Tipikor, Kejari Babar Tetapkan Mantan Kacab BPRS Muntok Sebagai Tersangka


Tipikor, Kejari Babar Tetapkan Mantan Kacab BPRS Muntok Sebagai Tersangka

MUNTOK - Dalam kasus dugaan korupsi tindak pidana korupsi program pengadaan sarana alat tangkap ikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Bangka Barat.

Kejaksaan Negeri Bangka Barat telah menetapkan tersangka. Dari perbuatan mantan Kacab, Negara dirugikan Rp 5,6 Milyar dan Kejari telah menyita satu mobil Fortuner VRZ dan sebidang tanah di Kampung Menjelang Muntok sebagai barang bukti.

Kajari Hellena Oktaviane mengatakan, pada hari Senin tanggal 4 Mei 2020 tim penyidik pada Pidsus Bangka Barat telah menetapkan tersangka atas nama insial KTH, beliau adalah pimpinan cabang PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bangka Belitung periode 2014 s/d 2018. Dalam kasus ini pihaknya menemukan dua perbuatan tindak pidana korupsi.

Masih dikatakannya, program kegiatan fasilitas sarana alat bantu tangkap ikan antara Pemkab Bangka Barat dengan PT BPRS cabang Muntok 2012 s/d 2015, dimana Pemkab memberikan bantuan kepada nelayan melalui Dinas Kelautan dan perikanan dimana PT BPRS sebagai penyalur bantuan. "Dalam praktek penyaluran pembiayaan yang melanggar prinsip ke hatian hatian di BPRS Muntok dari tahun 2016-2018. Bahwa kurang lebih satu tahun dan terakhir kami menunggu audit perhitungan kerugian negara oleh BPKP perwakilan provinsi Babel," ujar Helena didampingi Kasi Pidsus Dr Agung Dwi Hernandez SH MH dan Kasie Intel Mario dalam Konperensi Pers di Aula Kejari Bangka Barat Senin (11/5/2020).

Masih dikatakanya, Berdasarkan kerjasama PT BPRS sudah mendapat fee 8% dari nilai bantuan yang disalurkan.

Bantuan penyaluran angsuran dari nelayan ditampung di BPRS namun dalam prakteknya oleh oknum pimpinan cabang digunakan untuk kepentingan pribadi, ditemukan ada dua rekening untuk menampung angsuran nelayan tersebut. "Jadi tersangka menggunakan uangnya untuk kepentingan pribadi," terangnya.

Masih dilanjutkan Helena, kasus yang kedua  bahwa ada 46 pembiayaan fiktif. 46 kali pencairan yang tidak sesuai dengan aturan perbankan. Ternyata yang telah dicairkan tersebut 46 rekening fiktif. Tidak ditemukan nasabah yang mengajukan pembiayaan tersebut. Nasabah yang namanya dicatut dalam pembiayaan tersebut yang bersangkutan tidak pernah mengajukan pembiayaan.

Fakta lain dalam peminjaman fiktif tersebut tidak ditemukan adanya jaminan yang dimiliki nama yang dicatut dalam pembiayaan atau pinjaman. Terakhir dikatakan fiktif karena nasabah tidak melakukan akad pembiayaan.

Dari dua tipokor tersebut, setelah di audit Tim BPKP Perwakilan Prov Babel terdapat kerugian negara sebesar Rp. 5,6 milyar. Alat bukti, selain hasil audit juga berdasarkan keterangan para ahli yakni Ahli Keuangan Negara, Ahli dari Otoritas Jasa Keuangan dan Ahli auditor dari BPKP.

"Kasus ini sudah terlampau lama buat saya, sudah dua tahun jadi mohon juga bantuan dari rekan-rekan semua agar kita bisa juga didukung. Kita harapkan dalam waktu dekat kita bisa langsung ke penuntutan," ungkapnya.(Rb)




Banner

Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Pesan Ketua PWI Provinsi Babel Untuk Pengurus PWI Cabang Babar
Pesan Ketua PWI Provinsi Babel Untuk Pengurus PWI Cabang Babar
Kamis, 23 Juli 2020 18:57 WIB
MUNTOK -- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bangka Belitung M Faturakhman atau yang akrab disapa Bang Boy berpesan kepada
Pengurus PWI Cabang Bangka Barat Terbentuk
Pengurus PWI Cabang Bangka Barat Terbentuk
Kamis, 23 Juli 2020 18:55 WIB
MUNTOK -- Bertempat di gedung Sriwijaya Unmet Muntok, kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bangka Barat terbentuk.
Bandit Motor Lintas Kabupaten di Door Tim Buser Polres Babar
Bandit Motor Lintas Kabupaten di Door Tim Buser Polres Babar
Rabu, 15 Juli 2020 19:18 WIB
MUNTOK – Petualang DA (19) tahun warga Kampung Seberang Kecamatan Lubuk Kabupaten Bangka Tengah, pelaku pencurian sepeda motor lintar kabupaten
Kapolres Babar Minta Anggota Harus Siap Mengamankan Pilkada 2020
Kapolres Babar Minta Anggota Harus Siap Mengamankan Pilkada 2020
Senin, 13 Juli 2020 18:59 WIB
MUNTOK -- Di hadapan perserta apel Senin (13/7) sore tadi, Kapolres Bangka Barat AKBP Ferdiansah tegas mengatakan, agar setiap personil