Bateng Segera Bangun Gudang Khusus Tampung Lada


Bateng Segera Bangun Gudang Khusus Tampung Lada

Sistem Resi Gudang Sudah Berjalan di Bateng

KOBA - DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) pada tahun 2018 ini memaksimalkan agar daerah ini dapat memiliki gudang penyimpanan lada untuk mempermulus program resi gudang yang digencarkan awal tahun ini oleh Pemda Bateng. 

Sebagai informasi, pada saat ini sistem resi gudang di Bateng sudah mulai berjalan dengan melihat beberapa orang petani lada yang sudah mempercayakan ladanya untuk dititipkan di gudang.

Namun, tidak adanya gudang sebagai tempat penyimpanan menjadi satu diantara beberapa kendala untuk mengoptimalkan penerapan resi gudang yang memang membutuhkan gudang khusus menyimpan lada.

"Kita baru bisa tahun ini untuk membentuk gudang penyimpanan lada, kita tidak punya persiapan gudang. Jadi ini baru langkah persiapan dulu, tapi sudah dianggarkan," ujar Ketua DPRD Bateng, Algafry Rahman kepada wartawan, Selasa (30/1).

Menanggapi hal itu, Bupati Bateng Dr H Ibnu Saleh MM mengungkapkan, pemerintah daerah telah bekerjasama dengan Pangkalpinang untuk menggunakan gudang yang mereka miliki agar dapat menitipkan lada yang telah dititipkan petani lada pada penerapan sistem resi gudang (SRG). 

Bupati Ibnu mengakui, daerahnya memang belum memiliki gudang khusus sehingga menyebabkan lada petani sementara waktu dititipkan di Pangkalpinang. "Terus kita sosilaisakan ke masyarakat. SRG ini sangat penting untuk meningkatkan harga lada dengan resi," ujarnya.

Untuk menanggulangi belum adanya gudang, Bupati mengatakan, pihaknya berencana untuk membangun gudang di pertengahan 2018 ini. "Nanti direncanakan pada ABT, sementara ini masih kerjasama dengan Pangkalpinang," kata H Ibnu.

Sementara Kepala Disperindagkop Bateng, Kaharuddin mengatakan, saat ini direncanakan gudang untuk menyimpan lada berada di Desa Namang tepatnya di belakang galeri Namang. Tentunya, kalau memang bisa dianggarkan pada ABT merupakan upaya yang sangat tepat.

"Sementara belum ada gudang baru lahan, karena banyak proses terutama untuk mendirikan koperasinya. Mengenai adanya petani yang menitipkan lada di pangkalpinang, hal itu bisa saja dilakukan. Ini kan program di Provinsi, jadi mereka menyediakan dana untuk bangunan gedung, mereka yang membangun, kita menyediakan lahan," terangnya.

Terpisah, petani lada Simpangkatis, Kandar mengatakan SRG yang digulirkan oleh pemda merupakan hal yang baik untuk mendongkrak harga lada dan sosialiasinya harus dioptimalkan.

"Pastinya petani tidak mau ribet, apalagi sampai banyak syarat harus dipenuhi. Harapan kami, semoga gudang penampungan lada tersedia di setiap kecamatan agar petani lebih mudah menjual hasil panen mereka," katanya. (dev) 




Banner

Berikan Komentar

Koba Lainnya
Kapolsek Lubuk Besar Bersyukur, Hasil Rapid Test 25 Personil Non Reaktif
Kapolsek Lubuk Besar Bersyukur, Hasil Rapid Test 25 Personil Non Reaktif
Rabu, 03 Juni 2020 21:19 WIB
KOBA - 25 personel Polsek Lubuk Besar dan pekerja harian lepas di Polsek setempat menggelar rapid test, Rabu (03/06/2020). Rapid
Jadi Sekolah Percontohan, SMKN 2 Koba Terapkan Protokol Kesehatan
Jadi Sekolah Percontohan, SMKN 2 Koba Terapkan Protokol Kesehatan
Selasa, 02 Juni 2020 19:13 WIB
KOBA - SMK Negeri 2 Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa (02/06/2020) mulai melaksanakan kegiatan
Datangi SMK Negeri 2, KNPI Bateng Bagi Masker ke Pelajar
Datangi SMK Negeri 2, KNPI Bateng Bagi Masker ke Pelajar
Selasa, 02 Juni 2020 18:36 WIB
KOBA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Selasa (02/06/2020) pagi mendatangi Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri
Bunda Melati Pastikan Masyarakatnya Hidup Layak
Bunda Melati Pastikan Masyarakatnya Hidup Layak
Selasa, 02 Juni 2020 15:40 WIB
PANGKALAN BARU - Ketua Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi menyerahkan bantuan sembako