BUSYET..... PULUHAN PONTON HAJAR DAERAH ALIRAN SUNGAI DESA LAMPUR - SUNGAISELAN


BUSYET..... PULUHAN PONTON HAJAR DAERAH ALIRAN SUNGAI DESA LAMPUR - SUNGAISELAN

SUNGAISELAN - Aktivitas tambang timah inkonvensional di seputaran Daerah Aliran Sungai (DAS) sekaligus kawasan hutan produksi (HP) Desa Lampur dan Desa Sungaiselan Atas Kecamatan Sungaiselan makin hari makin menjadi.

Pantauan harian ini, Senin (4/2) siang, tampak puluhan ponton beroperasi di kiri kanan jalan dan di alur sungai Desa Lampur dengan koordinat -2.4014199, 106.04273 santai beroperasi tanpa adanya gangguan. Sama halnya aktivitas tambang di alur DAS kolong Beno perbatasan Desa Lampur dengan Sungaiselan Atas dengan koordinat -2.3678138, 106.01373, tampak sudah jelas terpampang plang kawasan DAS dan himbauan untuk menjaga dari kerusakan, sementara kiri kanan alur DAS itu aktivitas tambang beroperasi dengan santainya bahkan mengibarkan bendera salah satu partai dan bendera merah putih diatas ponton tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait aktivitas tambang didua lokasi itu, Kapolsek Sungaiselan, Iptu Mulya Sugiharto SIK menegaskan akan segera menindaklanjuti informasi disampaikan. "Oke, terimakasih infonya, segera kita cek," singkatnya.

Sementara itu, Camat Sungaiselan, Samsul Komar mengatakan, terkait aktivitas tambang pasir timah di Desa Lampur itu merupakan kawasan HP, sehingga itu merupakan tanahnya KPHP Sungaisembulan hanya saja pihaknya siap melakukan pendampingan jika dibutuhkan.  "Intinya, kami dari Kecamatan siap mendampingi. Kalau aktivitas tambang di kiri kanan jembatan Beno Desa Sungaiselan Atas itu baru-baru ini sudah sempat ditertibkan," ungkap Camat Samsul Komar.

Sedangkan Kepala KPHP Sungaisembulan, Badariah membenarkan jika kawasan yang ditambang di Desa Lampur itu masuk dalam kawasan HP. Sementara untuk yang diperbatasan Sungaiselan Atas dengan Lampur tepatnya di seputaran jembatan Beno itu masuk dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI).

"Tadi, kami dari pihak KPHP Sungaisembulan sudah meninjau ke lokasi yang dimaksud," ujar Badariah kepasa harian ini di ruang kerjanya, Senin sore.

Terkait areal DAS Desa Lampur itu, Badariah juga mengungkapkan, jika sirkulasi air disana seharusnya mengalir menuju hilir hanya saja karena aktivitas tambang di kiri kanan jalan membuat aliran air berputar-putar di lokasi itu-itu juga. 

"Upaya persuasif dan sosialisasi serta peringatan sudah kami lakukan, selanjutnya bilamana masih tidak diindahkan pastinya Gakkum Pusat yang akan mengambil langkah dan tindakan nantinya," tandas Badariah seraya menegaskan pihaknya pun telah berupaya untuk menjaga situasi kondusif jelang Pemilu 2019 ini. (and/**)




Banner

Berikan Komentar

Koba Lainnya
Pemkab Bateng Petakan Wilayah Penyebaran Wabah Virus Corona
Pemkab Bateng Petakan Wilayah Penyebaran Wabah Virus Corona
Jum'at, 29 Mei 2020 02:30 WIB
KOBA- Juru Bicara Percepatan penanggulangan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dr Bahrun R Siregar melakukan pemetaan titik rawan penyebaran virus
Pilkada Serentak, Bawaslu Bangka Tengah Tunggu Juknis
Pilkada Serentak, Bawaslu Bangka Tengah Tunggu Juknis
Jum'at, 29 Mei 2020 02:26 WIB
KOBA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah saat ini menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Bawaslu RI terkait pola
Empat Warga Bangka Tengah Reaktif COVID-19 Dikarantina
Empat Warga Bangka Tengah Reaktif COVID-19 Dikarantina
Kamis, 28 Mei 2020 15:52 WIB
KOBA - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengarantina empat warga yang dinyatakan reaktif COVID-19 setelah dilakukan pemeriksaan
Ibnu Jadikan Desa Lubuk Besar Sebagai Sentra Percontohan Pembibitan Bawang Merah di Babel
Ibnu Jadikan Desa Lubuk Besar Sebagai Sentra Percontohan Pembibitan Bawang Merah di Babel
Kamis, 28 Mei 2020 14:51 WIB
KOBA - Upaya meningkatkan produksi bawang merah di Kabupaten Bangka Tengah, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh mendorong desa Lubuk Besar