MUI Desak Kemenag Tindak Tegas Penipuan Travel Umrah


MUI Desak Kemenag Tindak Tegas Penipuan Travel Umrah

JAKARTA -Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus penipuan travel umrah.

Akibatnya banyak jemaah umrah menjadi korban penipuan biro perjalanan, sehingga urung melaksanakan ibadah yang sangat dirindukan.

"Kementerian Agama harus bertindak cepat dan tegas terhadap kasus penipuan yang dilakukan biro perjalanan umrah. Tidak cukup hanya dengan mencabut izin operasional biro travel tapi juga dengan tindakan hukum terhadap kasus pidananya, karena telah melakukan tindak penipuan terhadap calon jemaah umrah," tegasnya.

Dia menambahkan, korban penipuan calon jemaah umrah terus terjadi di mana-mana.

Hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan upaya preventif dari pihak regulator sehingga hal tersebut sering terjadi berulang kali.

Kemenag diharapkan aktif melakukan sosialisasi, bimbingan dan pengarahan kepada masyarakat untuk upaya pencegahannya.

Selain hal itu, Kemenag juga seharusnya segera membentuk tim audit kinerja dan keuangan terhadap biro perjalanan umrah yang berpotensi melakukan praktik penipuan.

Ini penting agar ada langkah-langkah preventif untuk menghindari jatuhnya korban penipuan berikutnya.

MUI menilai pengawasan dan perlindungan terhadap jemaah umrah masih sangat kurang, baik dari aspek regulasi maupun institusinya.

Selama ini untuk penyelenggaraan ibadah haji sudah ada lembaga khusus yaitu KPHI (Komisi Pengawas Haji Indonesia) yang bertugas mengawasi penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara untuk ibadah umrah belum ada. Padahal peminat ibadah umrah tidak kalah banyak jumlahnya dari jumlah jemaah ibadah haji.

"Jadi menurut hemat kami perlu dipikirkan secara serius perlindungan terhadap mereka. Harus ada regulasi yang mengatur biar ada jaminan keamanan, keselamatan dan kenyamanannya," tuturnya.

Menurut Zainut perlu dilakukan perubahan atau amandemen terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji agar lebih sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan yang ada. (esy/jpnn)




Banner

Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Update Corona 5 Juni: Penambahan Pasien Positif Covid-19 Bertambah, Jawa Timur Terbanyak
Update Corona 5 Juni: Penambahan Pasien Positif Covid-19 Bertambah, Jawa Timur Terbanyak
Jum'at, 05 Juni 2020 18:05 WIB
JAKARTA - Update 5 Juni menyatakan bahwa penambahan pasien positif coronavirus disease 2019 (COVID-19) hari ini lebih tinggi dibandingkan temuan
Obat Darah Tinggi Diduga Dapat Membantu Tekan Angka Kematian COVID-19
Obat Darah Tinggi Diduga Dapat Membantu Tekan Angka Kematian COVID-19
Jum'at, 05 Juni 2020 17:57 WIB
JAKARTA - Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa obat yang banyak digunakan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi dapat membantu melindungi
Bantuan Plossa Eucalyptus Bagi Masyarakat Untuk Menjalani New Normal
Bantuan Plossa Eucalyptus Bagi Masyarakat Untuk Menjalani New Normal
Selasa, 02 Juni 2020 15:33 WIB
JAKARTA - Enesis Group selaku produsen Plossa Eucalyptus melalui Yayasan Enesis Indonesia, memberikan bantuan berupa 20.000 buah Plossa Press &
Pemerintah Putuskan Ibadah Haji Tahun Ini Batal
Pemerintah Putuskan Ibadah Haji Tahun Ini Batal
Selasa, 02 Juni 2020 12:36 WIB
JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi memastikan keberangkatan Jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M dibatalkan. Kebijakan ini diambil karena