Tinjau Ulang Amdal PT Vitrama Property


Tinjau Ulang Amdal PT Vitrama Property

    KOBA - Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Apri Panzupi meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) meninjau ulang kelayakan analisis dampak lingkungan (amdal) milik PT Vitrama Property, perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batu granit yang beroperasi di Desa Air Mesu Timur, Kecamatan Pangkalanbaru. Aktivitas perusahaan dikeluhkan warga sekitar terutama lantaran polusi yang dihasilkan dari debu dari pengangkutan batu yang melintasi jalan di kawasan pemukiman penduduk.

    "Kami sudah turun ke lapangan dan sudah memberi waktu kepada pihak perusahaan untuk mengatasi masalah polusi yang dikeluhkan warga sekitar. Jika tidak direspons dengan baik maka kami minta BLH meninjau ulang amdal perusahaan," ujarnya, Rabu (7/9).

    Apri Panzupi menyarankan pihak perusahaan lebih peduli dengan lingkungan sekitar untuk kelancaran usaha penambangan batu granit tersebut."Perhatikan aspek sosial, kesehatan dan ekonomi masyarakat sekitar agar keberadaan perusahaan benar-benar diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

    Ia menyatakan pihaknya juga sudah melakukan inspeksi mendadak beberapa waktu lalu ke perusahaan tersebut bersama aparat Dinas Perhubungan. "Kami turun ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan sejumlah warga sekitar terkait polusi yang bersumber dari aktivitas eksplorasi batu granit dan debu di sepanjang jalan yang dilewati mobil perusahaan. Keluhan warga itu harus diperhatikan," tegasnya.

    Lebih lanjut, pihaknya mengingatkan pihak perusahaan untuk menanggapi secara baik keluhan warga dengan melakukan penyiraman jalan yang dilewati mobil mengangkut batu granit tersebut. Ia meminta pihak perusahaan menghormati hak warga sekitar untuk tidak terpapar beragam polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan mereka serta mengganggu kesehatan.

    "Kami berada di tengah, mencari solusi terbaik dimana perusahaan bisa berjalan dengan baik dan warga tidak dirugikan akibat aktivitas perusahaan. Hormati hak warga dan harus diperhatikan polusi udara serta kebisingan yang membuat warga menjadi tidak tenang," ujarnya.

    Apri menyarankan pihak perusahaan menjalin hubungan yang saling menguntungkan antara pihak perusahaan dengan warga sekitar. Dengan demikian, kata dia, keberadaan perusahaan bisa diterima warga dan dirasakan manfaatnya secara ekonomi. "Misalnya mengeluarkan dana CSR untuk warga sekitar dan merekrut tenaga kerja dari warga sekitar, tentu saja harus memenuhi standar dan kualifikasi tertentu. Dimanapun sebuah perusahaan harus memperhatikan lingkungan sekitar, baik secara kesehatan, sosial dan ekonomi," tukasnya.(ant/rb)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Pemkab Bateng Secara Masif Sosialiasikan Bahaya COVID-19
Pemkab Bateng Secara Masif Sosialiasikan Bahaya COVID-19
Minggu, 05 April 2020 18:31 WIB
KOBA - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan sosialisasi bahaya virus corona baru (COVID-19) secara masif kepada
Disperindagkop UKM Bateng Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
Disperindagkop UKM Bateng Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
Jum'at, 20 Desember 2019 19:15 WIB
KOBA - Di penghujung tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) kembali meraih penghargaan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi,
Dinas Perikanan Bateng Sampaikan Program Unggulan ke Kementerian Kelautan Perikanan
Dinas Perikanan Bateng Sampaikan Program Unggulan ke Kementerian Kelautan Perikanan
Rabu, 18 Desember 2019 15:05 WIB
KOBA - Guna menyampaikan beberapa program unggulan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), maka Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bateng, Taufik bersama beberapa
Kontraktor Siap Bertanggungjawab Perbaiki Pasar Rakyat Koba
Kontraktor Siap Bertanggungjawab Perbaiki Pasar Rakyat Koba
Rabu, 18 Desember 2019 17:30 WIB
KOBA - Pihak Kontraktor Pembangunan Pasar Rakyat Koba tahun 2017, melalui pengawas lapangan yakni Iwang mengaku pihaknya siap bertanggungjawab memperbaiki