Triwulan I, Ekspor CPO Babel 28 Ribu Ton


Triwulan I, Ekspor CPO Babel 28 Ribu Ton

Malaysia Konsumsi Terbesar

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Sepanjang Triwulan I (Januari-Maret) 2011, volume ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencapai 28.666.074 Kg, atau sekitar 28 ribu ton, senilai 29.265.676 US Dolar.

Rinciannya, volume CPO untuk bulan Januari 2011 mencapai 23.065.000 Kg, dengan nilai 23.194.909 US Dolar. Sedangkan untuk Februari terjadi penurunan volume, hingga mencapai 5.601.074 Kg dengan nilai 5.601.074 US Dolar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel, Hasanuddin mengatakan, penurunan volume ekspor periode Februari disebabkan dua faktor, yakni cuaca dan stok CPO negara tujuan ekspor yang berlebih.

"Curah hujan mempengaruhi. Kalau TDS (Tandan Busah Segar) basah, kualitasnya pun menurun," kata Hasanuddin kepada RB, Jumat (8/7) kemarin.

Jika dibandingkan dengan Triwulan I tahun 2010, ekspor CPO Babel mengalami peningkatan yang signifikan. Disperindag mencatat volume pada periode tersebut mencapai 5.574.903 Kg senilai 3.824.518 US Dolar.

Sepanjang 2010, ekspor CPO Babel mengalami fluktuasi. Setelah Triwulan I menurun, terjadi kenaikan di Triwulan II (April-Juni) dengan volume mencapai 17 juta Kg dan nilai mencapai 13.761.250 US Dolar.

Penurunan kembali terjadi di Triwulan III (Juli-September). Pada periode tersebut volume CPO mencapai 6.100.000 kilogram dengan nilai 4.486.000 dolar AS. Pada di penghujung tahun 2010, Triwulan IV (Oktober-Desember), volume CPO mencapai 32.846.019 Kg dengan nilai 61.520.922 US Dolar.

Berdasarkan negara tujuan ekspor CPO Babel sepanjang tahun 2010, Malaysia menduduki posisi teratas dengan volume mencapai 16.323.217 Kg  dan nilai 14.436.538 US Dolar.

Sedangkan posisi kedua ditempati Vietnam dengan volume mencapai 12.298.000 Kg dan nilai 9.590.540 US Dolar. Diikuti Bangladesh dengan volume mencapai 9.299.705 Kg dan nilai 7.767.901 US Dolar, lalu Belanda dengan volume 8 Juta Kg dengan nilai 7.248.000 dolar AS, lalu Singapura  dengan volume mencapai 8 Juta Kg, dan nilai 6.696.144 US Dolar. Dan ada juga India dengan volume ekspor CPO mencapai 7.600.000 Kg, dan nilai 5.364.500 US Dolar.

"Data ini gabungan dari CPO yang memiliki SKA (Surat Keterangan Asal) dan tidak. CPO SKA memiliki keterangan dari mana CPO tersebut. Kalau disini SKA-nya Babel, ya berarti keterangan CPO dari Babel," jelas Hasanuddin. (dry)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset