Pembangunan WFC Masih Terkendala Tehnologi. Izin Pengerukan Sampai 2 Desember 2011


Pembangunan WFC Masih Terkendala Tehnologi. Izin Pengerukan Sampai 2 Desember 2011

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Walikota Pangkalpinang Drs. H. Zulakrnain Karim, MM mengungkapkan rencana pembangunan megaproyek Water Front City (WFC) di kawasan Pantai Pasir Padi yang sudah sejak lama direncanakan sampai saat ini masih terkendala tehnologi pengerukan.

“Jadi WFC ini persoalnya hanya masalah tehnologi pengerukan, sedangkan semua perencanaan dan perizinannya sudah siap semua tapi yang belum siapnya investor yang menjadi mitra karena kapal Cinendo yang dibuat investor Fujian meaning hua coorperation itu tehnologinya tidak pas, sebab laut di  Pantai Pasir Padi ini tanahnya sangat keras sekali,” kata wako kepada wartawan usai coffe mornig di ruang kerjanya, Senin (23/5).

Wako menambahkan, saat ini investor tersebut terus melakukan penelitian. Akan tetapi lanjutnya, bersamaan dengan ini sudah ada Mr. Kim yang berasal dari Korea yang meneliti kegiatan ini dan telah positif serta sanggup untuk mengatasi persoalan tehnologi pengerukan WFC ini. Selain itu, kata Wako, juga ada kelompoik besar dari China yang dijadwalkan akan bertemu dirinya Senin kemarin (23/5) untuk melihat potensi dari WFC tersebut.

“Mereka bisa masuk saja langsung karena sistemnya bagi hasil tetapi masih persoalan tehnologi ini,” terang Wako.

Mengenai izin pengerukan untuk pembangunan WFC ini, Wako menjelaskan sebenarnya izin pengerukan yang diberikan oleh menteri kelautan dan perikanan Fredy Numberi akan berakhir 2 Desember 2011 mendatang, akan tetapi izin tersebut dapat diperpanjang kembali. Oleh karena itu kata Wako, sebenarnya target untuk pengerukan WFC ini seharusnya sudah mencapai sampai 60 juta m3.

“Makanya diizinkan sampai 2 Desember 2011 dan harus dimulai dari sekarang jangan nanti sudah habis baru dimulai, orang perizinan laut juga akan melihat apakah serius atau tidak pekerjaan ini,” ucap Wako.

Menurut Wako, pekerjaan ini harus dilakukan dengan serius dan apabila nanti sudah dijadikan damping area pantai sampai 2250 m2 dan pekerjaannya terhenti, maka pantai akan jadi tidak berfungsi, untuk itu harus diteliti apakah orang yang mengerjakan serius atau tidak.

“Kalau sebentar saja pengerukannya sudah selesai maka laut akan dangkal dan apabila ada daratan yang terbentuk juga akan kacau bentuknya,” tutur Wako.  (ydi) 


Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
Selasa, 15 September 2020 21:21 WIB
PANGKALPINANG - Dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021, Universitas Bangka Belitung menyelenggarakan kuliah umum online yang mengangkat tema
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Senin, 14 September 2020 12:44 WIB
AIR ANYIR - Dalam rangka memastikan kondisi kesehatan pimpinan yang ada di Lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dilakukan pemeriksaan
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Senin, 14 September 2020 12:42 WIB
PANGKALPINANG - Guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bangka Belitung yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor, Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Minggu, 13 September 2020 16:40 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel), Melati Erzaldi mengatakan bahwa pusat pendidikan dan pelatihan