Bupati Markus Putuskan Untuk Menon-Aktifkan Yunan Sebagai Sekda Babar


Bupati Markus Putuskan Untuk Menon-Aktifkan Yunan Sebagai Sekda Babar

Yunan Helmi : Saya Akan Cari Keadilan Karena Saya Merasa Tak Punya Salah

MUNTOK -- Sektaris Daerah Bangka Barat H Yunan Helmi mengaku terkejut dan bingung, karena pada hari Selasa (24/9) dirinya menerima Surat  Keputusan (SK) tentang pemberhentian dirinya sebagai Sekda Bangka Barat per hari Selasa (24/9).

SK pemberhentian tersebut, ditanda tangani oleh Bupati Bangka Barat Markus kemudian diserahkan oleh Kasubag Protokol Setda Bangka Barat Marihot kepada Yunan Helmi pada Selasa (24/9) pagi tadi.

Kepada wartawan Yunan Helmi mengaku tidak mengetahui persis alasab pemecatan dirinya sebagai Sekda Bangka Barat. 

Menurutnya, selama menjabat Sekda Babar dirinya sudah berupaya keras membantu kepala daerah dalam mensukseskan janji-janji politik yang tertuang dalam dokumen perencanaan daerah Kabupaten Bangka Barat. 

Bahkan, tak sedikit prestasi yang didapatkan Bangka Barat dimana semua itu tidak lepas dari peran Yunan Helmi sebagai Sekretaris Daerah Bangka Barat. 

"Mengenai perihalnya saya pun tidak mengetahui, karena sebagai ASN yang menjabat sebagai Sekda saya tidak pernah melakukan kesalahan yang fatal, bahkan sanksi apapun tidak pernah saya terima, "kata Yunan Helmi.

"Kalau kinerja sebagai manusia biasa saya sudah berusaha maksimal membantu kepala daerah mensukseskan vis-misi nya. 

Karena saya sadari bahwa sebagai orang yang diberikan kepercayaan sebagai Sekda Babar tugasnya adalah membantu kepala daerah dalam membuat kebijakan. 

Pada zaman almarhum pak Parhan Ali sebagai bupati Babar mendapatkan WTP dari BPK atas penilaian laporan keuangan, "sambungnya.

Dengan adanya keputusan tersebut Yunan merasa dirugikan. Padahal, sebagai ASN yang sudah ia jalani kurang lebih 25 tahun tentu bukan persoalan yang mudah meniti karir yang dimulai dari nol. 

"Kecewa itu pasti dan sangat manusiawi, karena saya meniti karis sebagai ASN dari nol sejak 25 tahun lalu. "Ungkapnya.

"Jika proses non-aktif saya ini dilakukan secara benar dan alasan yang jelas sesuai mekanisme. Sebagai bawahan bupati saya terima. 

Tapi, ini dilakukan alasan yang mendasar, tentu saya akan berupaya mendapatkan hak-hak saya sebagai abdi negara, dan saya merasa dirugikan, "tegas Yunan Helmi. 

Yunan menambahkan kecintaan terhadap Bangka Barat lah yang menjadi alasan kuat sehingga dirinya harus hijrah dan bertugas dari Kabupaten Bangka kemudian ke Kota Pangkalpinang terakhir ke Bangka Barat. 

"Saya terlanjur cinta dan ingin sekali mengabdi sebagai ASN untuk masyarakat Bangka Barat. Karena Muntok adalah kampung halaman saya. Semasa penjajah, kakek saya driver (sopir,red) presiden Soekarno saat diasingkan di Muntok, makanya saya terpikir dan tertarik untuk membangun Bangka Barat ini, "ungkap Yunan Helmi.

Meskipun tak lagi menjabat sebagai Sekda Babar, Yunan berjanji akan tetap berbuat untuk daerah masyarakat sebatas kemampuan yang ia miliki. 

"Apapun jabatan saya, masyarakat Bangka Barat adalah masyarakat saya. Dan saya tetap berjuang untuk kemajuan daerah dan masyarakat di Bangka Barat," imbuhnya.

Terpisah, Bupati Bangka Barat Markus, SH membeberkan beberapa alasan terkait keputusannya menon aktifkan Yunan Helmi sebagai Sekda Bangka Barat kemudian menunjuka M Effendi sebagai pelaksana tugas (plt) Sekda Babar. 

"Kita sudah tawarkan beliau (yunan helmi, red) untuk di lantik ke eselon II b, kalau orang tidak mau kan. Tidak mungkin kita paksakan alam Undang Undang  ASN jabatan sekda lebih dari dua tahun bisa di evaluasi, "ujar Markus melalui pesan Washapp, Selasa (29/9) malam.

Diakui Markus, terkait penawaran atas jabatan yang ia sampaikan kepada H Yunan Helmi diketahui pula oleh beberapa saksi mata. 

"Kita menawarkan beliau di eselon II b,ada saksinya pak Inspektur Inspektorat dan Staf Ahli Bupati, "kata Markus.

Markus juga menambahkan bahwa persoalan posisi Sekda Bangka Barat tidak ada istilah non-job. "Kalau beliau (yunan,red) bersedia, akan kita lantik ke esselon 2B, jadi tidak ada istilah non-job, "ungkapnya.

Disisi lain, Markus pun menjelaskan alasan pergantian Yunan Helmi sebagai Sekda Bangka Barat yakni dirinya ingin adanya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Karena menurutnya, dua tahun terakhir ini hasil penilaian laporan keuangan daerah Bangka Barat sendiri tidak dapat memuaskan dirinya sebagai kepala daerah.


"Dua tahun terakhir ini penilaian laporan pengelolaan keuangan daerah oleh BPK RI hasilnya WDP, karena kedepan kita mau WTP maka kita akan cari sosok sekda yang mumpuni, bukan hanya sebatas dibuat cadangan, " pungkas Markus.(ray)




Banner

Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Pemda Babar Kembali Membuka Lelang Jabatan Sekda
Pemda Babar Kembali Membuka Lelang Jabatan Sekda
Selasa, 02 Juni 2020 18:44 WIB
MUNTOK -- Setelah sekian bulan kosong jabatan tinggi pratama atau Sekretaris Daerah di Kabupaten Bangka Barat kembali di buka seleksi
TGTPPC-19 Babar Jemput Keluarga Pasien Positif Covid-19, Sidarta Gautama : Masyarakat di Minta Tetap Tenang Tidak Perlu Panik
TGTPPC-19 Babar Jemput Keluarga Pasien Positif Covid-19, Sidarta Gautama : Masyarakat di Minta Tetap Tenang Tidak Perlu Panik
Selasa, 02 Juni 2020 18:40 WIB
MUNTOK -- Berdasarkan hasil tracking Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGTPPC19) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap pasien positif covid-19,
BLT Pemprov Babel Tak Kunjung Keluar, Markus Layangkan Surat ke Gubernul Babel
BLT Pemprov Babel Tak Kunjung Keluar, Markus Layangkan Surat ke Gubernul Babel
Senin, 01 Juni 2020 11:19 WIB
MUNTOK -- Hingga hari ini Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tak kunjung mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat Bangka Barat.
Cegah Covid-19, TNI AL Pelototi Pelabuhan Tikus di Babar
Cegah Covid-19, TNI AL Pelototi Pelabuhan Tikus di Babar
Jum'at, 29 Mei 2020 21:59 WIB
MUNTOK -- Wilayah Kabupaten Bangka Barat dikenal banyak memiliki pelabuhan illegal atau pelabuhan tikus. Oleh karena itu pada Jumat (29/5)