Gustavo : Keluarga Korban Lion Air JT 610 Jangan Hanya Mengandalkan Laporan Investigasi KNKT


Gustavo : Keluarga Korban Lion Air JT 610 Jangan Hanya Mengandalkan Laporan Investigasi KNKT

PANGKALPINANG - Law Office Niru Anita Sinaga bersama pengacara internasional dari Firma Hukum Podhurst Orseck P.A yang tergabung dalam Aliansi Hukum Aviasi Internasional, Miami, Florida, Amerika Serikat, Gustavo E. Fuentes merasa terpanggil untuk membantu dan mendampingi keluarga korban Lion Air JT 610.

Pimpinan Law Office NAS, Niru Anita Sinaga mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dan pendekatan secara langsung dengan keluarga korban baik yang ada di Jakarta maupun di Babel untuk memberikan pemahaman tentang langkah-langkah hukum yang akan diambil.

"Kita sudah banyak melakukan komunikasi dengan keluarga korban, baik yang ada di Jakarta maupun yang ada di Bangka Belitung ini, bahkan tim saya juga beberapa kali mengadakan kunjungan kerumah keluarga korban. Kita sudah melakukan pendekatan, dalam artian langsung tatap muka memberikan pemahaman, langkah-langkah, semua sudah kita jelaskan," kata Anita saat diwawancarai di Novotel Bangka Tengah, Sabtu (15/12).

Sementara pengacara internasional, Gustavo E. Fuentes menjelaskan, dirinya sudah banyak menangani kasus kecelakaan pesawat di seluruh dunia dan telah berpengalaman selama 25 tahun. "Saya sudah banyak membantu keluarga dengan kurang lebih 130 kasus penerbangan selama 25 tahun, kami juga didukung oleh sebanyak 25 pengacara ternama," ujar Gustavo.

"Saya pribadi belum pernah mengetahui apabila ada firma hukum lain yang dapat mewakili keluarga korban kecelakaan pesawat dengan kinerja yang sama," tambahnya. 

Terkait mengenai laporan hasil investigasi KNKT, Gustavo menjelaskan, pihak keluarga korban harus mengetahui bahwa laporan KNKT tidak menentukan siapa yang salah dan siapa yang bertanggung jawab.

"Laporan KNKT tidak menentukan siapa yang salah dan siapa yang bertanggung jawab, laporan KNKT hanya memberitahukan informasi tentang bagaimana menurut mereka pesawat bisa jatuh atau kecelakaan tersebut telah terjadi," jelasnya. 

Oleh sebab itu, lanjutnya, keluarga korban harus meminta bantuan pihak-pihak swasta resmi bersama pengacara internasional untuk melakukan investigasi tersendiri yang terpisah dari laporan penyelidikan KNKT. 

"Maka keluarga korban harus melakukan investigasi tersendiri oleh pihak-pihak swasta yang harus bersama pengacara internasional, dimana investigasi itu sangat resmi dan bisa dipakai didalam pengadilan. Jadi penting sekali untuk memiliki pengacara internasional yang bisa memakai para ahli-ahli untuk membuat penyidikan terpisah dari penyelidikan laporan KNKT," terangnya.

"Dimana hasil investigasi itu akan dibandingkan dengan laporan KNKT dan pengacara internasional dengan laporan hasil investigasi itu harus dan pasti bisa membuktikan penyebab kecelakaan pesawat tersebut," sambungnya.

Setelah tim investigasi dari pihak swasta dan pengacara internasional mampu membuktikan di pengadilan, maka hakim yang akan menentukan berapa nilai kompensasi yang akan diterima oleh keluarga korban.

"Disaat mereka mampu membuktikan di pengadilan, hakim lah yang menentukan berapa kompensasi atas penderitaan, kesakitan, kehilangan materiil finansial yang telah dialami keluarga korban," ujarnya. 

Dengan demikian ia berharap, keluarga korban tidak hanya mengandalkan laporan dari investigasi KNKT karena hasil penyelidikan dari para ahli investigasi dari swasta lebih lengkap dan sering dipakai di pengadilan.

"Oleh karena itu, hasil penyelidikan dari para ahli investigasi dari swasta itu lah yang sering dipakai oleh pengadilan dan hakim, karena mereka lebih lengkap, dan mereka membuktikan kebenarannya, Jadi jangan hanya mengandalkan laporan investigasi dari KNKT," pungkasnya.

Berikut pengalaman-pengalaman yang dimiliki oleh pengacara internasional dari Firma Hukum Podhurst Orseck P.A dalam menangani kasus kecelakaan penerbangan di seluruh dunia, salah satunya, kecelakaan pesawat Silk Air MI185 jenis Boeing 737 yang jatuh di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. 

Mereka telah berhasil membuktikan penyebab dari kejadian tersebut adalah karena rusaknya  satu komponen pesawat Boeing. Reputasi dan kualifikasi yang dimiliki dengan didukung oleh 25 pengacara penerbangan yang ternama di Amerika Serikat yang mana salah satunya pernah bertugas sebagai salah satu penerbang pesawat tempur di Angkatan udara Amerika serikat dan telah terlibat 150 pertempuran. (mon)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Event Porprov V Bateng Berjalan Sukses, Didit Tunggu LPJ Anggaran
Event Porprov V Bateng Berjalan Sukses, Didit Tunggu LPJ Anggaran
Senin, 21 Januari 2019 21:03 WIB
PANGKALPINANG - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar audiensi di Ruang Banmus, Senin (21/1), terkait permasalahan-permasalahan yang muncul pada saat
Kasian Nelayan Basel, Kerap Diancam oleh Orang Tak Dikenal
Kasian Nelayan Basel, Kerap Diancam oleh Orang Tak Dikenal
Selasa, 15 Januari 2019 17:23 WIB
PANGKALPINANG - Perjuangan para nelayan Bangka Selatan ( Basel), dalam menyampaikan aspirasi menolak aktivitas Kapal Compreng, Trawl dan TI
Nelayan Basel Demo Mapolda Babel,  Tolak TI Apung, Kapal Trawl dan Kapal Kompreng,  Ancam Datangi Mabes Polri
Nelayan Basel Demo Mapolda Babel, Tolak TI Apung, Kapal Trawl dan Kapal Kompreng, Ancam Datangi Mabes Polri
Selasa, 15 Januari 2019 15:35 WIB
PANGKALPINANG - Masyarakat Nelayan Bangka Selatan kembali turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa damai ke Polda Babel, Selasa (15/1)
BNNK Tes Urine Walikota Pangkalpinang  dan 66 Pejabat Eselon, Hasilnya Negatif
BNNK Tes Urine Walikota Pangkalpinang dan 66 Pejabat Eselon, Hasilnya Negatif
Senin, 14 Januari 2019 20:42 WIB
PANGKALPINANG - Usai apel pagi, Senin (14/1), Walikota Pangkalpinang langsung mengumpulkan seluruh pejabat eselon yang ada di lingkungan Pemerintah Kota