Penyertaan Modal Babel Kecil


Penyertaan Modal Babel Kecil

    PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah menerima pembagian laba (Devide) dari penyertaan modal di Bank pembayaran Syariah (BPRS) Bangka Belitung. Tahun 2016 ini, total devide yang diterima Pemprov Babel sebesar Rp 5.46 miliar. Keikutsertaan Pemprov Babel sejak 2006 lalu, telah menyertakan modalnya di BPRS sebesar Rp 3.599 miliar.

    Saat diwawancarai, Asisten ekonomi dan pembangunan Budiman Ginting mengatakan Penyertaan modal Pemprov Babel saat ini masih kecil jika dibandingkan dengan pemegang saham lainnya. "Modal kita yang ditanamkan masih kecil, dan ini sangat menguntungkan," ujar Budiman. Lebih lanjut, Budiman mengatakan Pemprov Babel perlu melakukan penambahan penyertaan modal di BPRS. Apalagi jika mengacu pada aset yang dimiliki dari BPRS adalah tingginya tidak masyarakat yang menabung di BPRS.

    "Perlu sekali adanya penambahan modal, saya buka sedikit dari 551 miliar aset BPRS, 441 miliar nya modal dari masyarakat. Artinya Tingkat kepercayaan masyarakat sangat tinggi," katanya. Untuk tahun 2017, diperkirakan Pemprov Babel tidak akan menempatkan penyertaan modalnya di BPRS. Mengingat, DPRD Babel menolak untuk mengesahkan Raperda penyertaan modal.

    Menyikapi hal ini, Budiman membatah hal tersebut. Menurutnya Raperda penyertaan modal saat ini sudah dalam pembahasan. Meskipun memang ada perbedaan pandangan antara pihak DPRD Babel dengan Pemprov Babel dalam Raperda penyertaan modal tersebut. "Bukan ditolak, kan saat ini sudah dalam pembahasan. Hanya saja memang ada perbedaan pandangan. Mereka (DPRD) masih berpikir status Bank BPRS belum BUMD. Padahal tidak ada masalah kalau untuk menanamkan modal," jelasnya.

    Pihaknya pun berencana akan menaikkan Bank BPRS ini menjadi bank pemerintah. Langkah strategis pun sudah dilakukan dengan mengirimkan surat ke presiden dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hanya saja, saat ini terkendala modal dasar untuk meningkatkan status BPRS menjadi bank pemerintah menjadi persoalan sendiri. Pihaknya pun berharap kepada pemerintah pusat untuk dapat tidak memberlakukan modal dasar mencapai 1 triliunan.

    "Bukan wacana lagi, kita sudah mengirimkan surat ke pak presiden dan OJK agar mereka tidak memberlakukan modal dasar 1 triliunan itu," ucapnya. Budiman menyebutkan banyak keuntungan yang akan dirasakan Pemprov Babel jika memiliki bank daerah. "Banyak sekali keuntungannya, banyak potensi yang dikelola masyarakat jika tidak ada yang bisa mengakomodir kita bisa akomodir. Selain itu juga uang Pemda bisa disimpan di bank daerah," tandasnya.(bei)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Membuat Perda Harus Selektif
Membuat Perda Harus Selektif
Rabu, 20 November 2019 11:48 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Selasa (19/11/2019) pagi, rapat bersama Bupati/Walikota se- Bangka Belitung, yang diselenggarakan di
577 Siswa Tahfidz Quran Menerima Beasiswa
577 Siswa Tahfidz Quran Menerima Beasiswa
Rabu, 20 November 2019 11:39 WIB
PANGKALPINANG – Sebanyak 577 Siswa, Mahasiswa dan Tahfidz Qur’an berprestasi dan kurang mampu, menerima Beasiswa dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan
Pemprov Babel Segera Selesaikan Seluruh Temuan BPK
Pemprov Babel Segera Selesaikan Seluruh Temuan BPK
Rabu, 20 November 2019 11:35 WIB
JAKARTA – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah mewakili Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, menyatakan bahwa pada tahun 2020
Gubernur Apresiasi, PLN Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni
Gubernur Apresiasi, PLN Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni
Selasa, 19 November 2019 19:25 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengapresiasi PLN atas kontribusinya membantu pemerintah daerah mewujudkan harapan warga Kampung