Tak Terima Nama Dicatut, Kades Sungai Buluh Datangi Penambang TI Rajuk Kelabang


Tak Terima Nama Dicatut,  Kades Sungai Buluh Datangi Penambang TI Rajuk Kelabang

MUNTOK - Tak terima namanya di catut untuk meminta jatah kepada para  penambang TI Rajuk Kelabang yang melakukan aktivitas  dalam kawasan Hutan Lindung (HL), Kepala Desa (Kades) Sungai Buluh, Atteni,  mendadak mendatangi para penambang di kelokasi, Senin (4/11/2019).

Dihadapan para penambang Kades menegaskan, pemerintah desa maupun Ketua BPD tidak pernah sekalipun mengimbau kepada para penambang untuk meminta distribusi. Malah sebaliknya, imbauan yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah desa adalah untuk menghentikan aktifitas TI Rajuk Kelabang karena berada dalam kawasan HL.

"Nama saya bersama BPD ini sering dibawak-bawak untuk melakukan pungli di Ti Rajuk Kelabang. Dan saya tidak terima perlakuan ini, karena tidak merasa melakukan itu (pungli,red). Himbauan pernah kami sampaikan kepada mereka (penambang,red) untuk tidak melakukan aktivitas tambang di situ (kelabang,red) karena itu masuk kawasan HL. "Jadi kita himbau menghentikan aktivitas disitu, kalau himbauan lain termasuk kontribusi ke pemdes tidak pernah sama sekali, "ungkap Atteni saat dihubungi Radar Bangka, tadi sore.

Dikatakan Atteni, sejak keberadaan Ti Rajuk di kawasan HL Kelabang banyak menuai konflik di desanya. Oleh karena itu, saat ini masyarakat Desa Sungai Buluh sendiri merasa resah. 

"Karena masyarakat resah, hari sabtu (2/11) kemarin saya diajak warga untuk datang ke lokasi, ingin memastikan siapa yang sering minta - minta mengatasnamakan pemdes Sungai Buluh, "ada sekitar 50 orang warga yang kami dampingi bersa kadus ke lokasi kemarin, karena kami khawati bentrok dengan penambang, biasanya orang tiga, ada kepala dan anak buah dua orang. Kadang oknum preman tersebut bawak parang. Warga marah karena mengatasnamakan desa," ujar Atteni, Senin (4/11) sore.

Terkait keberadaa TI Rajuk di kawasan HL Kelabang, dirinya menghimbau untuk segera menghentikan aktivitas, guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Karena ada potensi konflik, sebaiknya segera dihentikan. Karena, kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, "imbuhnya.

Sementara, Kasat Pol PP Pemkab Bangka Barat Sidarta Gautama menegaskan dalam waktu dekat pihaknya segera menginventerisir persoalan TI Rajuk di Kelabang Desa Sungai Buluh Kecamatan Jebus. 

"Terima kasih infonya, kami segera inventerisir persoalan tersebut, malam ini saya akan konfirmasi ke Camat dulu, "ungkap Sidarta Gautama saat dihubungi via telepon.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Tiga Tantangan Berat KPU Babar Mengahadapi Pilkada 2020, Apa Itu ?
Tiga Tantangan Berat KPU Babar Mengahadapi Pilkada 2020, Apa Itu ?
Kamis, 12 Desember 2019 00:05 WIB
MUNTOK - Setidaknya ada tiga tantangan besar lembaga penyelenggara pemilu dalam menghadapi Pilkada 2020 di Kabupaten Bangka Barat.
Markus: Aset Daerah Sumber Ekonomi Harus Dikelola Optimal
Markus: Aset Daerah Sumber Ekonomi Harus Dikelola Optimal
Rabu, 11 Desember 2019 18:51 WIB
MUNTOK - Bupati Bangka Barat Markus SH didampingi Plt Sekda M. Effendi turut hadir dalam sosialisasi Jaksa Peduli Piutang dan
Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Bangka Barat Bagikan Stiker dan Sosialisasi Anti Korupsi
Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Bangka Barat Bagikan Stiker dan Sosialisasi Anti Korupsi
Selasa, 10 Desember 2019 19:14 WIB
MUNTOK - Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia ( Harkorda), Kejari Bangka Barat (Babar) mengadakan bagi bagi stiker kepada
Markus Penuhi Undangan KPK, Bangka Barat Salah satu Daerah Terbaik dalam Pencegahan Korupsi di Babel
Markus Penuhi Undangan KPK, Bangka Barat Salah satu Daerah Terbaik dalam Pencegahan Korupsi di Babel
Selasa, 10 Desember 2019 08:49 WIB
JAKARTA- Bupati Bangka Barat, Markus SH, mendapat kehormatan menghadiri acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) tingkat nasional yang dipusatkan