditi andalan masyarakat petani Bangka Belitung (Babel) itu turun drastis di harga Rp3.500. Hal ini pun menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi.

    Dijumpai wartawan, Amri mengharapkan, komisi terkait DPRD Babel dapat segera merespon keresahan petani dengan berkoordinasi dengan tim ekonomi Gubernur Babel Rustam Effendi guna mencari solusi terbaik dan mengantisipasi anjloknya harga karet di daerah. "Ini harus segera ditangani, kasihan petani kita," ujar Amri di ruang kerjanya, Kamis (20/4) kemarin.

    Dalam kesempatan itu, ia juga mempertanyakan Peraturan Daerah (Perda) tentang penyanggah karet yang dulu sempat booming sebelum pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017. Dirinya mengaku, perda tersebut tak begitu ampuh untuk membantu menaikan harga karet.

    "Mana sekarang perda tersebut? makanya saya berserta fraksi tak menyetujui adanya perda penyanggah harga karet, karena hanya bersifat lokal sementara komoditi karet itu komoditi harga di tingkal global. Terbukti kan sekarang. Tidak mungkin perda bersifat lokal mengintervensi harga karet di global," tukasnya. Namun, kata Amri, perda itu bisa dilakukan dalam hal memberikan bantuan-bantuan kepada petani karet semisalnya pemberian bantuan bibit, tawas, peralatan mengaret atau asuransi kepada para petani. 

    Untuk itu, dirinya berharap, persoalan hargat karet petani dapat menjadi prioritas Pemprov Babel baik melalui gubernur yang sekarang maupun gubernur yang terpilih nantinya. "Tolong ini diperhatikan, mari berpikir dan mencari solusi yang terbaik untuk meningkatkan harga karet petani. Saya dapat laporan masyarakat harga karet sekarang Rp3.500," pungkasnya.

    Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Babel, Jafri Habib, berharap pemerintah segera mengatasi anjloknya harga karet tersebut. "Sangat prihatin terhadap pemerintah yang tidak memikirkan nasib kami sebagai petani. Ketika harga turun, petani karet kewalahan apalagi harga kebutuhan pokok juga terus naik," jelas Jafri.

    Pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan konsolidasi dengan petani karet. Hal ini sangat mendesak mengingat menyadap karet merupakan salah satu pekerjaan utama warga Babel. "Kami akan melakukan gerakan advokasi untuk membantu para kaum mustad'afin terutama bagi para petani karet," ungkapnya. Setelah menggelar pertemuan dengan petani, mereka akan melakukan audiensi dengan pemerintah dan DPRD Babel mengenai perda penyangga harga karet yang belum diimplementasikan.

"Pemerintah harus konsisten terhadap regulasi ini dan harus segera dilaksanakan biar bisa segera menyelamatkan nasib petani kita," tandasnya.

    Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) menyebut, turunnya harga karet karena ada beberapa faktor. Sejatinya naik turunya harga karet berkaitan erat dengan harga minyak dunia, ketika harga minyak dunia naik maka secara otomatis harga karet juga akan naik. Kedua, kenaikan harga karet terjadi disebabkan jumlah stok industri turun, saat industri sedang membutuhkan sementara karet kurang, maka secara otomatis harga akan naik.

    Nah selama ini banyak pengusaha di tingkat eksportir menahan karet, mereka beli murah dari petani, karetnya numpuk di tingkat eksportir sampai stok industri turun sehingga harga melejit. Pemenuhan kebutuhan industri itu terus berlanjut hingga harga di tingkat petani ikut naik.(iam)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Jelang Tahun Baru 2020, Distribusi Pangan di Babel Stabil
Jelang Tahun Baru 2020, Distribusi Pangan di Babel Stabil
Senin, 30 Desember 2019 14:36 WIB
PANGKALPINANG - Menjelang perayaan Tahun Baru 2020, distribusi kebutuhan pokok pangan masyarakat ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung relatif stabil.
Tolak RZWP3K, Ratusan Nelayan Babel Berunjukrasa di Gedung DPRD
Tolak RZWP3K, Ratusan Nelayan Babel Berunjukrasa di Gedung DPRD
Senin, 30 Desember 2019 14:31 WIB
PANGKALPINANG - Ratusan massa yang tergabung dari masyarakat nelayan dari berbagai kabupaten, mahasiswa dan Walhi menduduki ruang Paripurna DPRD Babel
DPRD Babel Dukung Matras Bebas Tambang
DPRD Babel Dukung Matras Bebas Tambang
Senin, 30 Desember 2019 13:58 WIB
PANGKALPINANG - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), meminta pemerintah provinsi mengkaji kembali terhadap penetapan
Ratusan Warga Temberan bersama TNI dan Polri  Gotong Royong Membangun Masjid
Ratusan Warga Temberan bersama TNI dan Polri Gotong Royong Membangun Masjid
Minggu, 29 Desember 2019 12:09 WIB
BUKIT INTAN - Sekitar 300 Temberan Kelurahan Air dibantu anggota Koramil 413-10/Bukit Intan dan Polsek Bukit Intan, gotong royong membangun