Berita
Lebih Memilih Perkebunan Rakyat. Warga Pugul Bantah Dukung PT THEP
Rabu, 16 Mei 2012 09:10 WIB | Dibaca 213 kali
SUNGAILIAT - Setelah sehari sebelumnya (Senin, 14/5) ratusan orang yang mengaku warga Desa Pugul Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka mendatangi DPRD Kabupaten Bangka dan menyatakan dukungan terhadap PT THEP (Tata Hamparan Eka Persada), kemarin (15/5) 14 orang perwakilan warga Desa Pugul juga mendatangi DPRD Kabupaten Bangka. Namun kedatangan warga kali ini, justru meminta agar DPRD mengkaji secara seksama pemberian izin terhadap perkebunan kelapa sawit di desa tersebut.
Pasalnya, PT PAL sebagai perusahaan kelapa sawit yang sudah beroperasi di desa itu pun ternyata tidak memberikan sumbangsih apapun terhadap kemajuan desa, apalagi peningkatan kesejahteraan warga. Justru itu, warga menyatakan penolakannya terhadap rencana beroperasinya PT THEP di desa tersebut. Karena akan semakin mempersempit ruang perkebunan milik warga setempat. Warga lebih memilih penggalakan perkebunan rakyat, yang dianggap memberikan dampak secara langsung bagi kesejahteraan Desa Pugul.

“Intinya masyarakat menolak pembukaan lahan kelapa sawit. Dan sebagian dari kami tidak menghendaki ada bentuk Perkebunan apapun disana. Yang kami ingin masyarakat mengolah sendiri perkebunannya yang lebih dikenal oleh perkebunan rakyat,” ungkap Zainal Abidin selaku Koordinator perwakilan warga Desa Pugul didepan Ketua Komisi B DPRD Bangka Hendra Yunus SE. Zainal juga menyesalkan polemik terkait perkebunan kelapa sawit yang telah menimbulkan perbedaan sesama warga Desa Pugul. Dimana saat ini warga terpecah antara yang pro dan kontra PT THEP.
Tidak hanya itu, Zainal juga menduga bahwa adanya dukungan terhadap PT THEP dikarenakan PT THEP sengaja memanfaatkan salah satu warga untuk mengumpulkan KTP warga lainnya sebagi tanda setuju agar PT THEP bisa melakukan pembukaan perkebunan kelapa sawit disana. “Kan dari awal kita menolak dengan pembukaan lahan yang akan dilakukan oleh PT THEP. Makanya mereka menyuruh salah satu warga untuk mengumpulkan KTP warga pugul dengan iming-iming diberikan uang. 1 KTP di hargai 6 hingga 7 juta,” beber Zainal yang menyatakan bahwa masyarakat Pugul hanya ingin hidup mandiri tanpa bergantung dengan pihak mana pun. “Intinya masyarakat desa pugul menolak perusahaan mana pun yang akan masuk ke desa kita. Karena masyarakat kita ingin hidup mandiri,” tambahnya.
Mendengar hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bangka Hendra Yunus SE mengatakan sebagai wakil rakyat, pihaknya akan tetap menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh warga pugul kepada pihaknya untuk ditindak lanjuti. Selain itu juga, pihaknya juga akan melakukan peninjauan kembali terhadap izin yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah terhadap PT THEP.
“Jadi kita anggap perkebunan itu tidak ada kontribusi untuk pemerintah daerah. Itu kita jadikan sebagai bahan untuk meninjau kembali perizinan yang dikeluarkan oleh pemda terkait perkebunan kelapa sawit. Kalau memang tidak mensejahterakan masyarakat untuk apa dibuka. Lebih baik masyarakat saja yang berkebun,” kata Hendra
Hendra juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual kepada perusahaan jika memang masyarakat ingin melakukan perkebunan. “Lahan kita jual ke PT itu, tapi ujung-ujungnya kita menolak mereka untuk membuka perkebunan. Itu secara hukumnya mereka (perusahaan sawit-red) kuat karena lahan itu milik mereka yang dibeli dari masyarakat. Kalau bisa jangan seperti itu,” harap Hendra. Ia juga mengatakan jika masyarakat menolak maka harus kompak sehingga tidak terjadi perpecahan antara sesama masyarakat. “Memang izinnya sudah dikeluarkan, tapi kalau lahannya ngak ada apa yang mau dikerjakan. Tapi itu semua tergantung masyarakat. Pemerintah memang mengeluarkan izin, tetapi tidak ada lahan yang dikeluarkan oleh masyarakat maka bisa itu kita akomodir,” tambah Hendra dan berjanji akan mencari solusi terbaik.
“Ini akan kita rapatkan di komisi serta akan rekomendasikan juga ke Bupati bahwa itu akan di tinjau kembali,” tambahnya lagi. Sementara itu Redi selaku perwakilan Gapoktan Desa Pugul sangat berharap kepada para wakil rakyat tersebut untuk mendengarkan aspirasi mereka serta melakukan tindak lanjut dari masalah yang terjadi didesa mereka. “Wakil rakyat yang terhormat, kalian duduk disini untuk mendengar aspirasi kami. Jika kalian tidak mau membantu kami, maka pada pemilu nanti kami akan melakukan golput dan tidak akan memilih siapapun,” ancam Redi. (rif)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Lia Furniture Elektronik, Bisa Cash & Kredit
Lia Furniture Elektronik, Bisa Cash & Kredit
PANGKALPINANG - Sukses mengembangkan usahanya sejak 6 tahun silam, Marliani, pemilik galeri Lia Furniture & Elektronik kini melengkapi usahanya dengan beragam produk handpohone bermerk dan berkualitas. Beragam produk handphone ini dapat Anda miliki dengan pembayaran cash dan credit sesuai kemampuan Anda. Bahkan untuk kredit juga suku bunga sangat terjangkau dan tenor minimal 10 bulan.
Romario : Penjarakan PSSI Brazil!
Romario : Penjarakan PSSI Brazil!
BRASILIA-Legenda sepakbola Brasil Romario geram dengan hasil memalukan yang dituai tim nasional Brasil dalam Piala Dunia 2014. Pria yang kini berprofesi sebagai pengacara itu meminta para petinggi federasi sepakbola Brasil (CBF) dipenjara.
Dicari 100 Ribu Peserta Pelatihan Indonesia Digital Learning
Dicari 100 Ribu Peserta Pelatihan Indonesia Digital Learning
JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk meluncurkan program “Indonesia Digital Learning”. Program ini merupakan pelatihan dengan sertifikasi internasional meningkatkan pemahaman penggunaan internet.
Mitra Radar