PLN Berharap Tak Rugi di Akhir Tahun


PLN Berharap Tak Rugi di Akhir Tahun

JAKARTA - PT PLN (Persero) berharap penguatan rupiah dan pelemahan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir bisa membantu perusahaan tak merugi di akhir tahun. Per kuartal III 2018, PLN mencatatkan rugi sebesar Rp18,46 triliun.

Direktur Utama PLN Sofyan Basyir menjelaskan kurs yang menguat disertai pelemahan harga minyak dapat mengurangi beban operasional perusahaan. Apalagi, bahan bakar dan pelumas merupakan dua komponen beban terbesar PLN hingga kuartal III kemarin.

Selain itu, penguatan rupiah juga bisa memperbaiki nilai liabilitas perseroan di laporan keuangan. Sebab, dengan kurs yang lebih baik, maka selisih angka utang dalam denominasi rupiah di tahun lalu hingga tahun ini bisa ditekan.

Selisih angka itu disebut sebagai beban kurs dan menjadi faktor pengurang pendapatan operasional. Dengan kata lain, jika beban kurs terpangkas, maka PLN bisa perlahan keluar dari rugi kurs.

"Sebetulnya kondisi ini (pelemahan harga minyak dan penguatan nilai tukar) lebih baik dalam arti operasional. Kami bisa lebih baik karena kemarin kan kami rugi kurs, ini justru akan mengurangi (rugi kurs tersebut)," ujar Sofyan, Selasa (27/11).

Kendati demikian, Sofyan belum bisa menyebut nilai pengurangan beban operasional tersebut lantaran penguatan kurs dan pelemahan harga minyak baru terjadi kira-kira tiga pekan belakangan. Dengan perbaikan dua indikator ini, PLN kemungkinan juga tidak akan meminta penyesuaian tarif listrik kepada pemerintah.

Sejatinya, Menurut Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 41 Tahun 2017, harga minyak Indonesia (ICP) dan kurs menjadi dua indikator pembentuk tarif listrik. Dengan demikian, jika kedua indikator itu bisa ditangani, tarif listrik tidak akan mengalami perubahan.

"Selain itu, pemakaian pembangkit bertenaga BBM di PLN juga turun dari 2014 silam sebesar 14 persen, sekarang di kisaran 5 hingga 6 persen. Itu salah satu langkah efisiensi sehingga kami tak perlu tarriff adjustment," imbuh dia.

Adapun hingga kuartal III kemarin, PLN membukukan kenaikan pendapatan operasional sebanyak Rp200,91 persen atau naik 6,9 persen dari tahun lalu Rp187,88 triliun. Hanya saja, beban operasional tercatat Rp224,01 triliun atau naik 11,82 persen dibanding tahun sebelumnya Rp200,37 triliun. Hasilnya, perusahaan membukukan rugi Rp18,46 triliun hingga kuartal III lalu.

Menurut data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, hari ini rupiah tercatat di angka Rp14.504 per dolar AS atau membaik ketimbang pertengahan Oktober kemarin yang menembus Rp15.200 per dolar AS.

Sementara itu, harga minyak dunia Brent tercatat di angka US$60,48 per barel pada penutupan Senin (26/11). Harga minyak kian merosot dari posisi US$80 per barel yang tercatat pada pertengahan Oktober silam. (sfr/agi)





Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Dua WNI Jadi Korban Penembakan di Masjid di Selandia Baru
Dua WNI Jadi Korban Penembakan di Masjid di Selandia Baru
Jum'at, 15 Maret 2019 13:18 WIB
JAKARTA - Dua orang warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam aksi teror penembakan massal yang terjadi di masjid di
Gaji Ke- 13 PNS, Pensiunan Sebesar Penghasilan Juni
Gaji Ke- 13 PNS, Pensiunan Sebesar Penghasilan Juni
Senin, 13 Mei 2019 15:33 WIB
JAKARTA - Terkait dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2019, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada 10
OTT KPK,  Hakim Pengacara dan Panitera PN Balikpapan Diciduk
OTT KPK, Hakim Pengacara dan Panitera PN Balikpapan Diciduk
Sabtu, 04 Mei 2019 11:11 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan lima orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, kemarin.
RUPS PT Timah 2018, Laba Bersih Meningkat 6 Persen
RUPS PT Timah 2018, Laba Bersih Meningkat 6 Persen
Selasa, 23 April 2019 18:36 WIB
PANGKALPINANG - PT Timah selaku anggota Holding BUMN Industri Pertambangan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan untuk tahun buku