Diam-diam Cari Timah, Susanto Tertimbun Tanah


Diam-diam Cari Timah, Susanto Tertimbun Tanah

    MUNTOK - Susanto (30), warga pendatang asal Palembang yang berdomisili di Desa Cupat Kecamatan Parit Tiga merenggang nyawa setelah dirinya tertimbun tanah yang ada di sekitar lubang camoy tambang timah milik salah satu mitra PT Timah yang beroperasi di Air Melala Desa Cupat Kecamatan Parittiga. Kejadian naas tersebut terjadi pada Sabtu (4/3) dini hari. Jenazah korban baru ditemukan pada Senin siang (6/3) sekira pukul 12.00 WIB.

    Informasi laka tambang tersebut dibenarkan langsung oleh Kades Cupat Mustardi. Saat dihubungi, Mustardi mengungkapkan bahwa korban bukan merupakan dari salah satu pekerja tambang melainkan warga biasa yang berniat untuk menggali timah secara diam-diam di dalam lubang camoy tambang milik salah satu pengusaha tambang yang ada di Parit Tiga. Pemilik tambang tersebut bernama Saman yang bermitra dengan PT Timah Tbk.

    "Korban ini merupakan warga pendatang yang berdomisili di Cupat, korban juga bukan pekerja tambang milik pak Saman melainkan warga biasa. Tapi, hari itu nasib naas menimpanya, tanah dari atas longsor dan menimbun tubuh korban yang berada di dalam lubang camoy," kata Mustardi.

    Dirinya mengatakan, perbuatan korban bukan kali ini saja melainkan sudah berkali kali. Bahkan, tidak jarang petugas penjaga malam yang ada di tambang milik Saman menemukan korban dengan perbuatan yang sama. "Korban sudah sering melakukan hal seperti ini, masuk masuk ke lubang camoy malam malam hari, bahkan sudah berkali kali diingatkan pekerja tambang untuk melakukannya lagi," katanya lagi.

    Sementara Kapolsek Jebus Kompol Alam Bawono mengatakan proses evakuasi korban terpaksa menerjunkan alat berat (eksavator) yang dibantu oleh pihak PT Timah dan warga sekitar. "Korban ditemukan tadi siang dan langsung dikebumikan sorenya. Karena lokasi cukup dalam, jadi kita menggunakan eksavator dibantu pula oleh pihak PT Timah dan warga sekitar," terang Alam.

    Menurut Alam, pada saat kejadian kondisi tambang tidak beroperasi dan korban bukan salah satu pekerja tambang skala kecil (TSK) milik PT Timah dengan nomor TR 23.17 yang beroperasi di Air Melala Desa Cupat Kecamatan Parit tiga. "Kondisi tambang tidak dalam keadaan beroperasi, dan korban bukan pekerja tambang, karena sejak tanggal 24 Februari 2017 tambang tidak lagi beroperasi dikarenakan masih mengurus perizinannya yang dikeluarkan oleh PT Timah," tandasnya.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Selain Melibatkan Tenaga Lokal PT Timah Juga Menggandeng UMKM Bangka Barat Untuk Pembangunan Smelter Ausmelt
Selain Melibatkan Tenaga Lokal PT Timah Juga Menggandeng UMKM Bangka Barat Untuk Pembangunan Smelter Ausmelt
Kamis, 30 Januari 2020 20:25 WIB
MUNTOK -- Smelter yang akan menggunakan teknologi ausmelt berkapasitas 40.000 per tahun akan di bangun di Bangka Barat.
Tahun 2019,  Angka Kriminalitas di Babar Menurun
Tahun 2019, Angka Kriminalitas di Babar Menurun
Selasa, 31 Desember 2019 16:11 WIB
MUNTOK - Tahun 2019 angka kriminilitas di wilayah hukum Polres Bangka Barat mengalami penurunan. Hal ini diungkapkan Kapolres Bangka Barat
Bunda PAUD Babel Bagikan 7.500 Eksamplar Majalah MAUDI ke Bangka Barat
Bunda PAUD Babel Bagikan 7.500 Eksamplar Majalah MAUDI ke Bangka Barat
Senin, 23 Desember 2019 22:41 WIB
MUNTOK - Bunda PAUD Bangka Belitung, Hj Melati Erzaldi membagikan sebanyak 7.500 eksamplar Majalah Anak Usia Dini (Maudi) kepada Bunda
Tanaman Pangan Penopang Hidup Petani Bangka Barat
Tanaman Pangan Penopang Hidup Petani Bangka Barat
Selasa, 17 Desember 2019 19:05 WIB
MUNTOK - Dinas Pertanian dan Pangan Pemda Bangka Barat menggelar promosi tanaman pangan dan hortikultura yang berlangsung di halaman Dinas