Proyek Akong Bikin Tujuh Warga Celaka, Salah Satunya Pak RT


Proyek Akong Bikin Tujuh Warga Celaka, Salah Satunya Pak RT

PANGKALPINANG- Proyek pemeliharaan berkala Jalan Trem - RE Martadinata, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) oleh PT Artha Karya, Sabtu (27/7/2019), kembali dikeluhkan warga.

Pasalnya, sejak proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Babel ini berjalan, dikerjakan oleh kontraktor Akong sedikitnya sudah ada tujuh orang penguna jalan mengalami kecelakaan. Salah - satunya  korban adalah Edi Suhadi (60) Ketua RT 03/01 Kelurahan Rejosari, Pangkalpinang.

Penyebab kecelakaan dikarena terdapat lobang bekas galian proyek, terlebih lagi  minimnya penerangan lampu  jalan sekitar lokasi disekitar lokasi mengakibatkan ruas jalan sangat rawan terjadinya kecelakaan.

" Saya jatuh numbur lobang proyek, tidak dipasang tanda - tanda lobang itu dalam. Proyek inilah, harusnya dipasang tanda -tanda, lampu juga ngak ada gelap," ujar Edi, sambari menunjukan legannya yang luka.

Sementara pantauan Radar Bangka dilokasi, tampak aktivitas pembangunan box curvert dan peningkatan jalan oleh pihak pemborong di jalan trem sedang berlangsung. Tampak satu unit alat berat mini dan tendem roller berada dilokasi.

Dari lokasi tampak material seperti batu split sengaja diturunkan ditengah badan jalan, sehingga menganggu para penguna jalan yang melintas dilokasi.

" Seharusnya pemborong jangan asal menurunkan material dipingir jalan. Inikan jalan umum rawan macet. Coba kalau terjadi kecelakaan mereka lepas tangan. Jangan mentang mentang proyek pemerintah mau seenaknya saja. Tolong pikirkan masyarakat," terang Firdaus salah- satu penguna jalan saat ditemui Radar Bangka dilokasi.

Sementara itu Ketua PWI Babel, M Fathurrahman atau yang akrab disapa Boy, menyesalkan kinerja pihak kontraktor yang dinilai bekerja tanpa memikirkan keselamatan masyarakat.

”Korban-korban itu yang perlu dikejar dan diberikan pertolongan sebagai wujud tanggung jawab. Apa mau korban berjatuhan lebih banyak lagi  baru mau memperbaiki, mana tanggung jawabnya terhadap para korban. Seharusnya dari awal dipikirkan faktor keselamatan orang lain dan ini tidak bisa dibiarkan mereka wajib bertanggung jawab,"tegas Boy.

Sementara Akong saat dihubungi Radar Bangka melalui via Handphone belum memberikan jawaban. (wah)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Bantu Ringankan Masyarakat, Polda Babel Bagikan 300 Sembako
Bantu Ringankan Masyarakat, Polda Babel Bagikan 300 Sembako
Kamis, 09 April 2020 19:18 WIB
PANGKALPINANG - Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa membagikan 300 paket sembako gratis ke pengemudi ojek, tukang
Bantuan Adem Sari Ching Ku Untuk Pejuang Corona Tiba di Babel
Bantuan Adem Sari Ching Ku Untuk Pejuang Corona Tiba di Babel
Kamis, 09 April 2020 15:10 WIB
PANGKALPINANG - Bantuan Adem Sari Ching Ku bersama Yayasan Enesis Indonesia berupa minum herbal untuk pejuang Corona atau Covid-19 telah
Disbudpar Rapat Kerja Bersama Komisi II DPRD Babel
Disbudpar Rapat Kerja Bersama Komisi II DPRD Babel
Kamis, 09 April 2020 00:54 WIB
PANGKALPINANG - Dalam rangka mendukung sinergitas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel)
Pemprov Babel Telah Rampungkan Proses Refocusing dan Realokasi Anggaran Guna Tangani Covid-19
Pemprov Babel Telah Rampungkan Proses Refocusing dan Realokasi Anggaran Guna Tangani Covid-19
Kamis, 09 April 2020 00:41 WIB
PANGKALPINANG - Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung hari ini telah merampungkan proses refocusing dan realokasi anggaran guna mencegah penyebaran dan mempercepat