Klakson Telolet di Basel Akan Ditertibkan


Klakson Telolet di Basel Akan Ditertibkan

    TOBOALI - Polres Bangka Selatan (Basel) mengimbau sopir angkutan umum dan pribadi yang mengunakan klakson "telolet" untuk segera diganti dengan klakson standar yang ditetapkan. "Klakson telolet ini dapat membahayakan penguna jalan yang lain," kata Kasat Lantas Polres Bangka Selatan AKP Herryanto, Kamis (5/1).

    Ia mengatakan saat ini baru empat bus angkutan umum yang ditemukan mengunakan klakson telolet . "Kami juga menemukan sepeda motor yang mengunakan klakson ini dan sudah ditertibkan, karena melanggar perauran lalulintas," katanya. Menurut dia kalau hal ini dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan mobil atau sepeda motor yang lain akan memakai klakson ini. "Kalau dibiarkan bisa ramai nanti jalalan dan otomatis bisa membahayakan penguna jalan lain," katanya.

    Ia mengatakan untuk menindak pengemudi yang memakai klakson ini, pihaknya harus berkoordinasi dengan pihak Polda Kepulauan Bangka Belitung. "Saat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak Polda untuk mengambil tindakan,"katanya. Ia berharap pemilik kendaraan yang memakai klakson ini segera menganti dengan klakson yang biasa.

    "Semoga pemilik kendaraan segera menganti klakson ini dengan yang standar, agar lalu lintas jalan raya tidak terganggu," harapnya. Menurutnya bunyi klakson kendaraan telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 26 Tahun 2015. Permen tersebut berbunyi klakson harus mengeluarkan bunyi dan dapat digunakan tanpa menganggu konsentrasi pengemudi. Aturan itu nampaknya juga tercantum dalam Pasal 279 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

    “Penertiban akan kita lakukan dengan dinas terkait seperti dengan Dishub Basel. Intinya setiap kendaraan seperti klakson spedometer itu memang ada standarnya. Kalau diluar standar dan mengganggu membahayakan ya harus ditertibkan, apalagi sudah ada TR ya dan akan berkoordinasi dulu ke Polda,” ujarnya.

    Terpisah, salah satu supir yang menggunakan klakson telolet mengakui membeli klakson tersebut sebesar Rp 1,8 juta. “Ada yang biasa harganya Rp 1,5 juta, kalau punya abang ini harganya agak mahal karna bunyi beda dengan harga yang biasa. Ini juga kalau malam hari tidak kami bunyikan karna kwatir menggangu orang yang sedang istirahat atau tidur. Kalau di Bangka ini setau saja baru beberapa kendaraan saja yang memakai klakson telolet,” ujar En.(bim)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Bupati Ibnu: Pospeda VII Bateng, Ajang Gali Potensi Raih Prestasi
Bupati Ibnu: Pospeda VII Bateng, Ajang Gali Potensi Raih Prestasi
Sabtu, 14 September 2019 22:06 WIB
PANGKALANBARU - Bupati Bangka Tengah (Bateng) DR Ir H Ibnu Saleh MM menghadiri pembukaan pekan olahraga dan seni pesantren daerah
Tiga Hari Dilaporkan Tenggelam, Yono Diketemukan Meninggal Dunia
Tiga Hari Dilaporkan Tenggelam, Yono Diketemukan Meninggal Dunia
Sabtu, 14 September 2019 20:09 WIB
LUBUKBESAR - Setelah dilaporkan hilang tenggelam di kolong Kayuara eks PT Kobatin di Desa Perlang, Kecamatan Lubukbesar, Kabupaten Bangka Tengah
Kembali, Bupati Ibnu Saleh Membuka Diklat Petugas Pengatur Lalulintas
Kembali, Bupati Ibnu Saleh Membuka Diklat Petugas Pengatur Lalulintas
Jum'at, 13 September 2019 15:00 WIB
PANGKALANBARU - Bupati Bangka Tengah (Bateng) DR Ir H Ibnu Saleh MM membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Diklat Petugas Pengatur
Bupati Ibnu Saleh Letakan Batu Pertama AAS
Bupati Ibnu Saleh Letakan Batu Pertama AAS
Jum'at, 13 September 2019 16:00 WIB
SUNGAISELAN - Bupati Bangka Tengah (Bateng) DR Ir H Ibnu Saleh MM meletakkan batu pertama pembangunan Alun-alun Kecamatan Sungaiselan (AAS),