Pangkalpinang Banyak Anak Putus Sekolah


Pangkalpinang Banyak Anak Putus Sekolah

PANGKALPINANG - Dunia pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tepatnya di Kota Pangkalpinang sungguh mengkawatirkan.

Tercatat 229 anak di Kelurahan Air Mawar Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang tidak atas putus sekolah. Entah apa faktor anak-anak tersebut tak mau sekolah.

Apakah lemahnya ekonomi keluarga, latar belakang pendidikan orang tua atau kurangnya anak minat bersekolah. Bahkan diketahui banyak anak yang lebih memilih mencari pasir timah ketimbang sekolah.

Demikian terungkap saat Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Wakil Walikota didampingi Dinas Sosial, Disdukcapil, Disdikbud, Camat Bukit Intan, Lurah Air Mawar dan seluruh RT/RW langsung melakukan pengecekan dan rapat dadakan.

Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian mengatakan, hal ini sangat berbading terbalik dengan apa yang telah ada, dimana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pangkalpinang yang telah menuntaskan wajib belajar 12 tahun, bahkan hingga 15 tahun atau setara Diploma III.

"Jujur saya sangat sedih ketika mengetahui adanya puluhan anak di Air Mawar yang putus sekolah mengingat Kota Pangkalpinang sudah tuntas program Wajib Belajar (wajar) 12 tahun dan kini sedang melaksanakan program rintisan wajar 15 tahun disisi lain faktanya di lapangan masih ada anak-anak yang putus sekolah dan masalah ini harus segera kita tuntaskan, " ujarnya. 

Berdasarkan data Kelurahan Air Mawar, katanya, jumlah anak-anak yang tidak sekolah mencapai 229 orang yang terdiri dari 133 anak laki-laki dan 96 anak perempuan. 

"Ini harus cepat kita selesaikan jangan sampai berlarut dan jumlahnya semakin bertambah. Saya minta camat, lurah, RT dan RW harus terjun lapangan untuk mendata kembali anak-anak yang putus sekolah ini. Kita cari faktor penyebabnya apa, kalau itu faktor ekonomi,  itu mutlak salah pemerintah," tegasnya. 

Namun jika penyebanya dikarenakan faktor lain, lanjut Sopian, maka tentunya ini merupakan tugas berat pemerintah daerah terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya orangtua bahwa betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak. 

"Makanya nanti dalam pendataan kita tanyakan apakah mereka ini masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Kalau mereka masuk dalam PKH, itu berarti kesadaran orangtuanya perlu kita tingkatkan, karena dalam program PKH itu, sebagian bantuannya sudah termasuk untuk biaya anak sekolah," terangnya. 

Kepala Dinsos dan PPPA Kota Pangkalpinang, Fitriansyah menambahkan, bahwa pada dasarnya Pemkot Pangkalpinang sudah berupaya keras dalam meminimalisir anak putus sekolah. Pasalnya, hampir seluruh warga kurang mampu di Pangkalpinang sudah dimasukan dalam PKH. 

"Makanya ketika ada informasi seperti ini, saya yakin ini dikarenakan kurangnya kesadaran dari para orangtua dan anak itu sendiri. Tapi ini tugas kita untuk menyadarkannya," katanya. 

Hal ini juga dibenarkan Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Air Mawar, Mulyono. Diakuinya, kebanyakan anak-anak putus sekokah tersebut bukan dikarenakan faktor ekonomi, namun melainkan minimnya kesadaran terhadap dunia pendidikan. 

"Saya selaku Ketua RT  sudah sering menghimbau dan mengingatkan para orangtua dan anak-anak di RT saya agar bersekolah.  Bahkan kita jemput bola dan paksa mereka untuk bersekolah, tapi masih saja mereka tak mau sekolah," ungkap Mulyono yang juga Mantan guru honorer swasta itu.

Meski begitu, katanya, dirinya akan terus mengimbau kepada masyarakat terutama para orangtua untuk tetap menyekolahkan anaknya minimal hingga jenjang SMA sederajat. 

"Memang ini adalag tugas kita bersama dan perlu kesabaran yang tinggi untuk menyadarkan mereka. Cuma ada satu hal lagi selain masalah putus sekolah, kami minta tolong pemerintah agar membantu kami dalam memberantas narkoba, karena Air Mawar ini dulunya adalah texasnya narkoba. Jadi kami minta tolong bantu kami untuk membasmi anak-anak yang salah jalan di Air Mawar ini," pintanya. (tya)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Bagikan Paket Sembako, Gubernur Himbau Masyarakat Lebih Disiplin Terapkan Protokol Covid-19
Bagikan Paket Sembako, Gubernur Himbau Masyarakat Lebih Disiplin Terapkan Protokol Covid-19
Senin, 01 Juni 2020 17:20 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengunjungi sekaligus membagikan bantuan paket sembako pada masyarakat sekitar Jalan Girimaya,
Gubernur Erzaldi Sapa Masyarakat Lewat Siaran Langsung Instagram
Gubernur Erzaldi Sapa Masyarakat Lewat Siaran Langsung Instagram
Kamis, 28 Mei 2020 14:48 WIB
PANGKALPINANG - Menyikapi kerinduan masyarakat untuk bertemu pemimpinnya, mengingat adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung
Rancangan Perda Peraturan Pelanggaran Protokol Covid-19 Siap Diajukan
Rancangan Perda Peraturan Pelanggaran Protokol Covid-19 Siap Diajukan
Kamis, 28 Mei 2020 15:20 WIB
PANGKALPINANG - Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah kembali memimpin rapat teknis lanjutan terkait rancangan peraturan tentang pengenaan sanksi terhadap
Gubernur Erzaldi Yakin Dengan Pancasila, Bangsa Indonesia Mampu Menjadi Pemenang
Gubernur Erzaldi Yakin Dengan Pancasila, Bangsa Indonesia Mampu Menjadi Pemenang
Senin, 01 Juni 2020 11:28 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengucapkan "Selamat Hari Lahir Pancasila" kepada seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.