Hutan Lindung Luluh Lantak, Penambang Lecehkan Aparat Penegak Hukum


Hutan Lindung Luluh Lantak, Penambang Lecehkan Aparat Penegak Hukum

PANGKALPINANG - Ketua Panja Tambang yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS di DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Bong Ming-Ming dengan tegas mengatakan, aktivitas tambang ilegal dikawasan Hutan Lindung (HL) dan lahan reklamasi eks Kobatin, Merapen Desa Lubukbesar, Kecamatan Lubukbesar, Bangka Tengah (Bateng), telah melecehkan aparat penegak hukum.

"Ini parah, para penambang itu terkesan sudah melakukan pelecehan terhadap aparat penegak hukum, kita lihat saja nanti," ujar Bong Ming- Ming kepada Radar Bangka, Minggu (16/6/2019).

Dia menjelaskan, aktivitas penambangan timah yang merambah kawasan HL sudah jelas ilegal. Sebelumnya, permasalahan tersebut telah dibahas oleh DPRD Babel melalui audiensi bersama masyarakat dan pihak-pihak terkait beberapa waktu lalu.

Dari hasil audensi tersebut, Dinas Kehutanan Provinsi Babel bersama Polda Babel dan Sat Pol PP akan membentuk Tim Terpadu untuk menangani aktivitas pertambangan ilegal merambah kawasan-kawasan yang telah dilindungi.

"Pastinya seperti itu, kemaren pas ada audiensi masyarakat di DPRD Provinsi sudah sempat di bahas, sempat disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan bahwa akan dibentuk team terpadu, untuk menyikapi perihal pertambangan ilegal khususnya yang berada di area hutan kawasan," ujarnya.

Oleh karena itu, ia sangat menyayangkan aktivitas TI ilegal  yang dilakukan secara besar-besaran di Kawasan HL Merapin Desa Lubuk Besar tersebut masih terus terjadi sampai saat ini. Mereka (penambang dan cukuong) tidak memikirkan dampak kerusakan lingkungan sehingga dapat memicu faktor terjadinya bencana alam di kemudian hari.

"Sebagai Anggota DPRD saya sangat menyayangkan terjadi perambahan hutan lindung secara besar-besaran seperti ini, hal ini dapat dilihat dari aktifitas tambang yg menggunakan mesin besar dan alat berat," ungkapnya.

Untuk itu, Bong Ming-Ming meminta aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas para pelaku penambangan ilegal tersebut agar kerusakan kawasan HL tidak semakin parah oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi semata. 

" Saya berharap melalui media ini (Radar Bangka..red), aparat keamanan dan aparat terkait bisa mengambil tindakan tegas untuk menyikapi hal ini, jangan sampai hukum dan aparat hukum dilecehkan oleh sikap mereka yang terkesan arogan kalau memang penambangan itu terjadi di hutan lindung," pungkasnya.


Kadishut Babel :  Cukong Silahkan Cari Kekayaan, Jangan Merusak HL

Cukong silakan cari kekayaan tapi jangan merusak Hutan Lindung (HL). Hal ini ungkapan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), saat dikonfirmasi terkait keberadaan tambang ilegal dikawasan HT dan lahan reklamasi eks Kobatin di Dusun Merapen Desa Lubukbesar, Kecamatan Lubukbesar, Bangka Tengah (Bateng).

"Silahkan mencari kekayaan, tapi jangan merusak HL. Karena selama ini HL telah melindungi manusia dari berbagai musibah bencana. Dan tugas kita, adalah merawatnya agar Tuhan tidak murka kepada manusia,"ujar Marwan, Minggu (16/6/2019) melalui pesan Whatshap.

Marwan juga meminta agar para cukong dapat memiliki hati nurani, meski demikian dia tidak memberikan pernyataan tegas terkait sejauh mana proses hukum bagi para cukong yang jelas-jelas telah berani mengangkangi peraturan dan undang-undang.
"Semua cukong-cukong yang diberitakan beraktivitas di Merapin, agar punya hati nurani," katanya.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) ilegal meluluh lantakan Hutan Lindung (HL) dan lahan reklamasi eks Kobatin  di Dusun Merapin Desa Lubukbesar, Kecamatan Lubukbesar, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (15/6/2019).

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan tiga nama bos tambang disebut sebut menurunkan belasan alat berat (excavator) dilokasi. Mereka adalah YOY warga Toboali Kecamatan Bangka Selatan (Basel), Akhian warga Pangkalpinang dan Aon warga Sungailiat Kabupaten Bangka.

Belasan alat berat yang sejak beberapa pekan terakhir beroperasi dengan melakukan pengerukan dikawasan lahan eks Kobatin dan HT hingga mencapai kedalaman belasan meter. Tak ayal kerusakan kawasan hutan terjadi selain ratusan pohon akasia dan berbagai jenis kayu dibabat habis sehingga berdampak pada terancamnya kelestarian mahluk hidup setempat.

Salah-satu pekerja tambang ditemui dilokasi engan berkomentar banyak terkait aktivitas TI ilegal di lahan reklamasi eks Kobatin dan HT tersebut,"Karena saya baru kerja dua hari disini, jadi belum tahu pasti siapo bosnya," katanya, Sabtu (15/6) sore.

Sementara pekerja lainnya yang identitasnya dirahasiakan mengatakan, ada tiga bos pemilik tambang yang ada di lokasi ini yakni Yoy warga Toboali, Akhian warga Pangkalpinang dan Aon warga Sungailiat, Bangka.

"Milik bos Aon dan Akhian menggunakan mesin besar, sementara mesin yang paling besar menggunakan mesin Fuso itu milik Yoy," ungkapnya.

Sementara Kepala Dusun Lubuklaut, Desa Lubukbesar, Bayu kepada awak media mengakui, jika pihaknya tak pernah mengizinkan kegiatan tambang ilegal di kawasan HL Merapin dan lahan reklamasi eks PT Koba Tin tersebut. Bahkan dirinya merasa sangat heran dan geram terkait aktivitas ilegal yang tidak menghargai aparatur desa ataupun para penegak hukum.
  "Penambang di Merapin ini kebanyakan orang dari luar Bateng, setahu saya ada bos timah dari Belinyu Sungailiat, Muntok juga ada dari Lubukbesar. Sejauh ini, saya pun tidak pernah berkomunikasi dengan para bos tambang ini," katanya.

Sementara baik Aon, Yoy maupun Akhian hingga berita ini diturunkan masih dalam upaya konfirmasi terkait sejauh mana  peran ketiganya dalam menjalankan bisnis tambang dikawasan HT dan lahan reklamasi eks Kobatin. 

Sementara KPHP Sungaisembulan memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait aktivitas tambang di kawasan hutan lindung (HL) Merapen Desa Lubukbesar, Bangka Tengah pada Minggu (16/6) siang. Sementara pihak Dinas Kehutanan, meminta agar para cukong memiliki hati nurani dengan tidak merusak kawasan HL.

Kepala KPHP Sungaisembulan, Badariah saat dikonfirmasi terkait aktivitas tambang di Merapen Desa Lubukbesar yang notabene kawasan Hutan Lindung (HL) dan kawasan reklamasi PT Koba Tin yang telah mencuat di pemberitaan tersebut melalui pesan WA pada Minggu (16/6) siang, sayangnya yang bersangkutan hingga sore hari tidak merespon atau memberikan jawaban kendati pesan telah dibaca.

Tak pelak kondisi ini menuai tangapan miring dari sejumlah nitizen yang membaca pemberitaan www.radarbangka.co.id yang sebelumnya di syer ke facebook grup Radar Bangka.

Mereka menantikan  tindakan tegas pemerintah  dan aparat penegak hukum dalam  menyelamatkan kawasan HT dan lahan reklamasi eks Kobatin.
Seperti akun facebook atas nama Rara M " Yg punya org2 brpangkat, jadi purak2 buta saja, la,"tulisnya.

Tak hanya itu dalam komentarnya di akun facebook radar bangka, Eddy Chang Afen berharap kepada media ini untuk kembali aktif meliput dunia pertambangan di Babel,"Giatkan lagi untuk meliput dunia tambang klu bisa, trimsk,"pintanya.

Begitupun dengan akun facebook Adhy S Adhy S yang ikut memberikan pujian atas keberanian media ini dalam mengangkat berita tambang ilegal," Aman2 saja ok..Radar keren,,beraniangkat berita yg diselimuti kekuatan penjajah,"tulisnya.

Sedangkan akun facebook atas nama Jhoony menulis komentar agar aparat penegak hukum lebih tegas," Ulah penguasa yg tidak cinta lingkungan dan tdk ada tindak kn tegas dari aparat penegak hukum,"tulisnya.

Sementara itu Kapolda Babel Brigjen Pol Istiono sampai beritan ini turunkan belum dapat dimintai konfirmasi, rencananya redaksi Radar Bangka akan segera melakukan konfirmasi secara langsung kepada orang nomor satu jajaran di Mapolda Babel tersebut.(redaksi/RB)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Semarak HBA dan HUT IAD 2019, Pasar Murah Kejati Babel Diserbu Warga
Semarak HBA dan HUT IAD 2019, Pasar Murah Kejati Babel Diserbu Warga
Rabu, 17 Juli 2019 20:48 WIB
PANGKALPINANG - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Aditya Warman membuka langsung pasar murah dalam rangka memperingati
Bupati Ibnu Saleh Support Poktan Lebih Berkembang
Bupati Ibnu Saleh Support Poktan Lebih Berkembang
Rabu, 17 Juli 2019 20:33 WIB
SUNGAISELAN - Bupati Bangka Tengah (Bateng) Dr Ir H Ibnu Saleh MM mengunjungi Kelompok Tani Tunas Baru Kelurahan Sungaiselan, Kecamatan
Membandel, Tambang Timah Skala Besar Beroperasi di Belakang Bandara
Membandel, Tambang Timah Skala Besar Beroperasi di Belakang Bandara
Rabu, 17 Juli 2019 20:31 WIB
PANGKALPINANG - Aktivitas tambang skala besar yang beraktivitas dengan santainya di belakang bandara Depati Amir Pangkalpinang, padahal beberapa hari sebelumnya
Bupati Ibnu Bagikan Ratusan Sertifikat Tanah Program PTSL
Bupati Ibnu Bagikan Ratusan Sertifikat Tanah Program PTSL
Selasa, 16 Juli 2019 14:48 WIB
PANGKALANBARU - Bupati Bangka Tengah DR Ir H Ibnu Saleh MM bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng)