Home >

Disdik Larang Siswa Bawa Kendaraan


Disdik Larang Siswa Bawa Kendaraan

MANGGAR-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan memberikan himbauan melalui surat ke sejumlah pihak sekolah untuk melarang siswanya menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal itu guna menindaklanjuti himbauan dari jajaran Satlantas Polres Beltim agar para pelajar tingkat SMP dan SMA dilarang membawa kendaraan ke sekolah maupun luar sekolah.  "Sebagai warga negara yang patuh hukum kita sangat merespon dan setuju dengan larangan tersebut. Apalagi pihak Satlantas Polres Beltim sudah sering kali mengingatkan dan memberikan sosialisasi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Yang namanya aturan tetap harus ditegakkan," ungkap Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdik) Beltim Hamali kepada harian ini, saat dihubungi via telp, Sabtu (6/4). 

Sebagaimana diketahui dalam UU tersebut lanjut Hamali, usia siswa SMP kebanyakan memang belum sampai 17 tahun. Sehingga belum bisa memiliki SIM yang tanpa disadari akan menimbulkan kerawanan kecelakaan lalu lintas. "Mereka juga kadang belum begitu mahir berkendara dan cenderung pengen kebut-kebutan di jalan," katanya. Tak hanya itu kata Hamali, dengan sering terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh pelajar awal tahun 2013 ini, pihak orang tua pun secara sadar harus melarang anaknya membawa motor ke sekolah atau jam luar sekolah. "Jadi hal ini sebenarnya tanggung jawab kita bersama, untuk menyelamatkan para siswa kita agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Selaku orang tua melarang juga harus menyempatkan waktu mengantar anaknya ke sekolah. Bila tidak sempat juga, bisa pakai sepeda saja atau kendaraan umum," ujarnya. Ia berharap kebijakan larangan pelajar bawa motor ke sekolah harus dipahami dan didukung semua pihak. Apalagi terkait solusi penyediaan angkutan umum untuk transportasi khusus pelajar. "Kita melarang juga harus ada solusinya, agar pelajar kita tidak terhambat untuk menimba ilmu ke sekolah," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMUNSA Gantung, Sabaruddin mendukung langkah Disdik. "Saya pikir itu langkah yang baik. Namun, pak Rizky (Kasatlantas) pasti tidak akan serta merta langsung menerapkan tanpa sosialisasi," ujar Sabaruddin. 

Menurutnya langkah menindak anak sekolah adalah sebuah terobosan bagi ketertiban berlalu lintas. Hanya saja perlu dipikirkan terlebih dahulu sarana yang harus dipersiapkan.

Sabar mencontohkan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) yang menyiapkan bus dan halte bagi pelajar yang berangkat dan pulang sekolah. "Saya sempat bingung saat pagi hari disana (Bateng) kok nggak ada anak sekolah. Rupanya mereka sudah diantar orang tua menuju halte dan naik bus menuju sekolah," jelasnya.

Untuk itu Ia menyarankan agar penindakan diawali dengan sosialisasi dan diikuti penyiapan sarana transportasi agar penerapannya bisa efektif. Hal lain yang lebih penting adalah memberikan sosialisasi kepada orang tua. "Orang tua juga harus diberikan sosialisasi, sebab orang tualah yang bisa memberi sikap bagaimana seharusnya," jelasnya.

Menurutnya disaat sekarang, dengan segala macam kesibukan orang tua, sudah tidak sempat untuk mengantarkan anak ke sekolah. "Bayangkan saja ketika kedua orang tua bekerja dan berangkat pagi, hal ini juga menjadi masalah bagi sebagian keluarga yang punya anak sekolah," terangnya. 

Namun Sabar menegaskan manfaat dari penindakan tersebut pasti  positif. Mengurangi angka kecelakaan anak remaja dijalanan, mengantisipasi kenakalan remaja serta membatasi pergaulan bebas bisa jadi lebih penting jika hal tersebut diterapkan nantinya. Sebagai pendidik dirinya berharap agar setiap kebijakan yang dibuat akan ditaati. "Kami sebagai pengajar akan mendukung penuh, terutama berkaitan dengan kepentingan bersama," tutupnya.(Cr47)



Berikan Komentar

Lainnya
Serangannya Ibarat Boling, dan Gadis di Bawah Truk..Oh Dia Melindasnya
Serangannya Ibarat Boling, dan Gadis di Bawah Truk..Oh Dia Melindasnya
Jum'at, 15 Juli 2016 15:11 WIB
NICE - Data korban dari tragedi serangan truk di Nice, Prancis, Kamis (14/7) malam terus bertambah. Terakhir, setidaknya 84 orang
Serangan Truk di Prancis: Anaknya Terkapar...Berdarah
Serangan Truk di Prancis: Anaknya Terkapar...Berdarah
Jum'at, 15 Juli 2016 15:09 WIB
NICE - Serangan truk yang menabrak kerumunan orang yang sedang merayakan Bastille Day di Nice, Prancis, Kamis (14/7) malam waktu
Menang atau Kalah
Menang atau Kalah
Selasa, 28 Juni 2016 18:57 WIB
"Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena aku, maka Aku yang akan
Weew... Pekerjaan Bergaji Rp 5,4 Miliar Ini Sepi Peminat
Weew... Pekerjaan Bergaji Rp 5,4 Miliar Ini Sepi Peminat
Rabu, 02 Maret 2016 07:42 WIB
SELANDIA BARU - Mendapat gaji melimpah tentu menjadi impian semua pekerja. Namun, hal itu tidak berlaku bagi sebuah pekerjaan di