KPK Tunggu Laporan Proyek Embung Belitung


KPK Tunggu Laporan Proyek Embung Belitung

PANGKALPINANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menunggu laporan dugaan korupsi proyek air baku (Embung),  Gunung Mentas Kecamatan Mandau, kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Kepala Biro Humas dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha saat dihubungi Radar Bangka mengatakan,  jika sampai saat ini KPK belum menerima  adanya laporan masuk terkait proyek Embung yang dimaksud.

" Silakan melapor jika jauh via online aja bisa," ujar Priharsa, melalui pesan WhatsAap, Selasa (23/7/2019).

Priharsa menambahkan dalam membuat laporan melalui online, masyarakat dapat  membuka portal web KPK (pengaduan masyarakat..red), atau melalui call 198.

"Untuk lebih lengkap silakan call di 198 mas," saran Priharsa.

Terpisah Ketua aktivis Anti korupsi Babel, Marshal Imar Pratama mengatakan,  pihaknya rencananya akan melaporkan langsung proyek Embung ke dikantor KPK Jakarta dalam waktu dekat.

" Laporan akan kita masukan pada hari Jumat atau paling lambat hari Senin ini,"kata Marshal, kepada Radar Bangka, Rabu (24/7/2019).

Ditambahkan Marshal, dia berharap awak media di Babel dapat mengawal pemberitaan mulai dari laporan ke KPK hingga nantinya sampai proses penegakan hukum berlangsung.

"Kita serius tidak main - main dalam hal ini. Mari kita kawal bersama sama prosesnya nanti sampai kemana,"pintanya.

Diberitakan awak media sebelumnya,  dugaan korupsi mega proyek Embung Gunung Mentas di Kabupaten Belitung senilai Rp123 miliar mendapat sorotan dari banyak penggiat korupsi di Kepulauan Bangka Belitung.

Marshal Imar Pratama, Ketua Aktivis Anti Korupsi Babel menyebutkan bahwa dirinya tak main-main dalam waktu dekat akan membuat laporan resmi ke lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bahkan Marshal mengatakan dirinya sudah berkordinasi dengan penyidik lembaga anti rasuah terkait laporannya.

“Pertama saya perihatin dengan apa yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mega proyek senilai 123 miliar kuat dugaa saya syarat penyimpangan. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan akan saya laporkan langsung ke KPK,” tegas Marshal dibincangi wartawan, Senin (22/7/2019).

Bahkan, kata Marshal, dirinya sudah berkordinasi dengan penyidik KPK.

“Saya akan langsung datang ke kantor KPK di Jakarta. Sebelumnya saya sempat ditanyakan harus membawa laporan dan ditanya terkait sumber dana proyek Embung Gunung Mentas dari APBN dan dari Kementerian PU,” katanya.

Kenapa sampai mau melapor ke KPK, sambung Marshal, bahwa dirinya menilai Aparat Penegak Hukum (APH) yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak mampu untuk menguak dugaan korupsi Mega Proyek Embung Gunung Mentas di Kepayang Kacang Botor Kecamatan Badau Kabupaten Belitung.

Disebutkannya, terlihat jelas ketidakseriusan mereka dalam pemberantasan tindak pidana korupsi Mega Proyek tersebut.

“Karena alasan ketidak mampuan itulah sehingga kami menganggap penting untuk harus melibatkan KPK RI dalam perihal ini. Nilai proyek yang telah menghabiskan dana negara sebesar Rp.123 miliar dari dana APBN sejak tahun 2016 sampai tahun 2018 adalah sesuatu yang tidak bisa diterima akal sehat,” ungkap Marshal.

Mirisnya lagi, kata Marshal, hingga saat ini mega proyek tersebut belum bisa dimanfaatkan.

” Timbul pertanyaan dari kita bagaimana fungsi dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan kontrol pada mega proyek tersebut baik itu eksekutif, legislatif dan yudikatif serta kontraktor yang bertanggungjawab pada mega proyek tersebut dan sejauh mana peran serta fungsi mereka dari segi pengawasan,” bebernya.

Bila terbukti mereka melakukan pembiaran, sebut Mashal, maka kami akan meminta pertanggungjawaban juga dari mereka.

“Indikasi awal sudah terlihat dan saya yakin bahwa dugaan pengerjaan mega proyek ini tidak sesuai spek akan menjadi point penting untuk mengusut tuntas perihal tersebut. Kami sudah mengantongi dua alat bukti permulaan awal terhadap mega proyek tersebut. Oleh karena itu, kami mempercayai KPK RI dalam penuntasan dugaan korupsi mega proyek tersebut,” harapnya.

Sementara itu,  Kasatker PJPA Babel, Jhoni saat dihubunggi melalui via telpon, hp yang bersangkutan hanya berbunyi nada 'nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan'. Sementara saat dicoba dikonfirmasi wartawan ke kantor yang bersangkutan tidak berada ditempat. (wah)




 





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Kapolda Babel Instruksikan Jajaran Polres Pro Aktif Hadapi Karhutla
Kapolda Babel Instruksikan Jajaran Polres Pro Aktif Hadapi Karhutla
Senin, 16 September 2019 15:55 WIB
PANGKALPINANG - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Istiono menyoroti permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat
Tiga Kapolres Dimutasi, Sertijab Dipimpin Kapolda Babel
Tiga Kapolres Dimutasi, Sertijab Dipimpin Kapolda Babel
Senin, 16 September 2019 15:52 WIB
PANGKALPINANG - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Istiono memimpin prosesi serah terima jabatan (sertijab) dan pengambilan sumpah jabatan untuk
Gubernur Erzaldi Sebut Keluarga Adalah Landasan Dasar Kekuatan Negara
Gubernur Erzaldi Sebut Keluarga Adalah Landasan Dasar Kekuatan Negara
Jum'at, 13 September 2019 11:48 WIB
PANGKALANBARU - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengatakan, pembangunan keluarga merupakan landasan dasar kekuatan untuk membangun negara
Buruan Daftar, Kejati dan Dinas Kesehatan Babel Gelar Operasi Katarak Gratis
Buruan Daftar, Kejati dan Dinas Kesehatan Babel Gelar Operasi Katarak Gratis
Jum'at, 13 September 2019 09:46 WIB
PANGKALPINANG - Kabar gembira bagi masyarakat di Bumi Serumpun Sebalai. Kejaksaan Tinggi (Kejati) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka