Komputer Sekolah Dicuri Siswa


       TOBOALI–Semakin parah saja! Inilah potret dunia pendidikan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) beberapa pekan terakhir. Bagaimana tidak ? setelah tiga kali berturut-turut terjadi di Kabupaten Bangka para pelajar berulah yang diawali dengan kasus tawuran pelajar SMK 1 Sungailiat, disusul kasus seks pelajar di kos-kosan, kemudian  pelajar salah satu SMA tertangkap saat pesta Sabu-sabu. Kasus yang mencoreng wajah dunia pendidikan ini  mulai menjalar ke Kabupaten Bangka Selatan, Rabu kemarin (11/5) pelajar salah satu SMP negeri Toboali ditangkap karena nekat mencuri komputer milik sekolah dia sendiri.
      Berdasarkan informasi yang diterima RB (Radar Bangka) dari Kapolres Basel AKBP Juwari melalui Kapolsek Toboali Johanes Harahap, penangkapan pelajar tersebut berawal dari laporan  masyarakat ke Mapolsek Toboali pada hari Minggu (30/4) tentang adanya tindak pencurian yang terjadi di kantor SMP Negeri 3 Toboali.
      Dengan bermodalkan laporan tersebut, anggota polsek bekerja sama dengan Sat Reskrim Polres Basel langsung berangkat menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti–bukti dan mengumpulkan keterangan dari beberapa sumber saksi–saksi untuk mencari tahu identitas para tersangka.
      “Setelah beberapa minggu melakukan penyelidikan dan pengembangan keterangan dari saksi-saksi akhirnya hari ini (kemarin-red) juga anggota mengetahui identitas salah satu orang yang diduga tersangka pencurian di SMP Negeri 3 Toboali, yaitu HE  umur 16 tahun warga Desa Rias merupakan seorang pelajar. Anggota pun kemudian berangkat mendatangi rumah tersangka serta langsung melakukan penangkapan saat itu tersangka sedang berada di rumah orang tuanya di Desa Rias. Di depan kedua orang tuanya tersangka ditangkap tanpa melakukan perlawanan sedikit pun lalu digiring anggota ke Mapolsek,” kata kapolres seraya menambahkan, saat anggota melakukan pemeriksaan terhadap HE, ternyata HE diketahui baru selesai mengikuti ujian nasional (UN) dan sekarang tinggal menunggu pengumuman kelulusan.
      HE sendiri saat ditemui RB mengakui, dirinya melakukan pencurian tersebut  pada hari Rabu tanggal (27/4) sekitar pukul 14.00 WIB di SMP Negeri 3 yang merupakan tempat dia sekolah sendiri. Kemudian tambahh HE, pada hari Sabtu (30/4) sekitar pukul 16.00 WIB kembali lagi untuk melakukan pencurian yang kedua kalinya di tempat yang sama.
      Dihadapan petugas, tersangka mengaku melakukan pencurian tersebut bersama tiga orang temannya antara lain AN teman sama-sama satu sekolah dan AL  (17) dan AM (18) ) ketiganya adalah warga Sukadamai Toboali yang saat ini masih dalam pencarian serta pengejaran oleh anggota polsek dan Polres Basel.
      “AN yang sudah mengenal ruangan tersebut sehingga masuk ke dalam ruang laboratorium praktek dengan cara memanjat pondasi kemudian mencongkel jendela bagian belakang dengan menggunakan obeng. Sedangkan saya bersama kedua teman yang lain tetap menunggu di luar sambil berjaga-jaga di sekeliling ruangan takutnya ada orang yang melihat.  Tidak lama kemudian AN keluar melalui jendela menggunakan tas berwarna hitam yang berisi barang-barang dari hasil curian dalam ruangan tersebut. Setelah itu kami langsung pergi menggunakan sepeda motor Suzuki Shogun warna biru milik AN dan sepeda motor Jupiter MX milik AM kemudian menuju rumah AM di Sukadamai,” ujar HE.
      Disisi kapolres menambahkan, barang-barang yang telah dicuri pada hari pertama adalah Earphone 2 unit, printer 1 unit, Wireless 2 unit dan 1 buah penyimpan data. Kemudian pada hari kedua  yang dicuri pelaku adalah Earphone 4 unit, printer 1 unit, monitor komputer 1 unit dan speaker 1 unit.
      “Barang-barang tersebut selanjutnya disimpan di rumah AM dan kemudian akan dijual. Orang yang pertama mempunyai ide untuk melakukan pencurian tersebut adalah AN yang tidak lain adalah siswa di SMPN 3 tersebut,” ungkap dia seraya menambahkan, barang yang sudah terjual adalah Aerphone sebanyak 2 unit dihargai sebesar Rp 300.000,-  dari hasil penjualan barang tersebut tersangka dan AN mendapat bagian Rp100.000, sedangkan AL dan AM masing masing mendapat Rp50.000.
      “Uang hasil pencurian tersebut digunakan oleh tersangka dan teman-temannya untuk belanja sehari-hari. Satu tersangka saat ini sudah mendekam di ruang tahanan untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, sedangkan untuk teman-temannya tersangka yang lain tetap kami lakukan pengejaran,” tegas Juwari. (cr30)


Banner

Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Cegah Politik Uang, Kajari Basel Ingatkan Para Kades dan Lurah Awasi Pilkada
Cegah Politik Uang, Kajari Basel Ingatkan Para Kades dan Lurah Awasi Pilkada
Senin, 21 September 2020 17:59 WIB
TOBOALI – Kejari Bangka Selatan (Basel) mengingatkan kepada seluruh peserta Kepala Desa (Kades) dan Lurah di Kabupaten Basel agar tidak
F- KSKB Desak Pemkab Basel Serahkan Dokumen KUA-PPAS Perubahan
F- KSKB Desak Pemkab Basel Serahkan Dokumen KUA-PPAS Perubahan
Jum'at, 18 September 2020 15:08 WIB
TOBOALI - Fraksi Keadilan Sejahtera Kebangkitan Bangsa (F- KSKB), mendesak Pemkab Bangka Selatan (Basel), segera menyerahkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran
Kasus Dugaan Tipikor DAK Dinas Pendidikan Basel Naik ke Tahap Penyidikan
Kasus Dugaan Tipikor DAK Dinas Pendidikan Basel Naik ke Tahap Penyidikan
Jum'at, 18 September 2020 13:39 WIB
TOBOALI – Kejari Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menaikkan status perkara dugaan tipikor Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan
Temuan Goresan Merah Kuno di Goa Desa Gudang
Temuan Goresan Merah Kuno di Goa Desa Gudang
Kamis, 17 September 2020 19:13 WIB
TOBOALI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan (Basel), bersama tim Bekaes Budaya Bangka Belitung belum lama ini menyelusuri