BPD Bedengung Kecewa Pengerjaan Proyek Sarana Olahraga


BPD Bedengung Kecewa Pengerjaan Proyek Sarana Olahraga

TOBOALI – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bedengung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), kecewa dengan pembangunan proyek sarana olahraga di wilayahnya yang terkesan ada kejanggalan.

Hal tersebut disampaikan anggota BPD Bedengung, Herwanto yang bermula dari kekecewaan warga desa yang menilai proyek yang dilaksanakan CV Graha Mulia Konstruksi tidak melahirkan hasil yang memuaskan.

“Terkait dengan pelaksanaan pekerjaan pembangunan sarana dan prasana olahraga terpadu Desa Bedengung yang dilaksanakan pada 2019 kami menemukan beberapa kejanggalan,” ujarnya kepada Radar Bangka,MInggu (29/3/2020).

Menurut Herwanto, dengan nilai anggaran Rp. 534.394.000 lapangan bolanya tidak bisa digunakan, pasalnya ada penuh bebatuan, becek, gawang tanpa jaring dan terkesan ini tidak seperti yang di anggarkan.

Walaupun pekerjaan terindikasi belum tuntas, lanjut Herwanto bahwa anggaran sudah dicairkan 100%. Sedangkan syarat mutlak pencairan full hanya boleh dilakukan apabila pekerjaan sudah dilaksanakan 100% dan sesuai dengan aturan.

“Proses pencairan ini harus di usut, karena pencairan anggaran proyek lelang dibayar sesuai dengan progres pekerjaan. Ditambah lagi, pada tahun yang sama desa Bedengung menggunakan ADD, sudah melakukan proyek yang sama di tempat yang sama senilai kurang lebih Rp 50 juta, kami khawatir telah terjadi satu pekerjaan dengan dua anggaran,”bebernya.

Sebelumnya, ungkap Herwanto hal ini sudah disampaikan kepada salah satu Anggota DPRD Basel.Tak lama berselang, pihak terkait mengadakan pertemuan di kantor desa dengan pihak Pemdes dan BPD untuk mengklarifikasi hal tersebut dengan PPK membawa surat pernyataan dari pihak pelaksana pekerjaan.

Anehnya, jelas Herwanto bawa surat yang ditunjukkan pada Kamis pagi 26 Maret 2020 tersebut tidak bertanggal dan tidak bertanda tangan. Sorenya, melalui pesan WA surat pernyataan tersebut sudah bertanda tangan dan masih tidak bertanggal.

“Ini terkesan mendadak dan menimbulkan berbagai pertanyaan. Karenanya, kami memohon kepada pihak Inspektorat Basel, Kejari Basel dan pihak penegak hukum lainnya untuk segera memeriksa proyek tersebut,”jelasnya.

Herwanto menambahkan hal ini sengaja ia sampaikan ke wartawan, agar ke depannya anggaran pekerjaan untuk desa benar - benar dirasakan masyarakat desa bukan hanya untuk segelintir orang dan ini juga menjadi harapan para pemerintah dan penegak hukum.

“Keadaan ini sengaja kami mediakan, sebagai bentuk tanggung jawab kami atas laporan kekecewaan masyarakat Desa Bedengung dan untuk menghindar fitnah, agar kejadian ini menjadi terang benderang,” tandasnya.

Dikonfrimasi Kades Bedengung, Zulmastari melalui via whatsapp terkait BPD Desa Bedengung, kecewa dengan pembangunan proyek sarana olahraga di wilayahnya yang terkesan ada kejanggalan hingga saat ini belum memberikan komentar.(afa)




Banner

Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Terkait Pembukaan Sekolah, Disdikbud Basel Ikuti Arahan Gugus Tugas & Dinkes
Terkait Pembukaan Sekolah, Disdikbud Basel Ikuti Arahan Gugus Tugas & Dinkes
Rabu, 03 Juni 2020 14:33 WIB
TOBOALI - Meski adanya skenario untuk belajar dari rumah kembali hingga akhir 2020 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai antisipasi
1 Orang Terkonfirmasi Positif Corona, Basel Kembali Zona Merah
1 Orang Terkonfirmasi Positif Corona, Basel Kembali Zona Merah
Selasa, 02 Juni 2020 18:48 WIB
TOBOALI - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengumumkan terdapat 1 orang di wilayah Kabupaten Bangka Selatan
Hadapi New Normal, Kapolres Basel Minta Masyarakat Miliki Kesadaran Tinggi
Hadapi New Normal, Kapolres Basel Minta Masyarakat Miliki Kesadaran Tinggi
Jum'at, 29 Mei 2020 21:45 WIB
TOBOALI – Adanya wacana Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk menerapkan sistem new normal, demi menggerakkan kembali seluruh sektor
Alhamdullilah, Hasil Swab 4 Orang di Basel Negatif
Alhamdullilah, Hasil Swab 4 Orang di Basel Negatif
Kamis, 28 Mei 2020 14:49 WIB
TOBOALI – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Virus Corona atau Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Supriyadi menyatakan