PLN Siapkan 6000 Kwh Listrik Prabayar. Jebus Pilot Project Cabang Muntok


PLN Siapkan 6000 Kwh Listrik Prabayar. Jebus Pilot Project Cabang Muntok

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Guna mensukseskan program Listrik Prabayar yang baru diresmikan oleh Gubernur Ir. Eko Maulana Ali, S.IP, MS.c, M.AP bersama PH Manager PLN Cabang Bangka, Mirwanto Minggu malam (22/5) di Kampak Pangkalpinang, PLN menyiapkan setidaknya 6000 unit KwH untuk pelanggan yang hendak bermigrasi ke listrik prabayar. 

Menurut Mirwanto, terhitung per tanggal 23 Mei 2011 hingga saat ini jumlah pelanggan yang sudah melakukan migrasi diperkirakan sebanyak 500 lebih pelanggan.

"Antusias warga sangat tinggi, kita perkirakan jumlah warga yang sudah ada akan terus meningkat, karena jumlah pelanggan di Pulau Bangka yang sudah mendaftar dan siap dilakukan migrasi saja hampir mencapai 4000 pelanggan," kata Mirwanto kepada RB di ruang kerjanya Senin kemarin (23/5).

Dijelaskan dia, dari data yang tercatat di PLN Cabang Bangka, jumlah pelanggan yang siap dilakukan migrasi ke listrik prabayar sebanyak 1200 pelanggan untuk rayon Pangkalpinang, Ranting Sungailiat 450 pelanggan. Sementara untuk Mentok kata dia ada 900 pelanggan, Koba 800 pelanggan, dan Toboali ada 300 pelanggan. Sementara untuk Ranting Tanjung Pandan sendiri sebanyak 1.310 pelanggan.

Mirwanto melanjutkan, bagi pelanggan yang hendak melakukan migrasi ke listrik pra bayar, bisa mendatangi kantor-kantor PLN terdekat dan langsung melakukan pendaftaran secara langsung kepada petugas setempat.

"Untuk pelanggan yang mau melakukan migrasi, silahkan lapor kepada petugas kita tanpa dipungut biaya. Begitu juga saat pergantian Kwh, pelanggan tidak perlu membayar, namun Kwh yang lama akan menjadi hak milik PLN sepenuhnya," ujar Mirwanto seraya menambahkan, sebanyak 300 pelanggan dipasang pada saat launching di Kampung Kampak Kelurahan Tua Tunu Minggu.

"Kita terkendala dengan terbatasnya stok Kwh yang ada. Namun kita akan terus suplai stok Kwh agar antusias masyarakat yang begitu tinggi bisa kita layani. Namun masyarakat tidak usah khawatir, untuk saat ini stok yang kita miliki masih cukup untuk melakukan migrasi kepada pelanggan yang sudah mendaftar," jelas Mirwanto.

Lebih lanjut Mirwanto menambahkan, dengan memakai listrik prabayar, banyak keuntungan yang bisa dirasakan oleh pelanggan. Selain bisa mengontrol pemakaian listrik, pelanggan juga bisa menghindari kesalahan catat meter yang disebabkan oleh petugas catat meter.

"Listrik prabayar ini ibaratnya memakai hp (handpone-red), pelanggan membeli pulsa, trus pelanggan bisa memperkirakan pemakaian listriknya, boros atau tidaknya pemakaian tergantung pelanggan itu sendiri," pungkas Mirwanto. 

Terpisah, Pimpinan PLN Muntok, Ansar mengatakan, pihaknya saat ini sudah membuka pendaftaran Kwh dengan sistim prabayar kepada masyarakat yang berminat untuk menggunakan sistem prabayar. Sebagai pilot project, khusus Babar program ini difokuskan untuk wilayah Kecamatan Jebus. Namun PLN juga tetap melayani pemasangan di kecamatan lain.

"Sejak ada wacana sistim kwh prabayar, saat ini sudah ada pelanggan yang mendaftara ke kantor kita. Dan untuk sementara kita terima dulu," ungkap Ansar.

Ansar menegaskan, belum dipasangnya kwh prabayar saat ini, karena pihak PLN masih menunggu kiriman material dari pusat yang hingga saat ini masih dalam proses pengiriman. Jika materialnya sudah sampai maka pihak PLN akan segera melakukan pemasangan terhadap pelanggan yang sudah mendaftar.

"Kemungkinan juni sudah ada pemasangan kwh prabayar, namun kalau dalam minggu ini materialnya sudah datang akan kita pasang secepatnya tanpa menunggu lagi, kita siap kapan datang akan kita pasang," tegas Ansar.

Untuk Babel lanjut Ansar, PLN Pusat akan mengirimkan sekitar 20.000 kwh prabayar yang akan dikirim ke PLN wilayah (provinsi), yang selanjutkan akan dibagikan kepada setiap cabang-cabang PLN yang ada di babel.

"Kita harapkan program ini bisa menjadi solusi bagi pelanggan dan kita harapkan tidak ada lagi keluhan masalah tagihan listrik karena pelanggan sudah bisa mengontrol pemakaiannya sendiri. Sistim ini sama halnya dengan pulsa Hp habis isi lagi," imbuh Ansar yang menambahkan, hingga saat ini jumlah pelanggan yang menunggak tagihan listrik di Babar berjumlah 1084 pelanggan, yang terdiri dari rumah tangga hingga instansi pemerintah dengan total tunggakan sebesar Rp 700 Juta.

"Tunggakan pelanggan saat ini sebesar Rp 700 juta dari total 1.084 pelanggan, makanya dengan sistim prabayar nanti kita harapkan tidak adalagi tunggakan, karena pelanggan bisa mengatur sendiri pemakaian listriknya. Untuk pelanggan yang saat ini menggunakan kwh lama jika mau pindah ke prabayar bisa melakukan migrasi kwh yang akan dilayani langsung oleh pihak PLN," tutur Ansar.(rja/dv) 



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Promo Gebyar Kemerdekaan 2019, Cara Mudah Tambah Daya Listrik Discon 50 Persen
Promo Gebyar Kemerdekaan 2019, Cara Mudah Tambah Daya Listrik Discon 50 Persen
Rabu, 21 Agustus 2019 16:55 WIB
PANGKALPINANG - Merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-74, PLN berikan kado istimewa bagi pelanggan dan calon pelanggan di seluruh Indonesia melalui
Antisipasi Dampak Buruk Revolusi 4.0, BKKBN Launching Program Kembali Ke Meja Makan
Antisipasi Dampak Buruk Revolusi 4.0, BKKBN Launching Program Kembali Ke Meja Makan
Rabu, 21 Agustus 2019 16:49 WIB
PANGKALPINANG - Perkembangan dunia saat ini telah memasuki revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan hadirnya sistem Siber fisik, yakni sistem
Dandrem 045/ Gaya Pimpin Sertijab Tiga Perwira Tinggi
Dandrem 045/ Gaya Pimpin Sertijab Tiga Perwira Tinggi
Rabu, 21 Agustus 2019 14:29 WIB
PANGKALPINANG - Komandan Korem (Dandrem) 045/ Gaya, Kolonel Inf  Dadang Arif Abdurahman memimpin serahterima jabatan (Sertijab) tiga perwira tinggi  dilingkungan
Kepala BKKBN Babel Etna Estelita : Keberhasilan Program KKBPK Tidak Terlepas Dari Peran Jurnalis
Kepala BKKBN Babel Etna Estelita : Keberhasilan Program KKBPK Tidak Terlepas Dari Peran Jurnalis
Rabu, 21 Agustus 2019 11:32 WIB
PANGKALPINANG - Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Kegiatan Forum Koordinasi Kehumasan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga