4 Pejabat Pemkot Diperiksa Kejati Babel Terkait Jual Beli RTH


4 Pejabat Pemkot Diperiksa Kejati Babel Terkait Jual Beli RTH
Suwito, Mantan Camat Gabek saat diwawancarai usai diperiksa penyidik Pidsus Kejati, Rabu (7/3). Foto: ist

PANGKALPINANG - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memeriksa 4 pejabat di pemerintahan kota Pangkalpinang yang dulunya mantan perangkat Kelurahan Selindung, Rabu (7/3).

Ada sedikitnya 4 orang pejabat yang diperiksa lantaran laporan dari LSM Amak Babel kepada pihak Kejati soal dugaan jual beli tanah di Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Keempat pejabat dimaksud adalah Suwito, mantan Camat Gabek yang sekarang menjabat Camat Pangkalbalam, Pendi, mantan Lurah Selindung, Ikwanto, Tata Ruang PU Pangkalpinang dan Akhmad Rivai, Kadis Pariwisata Provinsi.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspdisus) Kejati Babel, Edi Ermawan SH MH melalui Kasi Penkum, Roy Arland membenarkan ada keempat pejabat pemkot yang diperiksa. "Ada 4 orang yang diperiksa oleh penyidik Pidsus," kata Roy di ruang kerjanya, Rabu (7/3) siang.

Pantauan Radar Bangka, , Rabu (7/3 siang sekitar pukul 10.00- 12.00 WIB di gedung Pidsus Kejati Babel, kegiatan pemeriksaan terhadap 4 orang tersebut terlihat masih saja berlangsung.

Salah seorang yang diperiksa yakni Camat Gabek, Suwito tak menampik  jika dirinya ikut diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel).

"Iya saya diperiksa terkait permasalahan RTH (Ruang Terbuka Hijau) itu," kata Suwito saat ditemui usai pemeriksaan sekitar pukul 12.15 WIB.

Suwito mengaku dirinya mendapat belasan pertanyaan saat dilakukan pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB hingga menjelang waktu Dzuhur.

"Belasan pertanyaanlah tadi yang ditanyakan ke saya," katanya singkat. Namun sayangnya Suwito tak menjelaskan detil sejumlah pertanyaan yang ditanyakan penyidik Pidsus Kejati Babel terhadapnya. Meski begitu Suwito mengaku jika dalam pemeriksaan tadi tak saja dirinya yang dimintai keterangan penyidik Pidsus namun sejumlah pejabat lainnya pun ikut terperiksa.

"Yang diperiksa tadi selain saya yakni mantan lurah Selindung pak Efendi terus pak Ahmad Rivai dan satu lagi saya gak hafal namanya namun itu dari PNS PUPR (Ikwanto)," kata Suwito yang kini menjabat sebagai camat Pangkal Balam.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Rivai juga terlihat di Gedung Pidsus Kejati Babel. Belum diketahui pasti apakah pemeriksaan berkaitan dengan dugaan kasus RTH.

Sayangnya saat akan dikonfirmasi yang bersangkutan terlihat bergegas keluar dari gedung dan langsung masuk ke dalam mobil dinas yang ditumpanginya.

Sementara Hadi Susilo Purbaya, Ketua Amak Babel, disinggung hal tersebut mengatakan  AMAK  Babel sangat mengapresiasi akan kesigapan dan keseriusan pihak penyidik pidsus kejati babel terkait laporan kami terhadap dugaan pencaplokan dan jual beli tanah Negara kawasan (RTH) Ruang terbuka hijau yang terletak di kelurahan Jerambah Gantung (sekarang) dan Kelurahan Selindung (dahulu) untuk segera di tuntaskan.

Menurut Amak Babel, perlu dikaji ulang dan publik tahu walaupun tanah kawasan RTH belum masuk ke Aset Kota Pangkalpinang, tetapi sudah ada perda yang memback-up kawasan tersebut, artinya perda tersebut harus di revisi demi kepentingan masyarakat.

Selagi belum di keluarkan dari kawasan RTH dengan seijin menteri agraria dan tataruang, apa tujuan dan maksud di keluarkannya sebagian RTH tersebut untuk kepentingan siapa?

Lanjut Hadi Susilo ,selagi belum ada perda (PK -red) yang mengaturnya,kawasan teesebut tidak boleh di perjualbelikan, kalau sudah masuk perda RTH, kawasan yang tidak boleh di perjualbelikan, di karenakan sudah masuk sebagai lahan yg dikuasai negara walaupun belum masuk aset, layaknya seperti hutan lindung tidak masuk aset Pemerintah pusat tapi dk boleh dijual beli karena (RTH ) masuk hak publik.

Dikarenakan perda itu produk hukum dan setiap yang sudah diatur perda tidak boleh dialih fungsikan sebelum dibatalkan melalui perda juga di (PK) peninjauan kembali, bahwa lahan tersebut jadi lahan bebas kembali yg boleh diusahakan oleh masyarakat (APL) area penggunaan lainnya," pungkas Hadi Susilo.(don/wah)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Jelang Pelantikan Pimpinan, DPRD Babel Gelar Gladi Bersih
Jelang Pelantikan Pimpinan, DPRD Babel Gelar Gladi Bersih
Selasa, 15 Oktober 2019 19:12 WIB
PANGKALPINANG - Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Gladi Bersih jelang pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan empat pimpinan DPRD
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Selasa, 15 Oktober 2019 11:03 WIB
JAKARTA - Apa yang Anda bayangkan tentang Indonesia 100 tahun? Semua cita-cita kebangsaan yang dicanangkan para pendiri bangsa seharusnya sudah
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
Senin, 14 Oktober 2019 19:00 WIB
PANGKALPINANG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama dengan organisasi Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel siap
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Senin, 14 Oktober 2019 16:54 WIB
PANGKALPINANG - Persiapan menjelang pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan para pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan digelar pada