Babel Upayakan Indonesia Pasar Timah Dunia


Babel Upayakan Indonesia Pasar Timah Dunia

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Jika selama ini pasar lelang timah dunia ada di Kuala Lumpur, Malaysia yaitu Kuala Lumpur Tin Market (wilayah Asia) dan di London, Inggris yaitu London Metal Exchange (wilayah Eropa dan Amerika), kini Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel) tengah berupaya menjadikan Indonesia sebagai negara tempat pasar lelang timah dunia.
Melalui Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Babel, Aldan Djalil, Pemprov Babel sedang melakukan penjajakan dengan PT Bursa Berjangka di Jakarta Futures Exchange (JFX) Jakarta.
Menurut Aldan, sudah sepantasnya pasar lelang timah dunia berada di Indonesia sebagai negara penghasil timah terbesar kedua di dunia setelah China.
"Sebenarnya ini lucu. Pasar timah dunia ada di Malaysia, bukannya di Indonesia yang jelas-jelas sebagai negara penghasil timah terbesar di dunia. Kenapa kita tidak ikut dalam menentukan harga timah di sana? Seharusnya Babel atau Indonesia  lebih pantas sebagai pemasar timah dunia," kata Aldan, Selasa (12/7) kemarin.
Kenyataan bahwa Indonesia, khususnya Babel sebagai daerah penghasil timah, tidak bisa menentukan harga timah dunia dinilai mengecewakan. Untuk itu, kata Aldan, Pemprov Babel sedang menjajaki potensi pasar timah dunia.
"Pemerintah Babel beberapa waktu yang lalu telah melakukan penjajakan dengan undang perusahaan bursa berjangka dan pengusaha timah. Nantinya kita akan undang lagi mereka untuk membahas lagi dan kita harapkan segera ada tindakan lebih nyata tentang rencana ini," ujarnya.
Aldan optimis jika pasar timah berada di Jakarta, yang bermain harga timah adalah orang-orang Indonesia sebagai broker dan pedagangnya.
"Harapan kita sebagai masyarakat Babel agar hal ini terealisasi, sehingga cita-cita Babel sebagai daerah penghasil timah terbesar di dunia bisa ikut beperan dalam pasar timah dunia," pungkasnya.
Terpisah, Direktur PT Bursa Berjangka, M. Bihar Sakti Wibowo, saat dihubungi RB, Selasa (12/7) siang, mengatakan pembicaraan pihaknya bersama Pemprov Babel saat ini sudah memasuki tahap pengajuan proposal, berikut dengan pembuatan kuisioner kepada pelaku pasar timah di Indonesia.
"Kita diminta Pemprov Babel untuk membuat proposal, sekarang sedang dikerjakan. Kita juga buat kuisioner untuk pelaku pasar timah, agar diketahui jika nantinya teralisasi, apa yang menjadi kebutuhan pasar saat lelang timah digelar," jelasnya.
Bihar belum dapat memastikan, dimana sentra pasar timah dunia untuk Indonesia. Hanya, tidak menutup kemungkinan Babel sebagai sentra karena banyak pelaku pasar timah ada di Babel dan potensi timah di Babel yang diketahui besar.
"Meskipun butuh persiapan dan proses panjang, tapi bisa saja sentra pasar lelang timah di Babel," pungkasnya. (dry)


Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Kakwarda Melati Erzaldi buka Pelatihan "Melati Tuk Ketapang"
Kakwarda Melati Erzaldi buka Pelatihan "Melati Tuk Ketapang"
Sabtu, 11 Juli 2020 13:26 WIB
BALUNIJUK - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi membuka Training Of Trainer (TOT) atau
Hadapi Tahun Ajaran Baru, SMA Negeri 3 Pangkalpinang Gelar Pertemuan Virtual
Hadapi Tahun Ajaran Baru, SMA Negeri 3 Pangkalpinang Gelar Pertemuan Virtual
Sabtu, 11 Juli 2020 13:24 WIB
PANGKALPINANG - SMA Negeri 3 Pangkalpinang mengadakan pertemuan virtual melalui aplikasi zoom bersama para orang tua murid baru angkatan 2020/2021
Kwarda Babel Tanam Sayur Organik Sebagai Antisipasi Ketahanan Pangan Paska Covid-19
Kwarda Babel Tanam Sayur Organik Sebagai Antisipasi Ketahanan Pangan Paska Covid-19
Sabtu, 11 Juli 2020 13:23 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel) Melati Erzaldi, menanam bibit tanaman organik di
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Jum'at, 10 Juli 2020 20:27 WIB
PANGKALAN BARU - Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun Pondok Pesantren Nurul Falah,