Oknum Pengusaha Gunakan Kartu Fuel Card Kuras BBM Bersubsidi di SPBU


Oknum Pengusaha Gunakan Kartu Fuel Card Kuras BBM Bersubsidi di SPBU

PANGKALPINANG - Kartu kendali pengisian bahan bakar bersubsidi (BBM) atau fuel card di manfaatkan oleh para oknum pengusaha tertentu untuk meraup keuntungan dengan cara menguras BBM bersubsidi di SPBU.

"Kejanggalan yang dimaksud ialah salah satunya, saya mendapat bukti kiriman (melalui pesan whatsapp-red) tentang terjadinya aktivitas pengurasan BBM subsidi oleh pengusaha tertentu dengan bukti fotonya ada," ujar Didit seraya menunjukkan bukti foto kepada sejumlah wartawan di telepon seluler miliknya, Senin (23/12/2019).

Selain itu, disampaikan Didit, dirinya juga mendapatkan kiriman rekaman suara dari masyarakat melalui pesan whatsapp yang berisi perbincangan antara oknum pengusaha dengan pengerit.

"Ini kan menguntungkan pengusaha, ternyata ada pengusaha juga menawarkan kepada pengerit, jika ingin mendapatkan solar itu kan dapatnya 20 liter, ini bisa dapat 60 liter tetapi mereka (pengerit-red) harus bayar 2 juta lima ratus ribu, ini rekaman kawan-kawan dengar sendiri," ungkapnya.

"Kejadian ini contohnya di Bangka Selatan dan Kota Pangkalpinang, kalau rekamannya itu di salah satu SPBU Pangkalpinang, kalau fotonya itu terkait pengurasan BBM subsidi itu dikirim dari Toboali, Bangka Selatan," sambungnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada Gubernur Erzaldi agar segera mengundang pihak perwakilan dari pengerit SPBU untuk menyampaikan secara langsung tentang adanya kejanggalan-kejanggalan atas kebijakan ini.

"Artinya Bapak Gubernur harus mengkaji ini (kebijakan Fuel Card-red), satu sisi kita ingin BBM subsidi ini tepat sasaran untuk masyarakat, tapi faktanya ini menguntungkan sekelompok orang-orang besar juga (pengusaha-red)," tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta agar Pemprov Babel dapat menambah volume atau kuota BBM bersubsidi dari 20 liter menjadi 40 atau 50 liter untuk untuk satu kali pengisian dalam satu hari.

"Kemudian yang kedua bagi pemilik kendaraan yang pajaknya tidak bayar atau mati pajak, tolong Pemprov Babel mengadakan pemutihan agar mereka membayar pajak," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Politisi PDIP ini juga mengimbau kepada para pengerit agar menghargai masyarakat pada saat melakukan pengisian BBM bersubsidi di SPBU.

"Dikala mereka (para pengerit-red) diberi kesempatan lagi untuk mencari nafkah, masyarakat umum juga tolong diperhatikan, jangan seakan-akan SPBU itu milik mereka, itu nggak boleh," tegasnya lagi.

Mengatasi hal ini, ia menyarankan agar Pemprov Babel dapat menggandeng pihak TNI dan Polri dalam melakukan pengamanan di SPBU.

"Jika misalnya nanti para pengerit ini melanggar kesepakatan, ya udah bersihkan saja, gitu kan. Nah tinggal mau tidak gubernur, karena ini menyangkut ekonomi juga, saya tidak berpihak kepada pihak manapun," tandasnya. (mon)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
Selasa, 15 September 2020 21:21 WIB
PANGKALPINANG - Dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021, Universitas Bangka Belitung menyelenggarakan kuliah umum online yang mengangkat tema
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Senin, 14 September 2020 12:44 WIB
AIR ANYIR - Dalam rangka memastikan kondisi kesehatan pimpinan yang ada di Lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dilakukan pemeriksaan
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Senin, 14 September 2020 12:42 WIB
PANGKALPINANG - Guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bangka Belitung yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor, Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Minggu, 13 September 2020 16:40 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel), Melati Erzaldi mengatakan bahwa pusat pendidikan dan pelatihan