Warga Desa Kapit Pertanyakan Ganti Rugi Lahan Proyek Peningkatan Jalan


Warga Desa Kapit Pertanyakan Ganti Rugi Lahan Proyek Peningkatan Jalan

MUNTOK - Warga Desa Kapit Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat mempertanyakan soal pembayaran lahan mereka yang terkena dampak proyek peningkatan jalan.

Efendi (46) kepada Radar Bangka mengeluhkan atas lahan halaman rumahnya yang sudah terlanjur di gali oleh kontraktor proyek untuk pembuatan bandar dan pelebaran jalan.

Menurutnya luas halaman rumahnya berkurang hingga 1 meter dan panjang mencapai 14 meter. Alasannya akan menimbulkan perubahan atas total luas tanah yang sudah tercatat di dalam sertifikat kepemilikan lahannya tersebut.

Akibatnya dari ini ia merasa keberatan apabila tidak ada ganti rugi dari pihak proyek dan meminta kepada kontraktor proyek agar tanah yang sudah digali untuk ditimbun kembali menjadi seperti semula.

"Saya tidak pernah mengizinkan halaman rumah di gali oleh proyek tersebut, kecuali pihak terkait memberikan ganti rugi,"tegasnya, Rabu (14/10/2020).

Menyikapi hal di atas, Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung mengadakan sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan warga yang meminta ganti rugi tdikantor Desa Kapit pada Selasa (13/10/2020) kemarin.

Dijelaskan perwakilan Dinas PU, Dasroan bahwa perunding dengan Fendi agar menemukan kesepakatan hal ini supaya proyek peningkatan jalan Parittiga -Tanjung Ru tersebut dapat terlaksanan tanpa kendala.

Hanya saja proyek yang menggunakan anggaran APBD tahun 2020 senilai Rp 6.895 miliar itu, Efendi dinilainya tetap pada pendiriannya yaitu ganti rugi sehingga Dinas PU berinisiatif untuk menimbun kembali tanah yang sudah tergali tersebut.

Dasroan pun menegaskan proyek ini tidak menganggarkan biaya ganti rugi lahan warga walaupun lahanya bersetefikat dan hal ini sudah dibertahukan kepada pihak - pihak terkait baik warga maupun aparat Desa jauh sebelum proyek ini dilaksanakan,

"Sebelum proyek ini dilaksanakan terlebih dahulu kita adakan sosialisasi kepada warga setempat bahwa tidak ada ganti rugi dan masyarakat setuju saja, malah mereka berterima kasih karena jalan Desanya di Bangun, kita heran kalau ternyata masih ada warga yang meminta ganti rugi,"sebutnya.(CR03)




Banner

Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Setelah Dikeluhkan Warga, Akhirnya Jalan Berlobang Diperbaiki
Setelah Dikeluhkan Warga, Akhirnya Jalan Berlobang Diperbaiki
Senin, 23 November 2020 19:34 WIB
MUNTOK - Jalan penghubung Dusun Jebu Darat ke Dusun Jebu Laut yang berlubang dan rawannya kecelakaan mulai dilakukan perbaikan dengan
Gubernur Erzaldi Borong Habis Gula Kabung "Bik Holna"
Gubernur Erzaldi Borong Habis Gula Kabung "Bik Holna"
Senin, 09 November 2020 15:55 WIB
KELAPA – Setelah kegiatan menugal atau membuat lubang untuk ditanam benih padi, serta berdialog bersama para petani setempat di areal
Gubernur Erzaldi Menugal Padi Bersama Masyarakat Desa Tuik
Gubernur Erzaldi Menugal Padi Bersama Masyarakat Desa Tuik
Senin, 09 November 2020 13:49 WIB
KELAPA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menanam padi dengan cara menugal di lahan persawahan bersama petani padi
Pemdes Ranggi Asam Khitan 16 Anak
Pemdes Ranggi Asam Khitan 16 Anak
Selasa, 10 November 2020 19:59 WIB
MUNTOK - Pesta adat berupa khitanan atau sunat massal sudah menjadi tradisi masyarakat melayu khususnya warga Desa Ranggi Asam, Kecamatan