Ratusan Ponton Beroperasi di Kolong Jongkong 12, Dimana Aparat Penegak Hukum?


Ratusan Ponton Beroperasi di Kolong Jongkong 12, Dimana Aparat Penegak Hukum?

KOBA - Ratusan ponton tambang inkonventional (TI) jenis rajuk maupun apung secara ilegal kembali beroperasi setiap harinya dilokasi wilayah eks PT Koba Tin kolong Jongkong 12, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Sabtu (11/11) siang. 

Ratusan ponton ini beroperasi siang dan malam tanpa memikirkan masyarakat sekitar yang terganggu suara bising gemuruh mesin. Masyarakat menilai adanya aktifitas ilegal tersebut bakal berakibat fatal bagi lingkungan. Kalau sudah seperti ini siapa yang patut disalahkan. Yang pastinya Bupati Bangka Tengah dan juga Kapolres harus mengambil langkah tegas demi menjaga ketentraman dan lingkungan dari penjarah tambang untuk kepentingan pribadi.

Pantauan dilokasi, aktivitas penambangan yang terus beroperasi  kian ramai saat ini dengan jumlah ponton TI terus bertambah setiap harinya dan beberapa unit pula terlihat sedang dirakit oleh pekerja bakal siap beroperasi. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, aktivitas penambangan mulai marak beroperasi sekitar dua bulan terakhir dan nampak operasi lebih banyak berada ditepi kolong sehingga dipastikan memperlebar diameter kolong yang berfungsi sebagai penampung air sungai di kawasan Koba dan sekitarnya. 

"Ini bukan lagi puluhan, sudah ratusan malahan ponton TI berjejer dibeberapa titik.Baru 2 bulan sudah segini jumlahnya, apalagi sampai 5 bulan," ujar salah satu warga sekitar,Arman saat dibincangi Radar Bangka 

Diakui Arman, masyarakat setempat juga merasa resah akibat aktivitas penambangan ini karena selain lebih mengedepankan kepentingan pribadi juga mengganggu kepentingan umum dengan gemuruh suara mesin dompeng yang saling bersahutan menggelegar.

Ditakutkan, kata Arman, melebarnya diameter kolong tersebut dapat membuat tanggul air rusak sehingga tatkala hujan mengguyur secara berkesinambungan dapat menyebabkan banjir karena meluap seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. 

"Turut andil juga itu banyaknya kolong dan rusaknya tempat penampungan air saat banjir hebat melanda bangka tengah khusus koba tahun-tahun kemarin.Kalau masalah suara gemuruh (mesin dompeng) kami sudah biasa setiap hari dengarnya.Namun kan kalau mau cari rezeki jangan ganggu ketertiban umumlah, ini malah lebih kepada kepentingan pribadi," sesalnya.

Hanya saja, menurutnya para penambang melakukan aktivitas penambangan timah itu tidak sampai kemalam hari karena biasanya pada sore hari aktivitas dihentikan dan pekerja telah melakukan pencucian biji timah untuk dijual.

"Itu kan ada perbatasan tempat tanaman sawit ditepian kolong, penambang saya lihat seakan tak bersalah memindahkan patok batasan yang tak boleh diganggu. Otomatis kan mereka tak memikirkan nasib masyarakat setempat, setiap hari makin bergeser kedarat itu patok, alhasil saya prakirakan mereka telah memakan lahan batas 10 meter lebih," beber Arman. (dev) 




Banner

Berikan Komentar

Koba Lainnya
Bupati Bateng Ibnu Saleh Ingatkan Kades Terkait Evaluasi Penyaluran Bansos
Bupati Bateng Ibnu Saleh Ingatkan Kades Terkait Evaluasi Penyaluran Bansos
Selasa, 26 Mei 2020 05:23 WIB
KOBA - Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh mengingatkan para kepala desa terkait dengan pentingnya melakukan evaluasi penyaluran bantuan sosial dalam
Peduli Masyarakat Tidak Mampu, PCNU Bateng Bagi Sembako 1000 Paket
Peduli Masyarakat Tidak Mampu, PCNU Bateng Bagi Sembako 1000 Paket
Sabtu, 23 Mei 2020 17:00 WIB
KOBA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menyerahkan bantuan 1000 paket sembako pada masyarakat
PCNU Kabupaten Bateng  Imbau Masyarakat Shalat Idul Fitri di Rumah
PCNU Kabupaten Bateng Imbau Masyarakat Shalat Idul Fitri di Rumah
Sabtu, 23 Mei 2020 05:09 WIB
KOBA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menghimbau kepada seluruh masyarakat Bateng, wabil khusus
Empat kali Berturut-turut Pemkab Bateng Pertahankan WTP dari BPK RI
Empat kali Berturut-turut Pemkab Bateng Pertahankan WTP dari BPK RI
Jum'at, 22 Mei 2020 18:55 WIB
KOBA- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah kembali mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan