Tempat Bongkar Muat Kapal Ahap Dipertanyakan Warga, Bongkar Muat di Kurau, Melelang Ikan di Pangkalpinang


Tempat Bongkar Muat Kapal Ahap Dipertanyakan Warga, Bongkar Muat di Kurau, Melelang Ikan di Pangkalpinang

KOBA - Karena dinilai tak memiljki  kontribusi yang jelas bagi masyarakat dan desa, maka keberadaan lokasi bongkar muat yang dijadikan pelabuhan sementara kapal milik Ahap yang berada di Sungai Tebok, Desa Kurau, Kecamatan Koba, Bangka Tengah dipertanyakan warga.

Seperti yang diungkapkan seorang warga Kurau yang ditemui media ini di sekitar lokasi bongkar muat milik Ahap, Senin (11/2) siang, membenarkan, jika tempat bongkar muat dibangun dan telah dipakai sejak dua bulan lalu di Sungai Tebok itu adalah milik Ahap. 

"Memang benar tempat bongkar muat kapal yang baru itu, milik Ahap. Dia ini informasinya orang Toboali, namun disini (Kurau, red) ada rumah istrinya," ungkapnya.

Hal ikhwal pembangunan tempat bongkar muat yang dijadikan pelabuhan kapal Ahap itu, bermula beberapa waktu lalu Ahap ini memiliki 4 unit kapal dengan ukuran cukup besar dan bersandar di pelabuhan khusus kapal nelayan Sungai Tebo. Hanya saja, karena susah untuk berkontribusi maka tidak diperbolehkan lagi bersandar.

"Ya di pelabuhan kapal nelayan ini, ada lampu yang harus diisi tokennya. Kemudian, Ahap selama ini hanya numpang bongkar muat hasil tangkapan melautnya saja. Sementara untuk ikan-ikan hasil tangkapan itu, tidak dilelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kurau melainkan langsung dibawa dan dilelangnya ke Pangkalpinang. Kalau bongkar muatnya tidak tentu pak, kadang siang, sore ataupun malam hari," ungkapnya.

Terkait legalitas pelabuhan bongkar muat yang baru dibangun Ahap saat ini, masyarakat tidak mengetahui sejauh mana dan seperti apa. "Kalau legalitas atau terkait perijinan kami masyarakat ini tidak tahu sejauhmana, mungkin Kades lebih tahu dan bisa menjelaskan," katanya. 

Selain itu, sebelumnya Ahap sempat melakukan pengerukan Sungai Tebok dengan menggunakan alat berat dan telah masang cerucuk juga namun segera distop warga. "Ya jangan mentang-mentang punya banyak alat berat, mau senaknya saja berbuat di desa kami ini," tandasnya.

Sementara itu, Ahap saat dikonfirmasi media ini via sellulernya di kontak person 085267663*** tidak aktif.

Sedangkan Kades Kurau, Jasila saat dikonfirmasi mengenai pelabuhan bongkar muat kapal yang dibangun Ahap termasuk pengerukan aliran sungai Tebok dengan menggunakan alat berat oleh Ahap sebelumnya, mengatakan, jika terkait perizinan ataupun kontribusinya ke desa belum ada sampai saat ini. "Belum ada pak," singkat Jasila saat dikonfirmasi Radar Bangka via sellulernya, Selasa (12/2) pagi. (and)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Bupati Ibnu Saleh Meninjau UNBK SMP dan USBN SD
Bupati Ibnu Saleh Meninjau UNBK SMP dan USBN SD
Senin, 22 April 2019 19:37 WIB
"Peserta dengan nilai terbaik akan diberikan reward, terlebih jika bisa sampai terbaik tingkat Provinsi Babel" (Bupati Ibnu Saleh)
Gelar FGD, Pemda Bateng Pererat Harmonisasi Dengan Media
Gelar FGD, Pemda Bateng Pererat Harmonisasi Dengan Media
Senin, 22 April 2019 19:35 WIB
KOBA - Guna meningkatkan silaturahmi dan keharmonisan, maka Pemda Bangka Tengah (Bateng) menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) Jurnalis dengan Pemda
Rapat Pleno Rekapitulasi Suara PPK Koba Lancar
Rapat Pleno Rekapitulasi Suara PPK Koba Lancar
Minggu, 21 April 2019 09:20 WIB
KOBA - Prosesi rapat pleno terbuka hasil penghitungan surat suara Pemilu 2019 tingkat Kecamatan Koba yang digelar di GOR Bulutangkis
Undangan Telah Disebar, Pleno Kecamatan Lubukbesar Diundur
Undangan Telah Disebar, Pleno Kecamatan Lubukbesar Diundur
Jum'at, 19 April 2019 16:42 WIB
LUBUKBESAR - Salah seorang Caleg Partai Nasdem Dapil 1 Kecamatan Koba-Lubukbesar, Yani Basaroni, meminta pihak penyelenggara mengklarifikasi kenapa pleno yang