Kejari Siapkan 2 Saksi Ahli, Kasus Korupsi Mamin Setda Basel


Kejari Siapkan 2 Saksi Ahli, Kasus Korupsi Mamin Setda Basel

Penetapan TSK Mamin Setda Basel, Kejari Tunggu Audit BPKP

TOBOALI – Pengusutan tindak pidana korupsi terkait  anggaran makan dan minum (mamin) di Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel saat ini masih dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Basel. Hanya saja, hingga saat ini belum satupun orang yang ditetapkan sebagai tersangka sekalipun sudah tahap penyidikan.

Kajari Basel Safrianto Zuriat Putra beralasan saat ini masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara yang sedang dalam proses oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Propinsi Babel. “Kita masing menunggu hasil perhitungan ahli keuangan negara,” kata Kajari Basel Safrianto Zuriat Putra kepada Radar Bangka, Minggu (26/8).

Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak BPKP mengenai hasil perhitungan audit negara itu. Penyidik juga menghadirkan saksi ahli baik ahli kerugian negara dan juga ahli pengadaan barang dan jasa.

“Untuk pemeriksaan saksi-saksi dijadwalkan hari Senin, tanggal 27 sampai dengan hari Kamis tanggal 30 Agustus. Dalam hal ini kita ada 2 saksi ahli yaitu ahli kerugian negara dan ahli pengadaan barang dan jasa,” tambahnya.

Untuk diketahui, penyidik telah menghitung sendiri kerugian sebesar Rp 1,5 miliar. Temuan kerugian itu yang menjadi salah satu fokus jaksa saat ini. Pihaknya pun dalam waktu dekat ini akan memeriksa 20 saksi dalam kasus tipikor di Setda Basel.

Dalam penentuan penetapan tersangka, tim penyidik Kejari Basel akan memanggil kembali 20 saksi untuk menemukan titik terang siapa tersangkanya. Meski begitu, Safrianto mengakui saat ini telah menyimpan nama-nama calon tersangka dan untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Kajari Basel Safrianto juga pernah menegaskan meski tidak ada temuan BPK dalam kasus ini, pihaknya melakukan penyidikan berdasarkan adanya laporan dari masyarakat. "Ini tidak ada temuan BPK,walaupun tidak ada temuan (kerugian negara) tidak menutup adanya pidana didalam itu dan ini berdasarkan laporan dari masyarakat dan ada peristiwa (dugaan tipikor," pungkas Safrianto.(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Nelayan Desa Kepoh, Tukak, Bukit Terap,Tiram Keluhkan Belasan TI Tower
Nelayan Desa Kepoh, Tukak, Bukit Terap,Tiram Keluhkan Belasan TI Tower
Senin, 15 Juli 2019 22:51 WIB
TOBOALI – Nelayan 4 Desa di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yaitu Desa Kepoh, Tukak, Bukit Terap serta Tiram mengeluhkan adanya
Kapolres Akan Tindaklanjuti Pengerit Sesuai SOP
Kapolres Akan Tindaklanjuti Pengerit Sesuai SOP
Senin, 15 Juli 2019 07:35 WIB
TOBOALI - Kapolres Bangka Selatan (Basel) AKBP Aris Sulistyono akan menindak tegas dan menindaklanjuti soal keluhan masyarakat terhadap adanya pengerit
Peletakan Batu Pertama SMP Muhammadiyah Basel, Sumadi Ingatkan Tidak Ada Lagi Anak Putus Sekolah
Peletakan Batu Pertama SMP Muhammadiyah Basel, Sumadi Ingatkan Tidak Ada Lagi Anak Putus Sekolah
Senin, 15 Juli 2019 12:10 WIB
TOBOALI – Plt Disdikbud Kabupaten Basel, Sumadi yang juga Pimpinan Muhammadiyah Basel melakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah
PJU Sudirman Kembali Nyala, BLH Basel Tetap Gugat Pemkab Basel
PJU Sudirman Kembali Nyala, BLH Basel Tetap Gugat Pemkab Basel
Minggu, 14 Juli 2019 18:34 WIB
TOBOALI - Menanggapi akan terang benderangnya Jalan Sudirman Toboali dan Komplek Perkantoran Bupati Basel menggugah Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LHB)