10 Juli Babel Musim Kemarau


10 Juli Babel Musim Kemarau

Air Bersih Banyak Kering
Waspadai Kebakaran

PANGKALPINANG (radarbangak.co.id) - Cuaca panas beberapa hari terakhir merupakan tanda-tanda bakal datangnya musim kemarau di Bangka Belitung (Babel). Bahkan berdasarkan ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, mulai 10 Juli nanti, Babel sudah memasuki musim kemarau yang akan berlangsung hingga Oktober 2011. Kemarau kering selama 3 bulan ini diperkirakan akan membuat banyak sumber air masyarakat mengalami kekeringan.

"Berdasarkan analisis, diperkirakan musim kemarau tahun ini lebih panjang dan lebih kering jika dibandingkan musim kemarau tahun sebelumnya yang masih ada hujan," ujar Koordinator Unit Analisa pada Kantor BMKG Pangkalpinang, Muslimin, Kamis (7/7).

Dijelaskan Muslimin, memasuki musim pancaroba akhir Juni hingga awal Juli 2011 terjadi perubahan pola pemanasan dan pola angin, panas terik mulai terasa menyengat dan menunjukkan suhu udara yang cukup tinggi.

"Selama musim kemarau peluang hujan semakin berkurang karena menurunnya pembentukan awan seiring kecepatan angin yang cukup kencang," jelasnya.

Menurut dia, panas matahari yang cukup terik dan meningkatkan suhu udara selama musim kemarau karena berkurangnya kawasan hutan, sehingga akan terjadi kekeringan dan kebakaran hutan yang cukup parah. 

"Saat ini, kawasan hutan di Babel sudah berkurang sebagai dampak penambangan bijih timah dan pembukaan lahan perkebunan secara besar-besaran sehingga cahaya matahari tidak lagi difilter atau disaring pepohonan sehingga cahaya matahari semakin terik," ujarnya.

Selain itu, dalam kondisi cerah dengan awan minimum, maka pemanasan akan lebih efektif sehingga suhu jauh lebih tinggi dari rata-rata normal sebagai dampak bertambahnya emisi karbondioksida oleh aktivitas manusia seperti transportasi, industri, rumah tangga memperparah keadaan yang teriknya cahaya matahari.

Untuk itu, kata dia, diimbau warga untuk menghemat pemakaian air karena selama musim kemarau sumber air semakin sedikit sementara kebutuhan air semakin meningkat.

Selain itu, diimbau warga tidak membakar lahan pertanian karena akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitarnya seperti kebakaran hutan dan menimbulkan berbagai penyakit seperti ispa, batuk, flu dan lainnya.

"Kami mengimbau warga untuk menghemat penggunaan air, bila perlu, air hujan sebanyak mungkin ditampung dan diresapkan ke tanah sebagai cadangan selama musim kemarau," ujarnya.

Terpisah, mengantisipasi bencana kebakaran di musim kemarau nanti, Dinas Kesejahteraan Sosial Babel menyiagakan 493 orang personel taruna siaga bencana (Tagana) yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Personil Tagana ini akan siaga 24 jam untuk menanggulangi bencana kebakaran selama musim kemarau.

Kepala Seksi Bantuan Sosial Korban Bencana Dinkesos Babel Aswind, menjelaskan  potensi ancaman kebakaran hutan, rumah dan bangunan lainnya cukup tinggi seiring masih rendahnya kesadaran warga untuk mencegah kebakaran selama musim kemarau.

"Para personel dan peralatan operasional penanggulangan bencana kebakaran sudah siap membantu korban dan memadamkan api jika terjadi kebakaran," ujarnya, kemarin (7/7).

Peralatan operasional penanganan kebakaran yang disiapkan antara lain dua mobil RTU, dua mobil tangki air, dua mobil dapur umum, truk bak kayu, satu mobil WC umum, satu mobil pengolah air minum. Selain itu, bantuan untuk korban bencana disediakan selimut, beras, mi instan, baju, kain sarung, tenda dan peralatan lainnya.

"Dalam penangganan kebakaran, kami bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran tingkat provinsi, kabupaten dan kota, sedangkan penangganan korban bersama Dinas Kesehatan dan PMI," katanya.

Setiap tahun menurutnya, selama musim kemarau selalu terjadi kebakaran hutan di kawasan peemukiman warga sehingga cukup membahayakan keselamatan penduduk jika tidak ditangani secara cepat.

"Kebiasaan warga membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar yang tidak terkendali selalu menimbulkan kebakaran hutan dan rumah penduduk. Api dengan cepat menyebar setelah ditiup angin kencang," ujarnya.

Karena itu dia mengimbau warga khususnya para petani untuk tidak membakar lahan selama musim kemarau. Apabila warga ingin membakar lahan diharapkan tetap menjaga proses pembakaran tersebut serta membuat pembatas lahan untuk mencegah penyebaran api ke lahan lainnya.

"Kami mengimbau warga untuk ikut memawaspadai bencana kebakaran dan jika terjadi musibah itu diharapkan segera melapor ke petugas Tagana, pemadam kebakaran, lurah, RT/RW untuk ditanggani secara cepat," ujarnya. (rb/atr)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset