Ternak Warga Positif Terjangkit Flu Burung


Ternak Warga Positif Terjangkit Flu Burung

    MUNTOK - Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Kabupaten Bangka Barat (Babar) melakukan penyemprotan desinfektan kandang, pembakaran dan penguburan bangkai unggas milik warga yang ada di Kecamatan Muntok, Selasa (18/10) kemarin. Hal ini dilakukan Distanbunnak menyusul ditemukannya sejumlah kasus penularan virus Avian Influenza (H5N1) di Babar, khususnya di kota Muntok.

    Temuan virus H5N1 itu merebak setelah pihak Distanbunnak melakukan pengujian menggunakan alat rapid test khusus virus avian influenza beberapa waktu lalu. "Dari tiga lokasi yang dilakukan rapid tes didapat tiga wilayah yang ada di Kecamatan Muntok, dimana dari hasil rapid test tersebut hasilnya sejumlah unggas khususnya ayam positif terjangkit virus avian influenza A," ungkap Kabid peternakan Distanbunak Babar SM Basuki saat di temui dikantornya, pada selasa (18/10).

    Berdasarkan hasil pengamatan makroskopis patalogis terhadap bangkai ayam yang mati, ditemukan adanya endema kepala, haemoragik dan kongesti pada pial,  jengger dan kaki yang merupakan tanda klinis kematian akibat avian influenza. Untuk itu, supaya lebih memperkuat diagnosa, petugas dari Distanbunak Pamda Babar pun melakukan isolasi virus menggunakan swab kloaka, dan mengambil spesimen paru-paru dan trachea guna melihat perubhan histopatologik pada ayam yang mati.

    "Ketiga spesimen tersebut telah kami kirim ke balai veteriner di lampung untuk uji laboratoris, hasil pemeriksaan ayam tersebut dinyatakan positif avian influenza tipe H5N1," jelasnya.

    ditambahkannya, adapun penularan virus avian influenza pada unggas dapat terjadi, jika terjadi kontak langsung antara ayam yang sakit dengan ayam yang peka. Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, pihaknya mengimbau jika menemukan unggas yang mati mendadak segera lapor ke Distanbunnak.

        Kemudian, untuk tidak membuang ayam atau unggas yang mati serta tidak menkonsumsi ayam yang sakit atau ayam yang masih tersisa di lokasi kematian unggas tersebut dan memusnakan sisa unggas yang masih hidup. Sebab unggas yang masih hidup dapar menjadi carrier atau pembawa yang dapat menularkan virus H5N1 ke unggas lain dan melakukan penyemprotan desinfektan pada kandang dan lingkingan sekitar. "Bagi warga yang menemukan unggas nya mati secara mendadak cepat lapor ke kami. Kalau tidak unggas itu di kubur atau di bakar," pungkasnya.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1 di Kabupaten Bangka Barat
Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1 di Kabupaten Bangka Barat
Jum'at, 15 Januari 2021 19:53 WIB
MUNTOK - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bertambah 1 kasus positif.
Hujan Siang Malam Selama Tiga Hari Sebabkan Banjir Di Dusun Pala
Hujan Siang Malam Selama Tiga Hari Sebabkan Banjir Di Dusun Pala
Rabu, 13 Januari 2021 21:22 WIB
PARITTIGA -- Hujan siang dan malam sejak tiga hari terahir sebabkan banjir di pemukiman warga pesisir pantai Dusun Pala Desa
4 Warga Kecamatan Parittiga di Babar Terkonfirmasi Covid-19
4 Warga Kecamatan Parittiga di Babar Terkonfirmasi Covid-19
Selasa, 05 Januari 2021 19:18 WIB
MUNTOK – Sebanyak 4 warga dari kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat (Babar) terpapar virus corona atau Covid-19, Selasa (05/01/2021).
Polisi Panggil 16 Warga dalam Kasus Perusakan Inventaris Kantor Desa Belo Laut
Polisi Panggil 16 Warga dalam Kasus Perusakan Inventaris Kantor Desa Belo Laut
Selasa, 05 Januari 2021 16:58 WIB
MUNTOK – Polres Bangka Barat bertindak cepat dalam kasus pengerusakan inventaris kantor beserta mobil Kantor Desa Belo Laut pada aksi