Pertamax Naik jadi Rp 9.250


Pertamax Naik jadi Rp 9.250

JAKARTA (radarbangka.co.id/Antara) - Pertamax naik lagi. Setelah sempat turun, harga pertamax terhitung Minggu (15/5) naik Rp 200, dari Rp 9.050 menjadi Rp 9.250 perliter. Sementara harga pertamax plus menjadi Rp. 9.550 perliter.

Harga baru tersebut berselisih hingga Rp 4.750 per liter dibandingkan harga premium bersubsidi Rp 4.500 per liter.

Kenaikan ini dilakukan karena harga pertamax dan pertamax plus dilepas sesuai harga minyak dunia. Sehingga saat minyak dunia naik seperti sekarang, harga pertamax juga ikut naik. 

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi mengungkapkan, konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi jenis pertamax dan pertamax plus turun 37,65 persen. Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono, mengatakan, konsumsi pertamax dan pertamax plus pada periode Januari-Maret 2011 mencapai 24.837 kiloliter atau turun 37,65 persen dibandingkan pada periode sama 2010 yang 39.837 kiloliter. 

"Kecenderungan konsumsi turun," katanya.

Menurut dia, makin tingginya harga pertamax membuat konsumsi cenderung turun. Per 15 Mei 2011, PT Pertamina akan menaikkan lagi harga pertamax dari Rp9.050 menjadi Rp9.250 per liter.
Data BPH Migas menyebutkan, konsumsi pertamax dan pertamax plus pada Januari 2011 sebesar 9.138 kiloliter, Februari 7.999 kiloliter, dan Maret 7.699 kiloliter. Sementara, konsumsi pada Januari 2010 adalah 13.031 kiloliter, Februari 13.410 kiloliter, dan Maret 13.414 kiloliter.

"Dengan demikian, konsumsi Januari 2011 turun 29,77 persen dibandingkan Januari 2010, Februari turun 40,35 persen, dan Maret turun 42,6 persen atau secara rata-rata selama triwulan turun 37,65 persen," kata Tubagus.

Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Eri Purnomohadi, mengatakan, penurunan konsumsi tersebut lebih karena konsumen beralih ke premium menyusul tingginya harga pertamax dan pertamax plus.

"Ini wajar. Konsumen pastinya mementingkan faktor harga," katanya.

Sebelumnya, pengamat perminyakan, Pri Agung Rakhmanto mengusulkan agar harga BBM bersubsidi ditetapkan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Menurut Direktur ReforMiner Institute itu, sebelum mekanisme tersebut diberlakukan, pemerintah menaikkan terlebih dahulu harga premium dan solar bersubsidi sebesar Rp1.000 per liter atau menjadi Rp5.500 per liter.

Selanjutnya, kata Pri Agung, harga BBM berfluktuasi mengikuti naik atau turunnya harga minyak mentah dunia. Ia mengatakan, kenaikan harga BBM Rp1.000 per liter akan menghemat anggaran Rp30 triliun. (rb/atr)



Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Akses Internet Desa di Babel Dipastikan Segera Merata
Akses Internet Desa di Babel Dipastikan Segera Merata
Rabu, 27 Januari 2021 00:32 WIB
JAKARTA - Bersama Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi; Staff Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan
Sukses Fuel Card Solar, Pemprov Babel Akan Terapkan Pada LPG 3 Kilogram
Sukses Fuel Card Solar, Pemprov Babel Akan Terapkan Pada LPG 3 Kilogram
Rabu, 27 Januari 2021 00:30 WIB
JAKARTA - Berbekal keberhasilan penerapan sistem fuel card untuk pembelian solar di Babel, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman
Gubernur Erzaldi Siapkan Strategi Pendistribusian BBM di Babel
Gubernur Erzaldi Siapkan Strategi Pendistribusian BBM di Babel
Rabu, 27 Januari 2021 00:23 WIB
JAKARTA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman membahas 7 poin pendistribusian Bahan Bakar Minyak di Bangka Belitung bersama
Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak, Tim Basarnas Menuju Lokasi
Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak, Tim Basarnas Menuju Lokasi
Sabtu, 09 Januari 2021 18:40 WIB
JAKARTA - Basarnas mengirim tim untuk menelusuri pesawat Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan kode penerbangan SJY 182 yang hilang kontak. Tim