Miliki Saham PT Timah Langkah Tepat


Miliki Saham PT Timah Langkah Tepat

Miliki Saham PT Timah Langkah Tepat 
      PANGKALPINANG-Keinginan Gubernur Bangka Belitung (Babel) Ir. Eko Maulana Ali, M.Sc, M.AP, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Bangka Tengah (Bateng) dan Kabupaten Bangka untuk memiliki saham di PT Timah mendapat dukungan dari kalangan akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB). Bahkan langkah untuk membeli saham PT Timah tersebut dinilai langkah tepat. 
       Menurut Dekan Fakultas Ekonomi UBB, Suhaidar, tidak ada masalah jika pemprov maupun pemda ingin membeli saham PT Timah. Keinginan pemda untuk memiliki saham PT Timah tersebut kata Suhaidar nantinya akan menimbulkan rasa kepemilikan terhadap perusahaan plat merah itu sendiri.
      “Keinginan untuk membeli saham di PT Timah tersebut merupakan langkah yang tepat. Yang mana kita ketahui bahwa saham PT. Timah itu sendiri sudah go public yang semua sahamnya dapat dijual bebas di bursa saham. Yang dapat dibeli oleh siapapun dalam pasar saham tersebut,” kata Suhaidar saat ditemui RB di Novotel usai seminar peningkatan pemanfaatan sumber daya Iptek Kamis kemarin (12/5). 
      Namun Suhaidar menyarankan, sebaiknya jika pemda ingin membeli saham tersebut dilakukan secara berkelompok agar sehingga saham yang dimiliki lebih banyak. Bila perlu menurut dia, gabungan pemda itu harus ada yang mengkoordinirnya agar anggaran dari setiap daerah terkumpul semua sehingga dapat membeli saham dalam jumlah yang lebih besar.
      “Jika perlu bergabung dengan daerah dari berbagai kabupaten di Babel. Dan bila perlu pemda membeli 25 persen saham tersebut atau lebih. Namun setelah pemda berhasil membeli saham tersebut, tidak semestinya mengelola juga, karena hak nya mengelola tetap pada BUMN (Badan Usaha Milik Negara-red). Sebab 50 persen dari saham tersebut masih dikuasai oleh negara melalui BUMN nya, Depkeu (kementerian keuangan-red), atau kementerian pertambangan dan energ,” jelas Suhaidar.
      Untuk memiliki saham itu sendiri, jelas Suhaidar, pemda harus memenuhi beberapa prosedur terlebih dahulu. Adapun mekanisme itu sendiri tidaklah susah, bahkan sederhana sekali seperti hukum jual beli pada umumnya.
      “Itu sederhana bila berbicara masalah pasar berarti ada jual ada juga beli. yang pembeliannya tersebut tidak memerlukan banyak prosedur. Dan jika dari pemda bila mengenai uang pembelian haruslah uang pembelian tersebut berasal dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-red),” jelas Suhaidar seraya menambahkan, untuk pembelian saham tersebut pemda harus mendapat persetujuan dewan terlebih dahulu termasuk lembaga maupun badan yang akan membelinya.
      Apakah membeli saham tersebut pemda akan untung atau rugi? Menurut Suhaidar untuk menentukan untuk ruginya dapat dilihat dari orang, lembaga atau perusahaan itu sendiri. Menurut dia pendapatan dari pembeli saham ada dua macam yakni mendapatkan deviden atau pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.
       “Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan, tapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis. Apabila diakhir tahun PT. Timah mengumumkan ada laba, biasanya ada pengumuman yang namanya dividen,” ujar dia. 
      Sementara yang kedua jelas Suhaidar, yakni capital again adalah yang merupakan keuntungan (laba) yang diperoleh dari investasi dalam surat berharga (efek) seperti saham, obligasi atau dalam bidang properti, dimana nilainya melebihi harga pembelian. Yang juga merupakan kelebihan harga pada saat beli  dan jual, contohnya pada saat beli dengan harga Rp.1000, nanti sekitar waktu dua sampai tiga bulannya saham PT. Timah tersebut naik menjadi Rp.1.100. dan Rp.100 nya itulah yang disebut dengan kelebihan harga pada saat beli saham tersebut.
      “Dan rugi itu tetap ada, apalagi dalam berinventasi. Yang mana adalah kebalikan dari untung itu sendiri, paling-paling saham tersebut turun, atau mungkin, tidak sama sekali mendapatkan dividen. Tapi selama ini kita tidak pernah mendengar kabar dari PT. Timah itu rugi, yang pada prinsipnya setiap perusahaan yang memiliki saham tersebut masing-masing mengharapkan laba,” pungkas dia. 
      Sebelumnya Gubernur Babel, Eko Maulana Ali, mengaku bahwa, dia sudah sejak lama mengajukan ke DPRD Babel agar Pemerintah Daerah (Pemda) membeli beberapa saham milik PT.Timah Tbk.
        “Pengajuan untuk membeli saham sudah diajukan sejak saya menjabat sebagai Bupati Bangka. Tapi belum ada jawaban dari DPRD,” ungkap Eko kepada RB usai meresmikan Pelabuhan ASDP Manggar, Senin (9/5).
        Namun kesempatan untuk membeli beberapa saham perusahaan plat merah menurut gubernur tak kunjung datang hingga kini. Karena itu dia mengharapkan, niat Pemerintah Provinsi (Pempov) tersebut diperhatikan oleh PT.Timah. “Tapi kesempatan yang belum datang. Kita juga meminta kepada PT.Timah untuk memperhatikan hal tersebut,” katanya.
       Sebelumnya juga, Kepala Humas PT Timah Tbk, M. Wirtsa Firdaus, mengatakan tidak mempersoalkan siapa pun pemilik PT Timah, pusat, daerah ataupun publik. Manajemen yang dipercaya pemegang saham mengelola PT Timah menurutnya hanya fokus bagaimana merealisasikan tujuan perusahaan agar bisa berkontribusi kepada pemegang saham. “Siapa pun pemiliknya tidak masalah, kita hanya bekerja mencapai tujuan perusahaan, sehingga hasilnya bisa dirasakan pemegang saham,” jelasnya.
       Dijelaskannya, saat ini komposisi saham PT Timah adalah, 35 persen milik masyarakat dan 65 persen milik pemerintah pusat. Karena itu jika pemda ingin memiliki saham PT Timah, bisa dengan dua cara. “Pertama kalau ingin memiliki 35 persen saham public, bisa membeli melalui lantai bursa (BEI-red). Kedua jika ingin yang 65 persen milik pemerintah pusat, itu mekanismenya antara pemerintah pusat dan pemda lah seperti apa,” pungkasnya. (cr35/cr32) 


Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
Selasa, 15 September 2020 21:21 WIB
PANGKALPINANG - Dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021, Universitas Bangka Belitung menyelenggarakan kuliah umum online yang mengangkat tema
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Senin, 14 September 2020 12:44 WIB
AIR ANYIR - Dalam rangka memastikan kondisi kesehatan pimpinan yang ada di Lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dilakukan pemeriksaan
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Senin, 14 September 2020 12:42 WIB
PANGKALPINANG - Guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bangka Belitung yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor, Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Minggu, 13 September 2020 16:40 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel), Melati Erzaldi mengatakan bahwa pusat pendidikan dan pelatihan