KPAD-Psikolog Melakukan Trauma Healing di TPA Al-Istiqomah


KPAD-Psikolog Melakukan Trauma Healing di TPA Al-Istiqomah

TOBOALI - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama psikolog melakukan program pemulihan trauma (trauma healing) di TPA Al-Istiqomah, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Kamis (1/8) siang, pasca kasus dugaan penganiayaan terhadap DI (9) murid TPA Al-Istiqomah  oleh JAM oknum anggota Polres Bangka Selatan (Basel), PS Kanit Binmas Polsek Airgegas. 

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi KPAD Babel Sapta Qodria Mu'afi, Ketua Lembaga Psikolog Terapan (Lapter) Babel Wahyu Kurniawan didampingi Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Rikky Fermana,  berkunjung ke Mapolres Basel.

Kedatangan tim trauma healing di Mapolres Basel disambut langsung oleh Kapolres AKBP Aris Sulistyono didampingi Kasat Reskrim Basel AKP Albert DH Tampubolon tersebut, dalam rangka melaksanakan program pemulihan trauma (Trauma Healing) terhadap anak-anak TPA Al-Istiqomah Toboali dan DI korban dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Polres Basel. Untuk kegiatan Trauma Healing ini, difasilitasi oleh Kapolres Aris Sulistyono.

Didalam pertemuan tersebut Ketua KPAD Babel menyampaikan program trauma healing harus dilakukan untuk melihat keadaan psikologis anak-anak setelah kejadian terhadap institusi Polri.

"Kami minta bantuan pak Kapolres agar kegiatan trauma healing didampingi oleh anggota polisi dan polwan berseragam agar kami bisa melihat psikologis anak ketika polisi berada di lingkungan TPA tersebut," kata Sapta.

Sementara itu Kapolres Aris Sulistyono juga menyampaikan, saat ini oknum anggotanya JAM sudah diperiksa oleh Propam Polda Babel dan akan dikenakan sanksi.

"Pastinya, izin untuk JAM sekolah Capa sudah pasti tidak bisa karena otomatis tidak saya tandatangani dan penundaan pangkat sudah pasti, belum lagi pidana umumnya hingga sanksi sosial yang dialami oleh keluarga JAM. Untuk diketahui juga, sampai saat ini belum ada TPA yang mau menerima anaknya JAM ," ungkap Kapolres Aris.

Mendengar keadaan sanksi sosial yang dialami oleh JAM dan keluarganya, juga menjadi perhatian serius bagi KPAD Babel untuk melakukan asesmen kepada TPA yang ada di Toboali agar permasalahan tidak berlarut-larut.

Sekitar pukul 14.30 WIB usai pertemuan dengan Kapolres Basel, tim rombongan Trauma Healing bergegas menuju ke TPA Al-Istiqomah beralamat jalan AMD, Toboali, seizin Kapolres Basel memerintahkan Kasat Reskrim AKP Albert DH Tampubolon bersama Bripda Agus, Bripda Amiral dan Bripda Dian mendampingi tim trauma healing.

Pantauan awak media di lapangan,  tampak sebagian anak-anak TPA Al-Istiqomah sedang bermain di halaman dan diteras TPA. Disaat melihat rombongan Ketua KPAD berserta anggota Polres Basel, terlihat anak-anak spontan menghampiri rombongan sembari menyalami dan mencium satu persatu tangan rombongan, dan tidak ada raut wajah ketakutan terhadap anggota polisi yang menghampiri mereka, dan terlihat anak-anak TPA tersebut sempat bersenda gurau dengan AKP Albert DH Tampubolon dan Briptu  Agus.

Terlihat suasana keceriaan dan canda tawa anak-anak TPA Al-Istiqomah dengan anggota Polres Basel, bahkan dengan  tidak sungkannya kumpulan anak TPA Al-Istiqomah yang sedang bercanda dengan Kasat Reskrim Polres Basel AKP Albert DH Tampubolon dengan spontan merayu minta ditraktir dibelikan Es bungkus, dan Albert menggabulkan dan mempersilakan seluruh anak-anak TPA Al-Istiqomah mengambil es bungkus yang berada  diatas sepeda motor, tak pelak anak-anak satu persatu langsung antri untuk mendapatkan es bungkus dari kasat Reskrim Polres Basel.

Tak lama berselang, anak-anak TPA dipanggil ustadzah untuk kembali berkumpul di dalam kelas. Kemudian, ustadzah memperkenalkan satu persatu tamu yang hadir. 

Selanjutnya, kegiatan Trauma Healing diambil alih oleh seorang psikolog Wahyu Kurniawan SPsi MPsi. Serangkaian permainan anak-anak dilakukan oleh Wahyu untuk melihat psikologis anak-anak ketika diajak bermain dengan anggota polisi. Dan diakhir permainan, ditutup dengan pertanyaan siapa yang ingin jadi polisi? Hampir sebagian anak-anak laki-laki dan perempuan banyak bercita-cita ingin menjadi Polri. Kemudian rombongan melanjutkan mengunjungi rumah korban DI.

Kepada Pers, Ketua Lapter Babel Wahyu Kurniawan menyampaikan maksud dari tujuan tersebut, bahwa selaku Psikolog pendidikan yang telah menjalankan MOU dengan KPAD Babel sejak beberpa tahun terakhir. 

"Kegiatan ini, bertujuan untuk melakukan trauma healing terhadap anak anak yang melihat kejadian adanya kekerasan yang dialami di depan anak anak di TPA agar jangan takut ke TPA dan belajarlah sebagaimana mestinya," kata Wahyu.

Lebih lanjut dijelaskan Wahyu, pihaknya berupaya agar korban segera kembali ke TPA sebagaimana mestinya, namun kegiatan trauma healing tidak bisa dilakukan secara berlanjut saat ini dikarenakan korban sedang pemulihan pasca khitanan yang baru dilakukan dua hari lalu," jelas Wahyu.

Menurutnya, proses trauma healing ini tidak bisa dilakukan satu kali saja karena anak masih menyimpan trauma. Hal ini, dikarenakan korban masih teringat dengan pelaku dan perlakuan itu pula di lakukan di depan anak anak yang lain. Korban masih merasa malu dan takut seolah olah dibayang-bayangi adanya pelaku. 

"Namun dari hasil observasi dan wawancara pada korban. Korban saat ini mulai berani tampil, bicara dengan orang banyak walaupun masih sekali sekali merasa takut. Harapan kami kejadian ini tidak kembali terulang karena anak adalah generasi bangsa yang perlu dilindungi," pungkas Wahyu. (rel/RB)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Bantu Para Pedagang, Jeki Bangun Pasar Tradisional
Bantu Para Pedagang, Jeki Bangun Pasar Tradisional
Kamis, 05 Desember 2019 17:15 WIB
TOBOALI – Pengusaha muda asal Toboali, Jeki membangun pasar tradisional di Jalan Damai Kecamatan Toboali agar masyarakat kecil bisa bertransaksi
Maju Jalur Independen, Pasangan KORI Nyatakan Tidak Ada Deal Politik
Maju Jalur Independen, Pasangan KORI Nyatakan Tidak Ada Deal Politik
Kamis, 05 Desember 2019 08:00 WIB
TOBOALI - Persaingan Pemilihan Bupati Kabupaten Bangka Selatan (Basel) 2020 semakin hangat, menyusul munculnya bakal calon bupati dari jalur perseorangan
Milad ke-107, Muhammadiyah Basel Gelar Pawai Ta’aruf
Milad ke-107, Muhammadiyah Basel Gelar Pawai Ta’aruf
Senin, 18 November 2019 09:49 WIB
TOBOALI - Sambut Milad ke-107 Muhammadiyah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dimeriahkan dengan pawai ta’aruf sekaligus gerak jalan santai yang diikuti
Polres Basel Ungkap Kasus Eksploitasi Anak Bekerja Dilokaliasi
Polres Basel Ungkap Kasus Eksploitasi Anak Bekerja Dilokaliasi
Selasa, 12 November 2019 18:40 WIB
TOBOALI – Satuan Reserse Kriminal Polres Basel mengungkap kasus dugaan tindak pidana eksploitasi anak. Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan