Pesimis Suaranya Tidak Akan Didengar Oleh Gubernur, Tok E'eng Bawakan Spanduk


Pesimis Suaranya Tidak Akan Didengar Oleh Gubernur, Tok E'eng Bawakan Spanduk

MUNTOK - Pria yang biasa Tok E'eng (54) tahun warga Pal 3 Desa Air Belo Muntok Bangka Barat membawakan spanduk berukuran 2x3 meter dihadapan rombongan Gubernur Provinsi Babel H Erzaldi Roesman Djohan saat mengunjungi kawasan Bukit Kukus pada Jum'at (21/7) pagi kemarin.

Spanduk yang ia bawakan tersebut berisikan tulisan sebagai bentuk dukungan nya terhadap rencana penambangan batu di kawasan Bukit Kukus yang semula akan di kembangkan salah satu perusahaan pertambangan PT Lotus SG Lestari.

Ia mengatakan, dirinya tidak bersedia berbicara langsung kepada sang Gubernur H Erzaldi Rosman Djohan karena merasa pesimis suaranya sebagai orang kecil tidak akan didengar oleh orang nomor satu di Bangka Belitung itu.

“Karena bicara dengan pejabat tidak mudah apalagi seperti saya, kalau mau langsung diskusi sama beliau tidak mungkin diterima, "wallahualam. Untuk itu, saya bawakan aspirasi dari masyarakat yang pro terhadap rencana penambangan batu oleh PT Lotus,” ucap pria tua yang mengaku punya 3 anak dan 12 cucu ini. Jum'at (21/7) kemarin.

Spanduk berisikan bentuk dukungan terhadap PT Lotus SG Lestari itu ia bawa di tengah kerumunan warga Dusun Pal 3 dan Pal 4 yang menyambut kedatangan orang nomor satu di Bangka Belitung yakni di kediaman H Hasan Basri  di Dusun Daya Baru Desa Belo Laut.

“Tujuan kita melalui spanduk ini adalah pernyataan sikap, sudah kita renungkan bersama warga masyarakat pal 3 dan pal 4 dan desa juga mengetahui, alhamdulillah setuju  semua,” kata Tok E’eng.

Tok E’eng mengakui, kehadirannya bersama spanduk ditengah kunjungan Gubernur Erzaldi ke Babar adalah sebagai wakil untuk menyampaikan aspirasi warga yang mendukung rencana penambangan batu PT. Lotus SG Lestari. Dirinya berharap dengan niat  hanya ingin bekerja di tambang tersebut untuk terlepas dari himpitan ekonomi yang semakin mencekik masyarakat khususnya Pal 3 dan Pal 4 Muntok Babar.

“Kita nggak minta uang, kita minta pekerjaan, kita makan beras kuning bulog, sekali – sekali mau lah kenikmatan kita rasakan. Seperti bulan suci Ramadhan kemaren , orang  es  buah kita air panas dari termos, jadi pejabat maupun wakil rakyat ini pikir – pikirlah sama orang bawah ini, pangkat jabatan itu nggak selamanya,” tukas Tok E'eng.

Dia berharap aspirasi yang ia bawakan dihadapan rombongan Gubernur Babel pada Jum'at (21/7) kemarin diperhatikan dan dapat menjadi renungan oleh para pejabat maupun wakil rakyat sebagai suara hati orang kecil yang butuh pekerjaan.

“Mudah- mudahan dengan adanya spanduk ini nanti Pak Gubernur Pak Bupati, Wakil Rakyat berpikir, renungkan dirumah betul-betul tentang maksud hati kaum kusam  yang ditulis di spanduk ini,”imbuhnya.(ray)




Banner

Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Truk Berpenumpang Ilegal Ditangkap Tim Gugus Tugas di Pelabuhan Tanjungkalian
Truk Berpenumpang Ilegal Ditangkap Tim Gugus Tugas di Pelabuhan Tanjungkalian
Sabtu, 23 Mei 2020 02:07 WIB
MUNTOK - Tim gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menangkap satu unit truk
TGPPC-19 Babar Akan Pulangkan Penumpang Pelabuhan Yang Tidak Memenuhi Syarat dan Kriteria
TGPPC-19 Babar Akan Pulangkan Penumpang Pelabuhan Yang Tidak Memenuhi Syarat dan Kriteria
Kamis, 21 Mei 2020 22:21 WIB
MUNTOK -- Menjelang H-2 hari raya Idul Fitri 1441 H, tim satgasgus covid-19 Bangka Barat akan memperketat penyeberangan di pelabuhan
Cair, ASN dan Honorer Dapat THR
Cair, ASN dan Honorer Dapat THR
Selasa, 19 Mei 2020 05:05 WIB
MUNTOK - Pemda Bangka Barat sudah mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada ASN dan Tenaga Honorer di lingkungan Pemda Bangka
Pengadaan Masker, Kades Jebus Libatkan Masyarakat
Pengadaan Masker, Kades Jebus Libatkan Masyarakat
Selasa, 19 Mei 2020 02:39 WIB
MUNTOK -- Berbagai upaya memang harus di lakukan untuk pemerintah di level tingkatan, untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi