Nasib Atasan dan Bawahan Memang Beda, Sudah Dituntut 8 Tahun Dimiskinkan Pula


Nasib Atasan dan Bawahan Memang Beda, Sudah Dituntut 8 Tahun Dimiskinkan Pula

PANGKALPINANG - Memang dimana-mana nasib bawahan selalu beda dengan atasan. Seperti yang dialami Kurniaddi, terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi Pertamina Depo Pangkalbalam.

Saat sidang pembacaan tuntutan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) dari kejari Pangkalpinang terhadap mantan karyawan outsourcing Depo Pertamina, Pangkalbalam, Kurniadi dituntut 8 tahun penjara, Kamis (1/3/2018).

Bahkan Kurniadi harus membayar denda 100 juta dengan subsider 3 bulan penjara serta harus menggantikan kerugian negara Rp. 4.918.255.000, bilamana tidak sanggup diganti dengan kurungan 3 tahun.

Dalam sidang yang sama tim JPU Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, juga menuntut mantan atasan Kurniadi, yaitu Saharudin yang notabene pegawai Pertamina hanya 4 tahun. Dalam tuntutan yang beda ini, Kurniadi paling apes dimana dia tidak hanya sekedar penjara, tetapi dijerat dengan tindak pidana pencucian uang sehingga segala asetnya seperti rumah miliknya di kampung Opas disita untuk negara.

Dengan tuntutan yang berbeda terhadap 2 (dua) terdakwa tersebut, menunjukkan kalau JPU tidak menguraikan fakta persidangan secara utuh. Kurniadi dianggapnya sebagai pihak yang paling ‘bertanggung jawab’ dalam pusaran korupsi di tubuh perusahaan plat merah ini.

Sementara, yang terungkap selama ini penggunaan user id/password dalam pencairan uang tiket-tiket illegal bukan hanya milik Saharudin selaku atasan langsung Kurniadi saja.

Melainkan seluruh operation head (OH) atau kepala Depo Pertamina Pangkalbalam. Tercatat OH yang menjabat dalam kurun 2011 hingga 2016 yakni: Gatot (2015/2016), M Anas Hasan (2013/2014), Laha Komringun (2012) dan Muzammi (2011).

Adapun rincian transaksi yang terungkap melalui user id/password secara keseluruhan mencapai lebih dari Rp 2 milyar. Jaksa tidak ‘menyentil’ fakta persidangan atas hadiah plesiran Kurniadi ke manca negara salah satunya jam tangan mewah kepada mantan OH bernama Gatot.

Kurniadi sendiri merasa tuntutan JPU terlalu memojokan serta menumbalkan dirinya. Dia mempertanyakan jaksa penyidik yang menangani perkara tidak utuh dan tebang pilih.

“Masak selama kurang lebih 5 tahun saya dengan mudahnya mengoperasikan user id/password mereka semua (OH), berarti kan udah diizinkan mereka, karena password itu rahasia. Kenapa saya yang hanya outsourcing bisa mudah dan diistimewakan begitu?” tanya Kurniadi kepada wartawan usai persidangan kemarin.

Masih kata Kurniadi kalau penyalahgunaan user id/password itu bukan tanggung jawabnya melainkan masing masing pemilik. “Sebetulnya bilamana sampai user id/password itu disalahgunakan bukan tanggung jawab saya. Tetapi masing-masing pemiliknya (OH). Itu sudah ada aturanya,” ucapnya.

Menurutnya dia sengaja dikorbankan pihak penyidik Kejaksaan karena memang hanya orang kecil dan bukan seorang pegawai Pertamina. Sedangkan mantan-mantan atasanya itu disinggungnya masih punya posisi kuat apalagi ada embel-embel Pertamina. “Tetapi biarlah, biar Tuhan saja yang membalasnya. Saya ikhlas saja dituntut sampai 11 tahun penjara begini,” katanya lirih.

Dikatakan Kurniadi, dirinya menduga ke depan Depo Pertamina Pangkalbalam itu akan terus diusik oleh persoalan hukum. Pasalnya banyak sekali hal-hal yang menyimpang terutama terkait dengan pengadaan-pengadaan serta proyek-proyek besar yang ada di sana.

“Selama ini kan aman-aman saja, tapi lihat saja nantinya. Dari kasus ini sebetulnya jadi pintu masuk ke dalam, sesunggunya di sana banyak kebobrokan,” pungkasnya. (don)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Jum'at, 10 Juli 2020 20:27 WIB
PANGKALAN BARU - Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun Pondok Pesantren Nurul Falah,
Jaga Bansos, Fitur Pada Aplikasi Jaga Untuk Laporkan Dugaan Penyelewengan/Penyalahgunaan Bantuan Sosial
Jaga Bansos, Fitur Pada Aplikasi Jaga Untuk Laporkan Dugaan Penyelewengan/Penyalahgunaan Bantuan Sosial
Kamis, 09 Juli 2020 18:53 WIB
PANGKALPINANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memiliki fitur Jaga Bansos pada aplikasi Jaga yang dapat diunduh pada gawai android
Babel Diusulkan Peroleh Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Sebanyak  3.350 Unit
Babel Diusulkan Peroleh Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Sebanyak 3.350 Unit
Kamis, 09 Juli 2020 18:52 WIB
PANGKALPINANG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diusulkan untuk memperoleh Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.350 unit
146 Unit Rumah Layak Huni Akan Dibangun Dengan Sistem Padat Karya
146 Unit Rumah Layak Huni Akan Dibangun Dengan Sistem Padat Karya
Kamis, 09 Juli 2020 18:50 WIB
PANGKALPINANG - 146 unit rumah layak huni akan dibangun di seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung, dalam Program Peningkatan Kualitas-Rumah Tidak